Gempa Lombok, Ribuan Turis Asing Gili Trawangan Sudah Dievakuasi

Pebriansyah Ariefana | Chyntia Sami Bhayangkara | Suara.com

Rabu, 08 Agustus 2018 | 15:39 WIB
Gempa Lombok, Ribuan Turis Asing Gili Trawangan Sudah Dievakuasi
Sejumlah anak bernyanyi bersama dengan relawan di tempat penampungan pengungsi korban gempa bumi di Pemenang, Lombok Utara, Lombok Utara, NTB, Selasa (7/8). Sebanyak 2.935 jiwa korban gempa bumi mengungsi di tempat itu dan diperkirakan akan terus bertambah. ANTARA FOTO/Zabur Karuru

Suara.com - Sebanyak 8.381 penduduk korban gempa Lombok di 3 pulau kecil yakni Gili Trawangan, Gili Air dan Gili Meno, Nusa Tenggara Barat telah berhasil dievakuasi. Para penduduk yang didominasi Warga Negara Asing (WNA) yang merupakan turis di sana itu meminta trauma dengan gempa dahsyat 7 skala richter yang mengguncang Lombok beberapa waktu lalu.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, evakuasi yang dilakukan telah usai pada Selasa (7/8/2018) sore. Dari ribuan penduduk yang dievakuasi, tidak ada satu pun penduduk yang mengalami luka-luka ataupun meninggal.

"Sebagian besar itu WNA semua campur dengan penduduk lokal dan karyawan hotel. Saya pastikan tidak ada korban jiwa dan luka-luka," kata Sutopo saat ditemui di Gedung BNPB, Jalan Pramuka Kav 38, Jakarta Timur, Rabu (8/8/2018).

Para penduduk tersebut dievakuasi dengsn menggunakan 13 kapal besar ke tiga tujuan, yakni menuju Pelabuhan Benoa, Bali, Pelabuhan Lembar, Lombok Barat dan Pelabuhan Bangsal, Lombok Utara. Para wisatawan asing juga banyak yang telah kembali ke negara masing-masing.

"Evakuasi berjalan lancar, banyak yang sudah kembali ke negara asalnya," imbuh Sutopo.

Sutopo menjelaskan, keputusan untuk memgevakuasi penduduk seisi tiga pulau itu bukanlah kehendak dari pemerintah setempat maupun BNPB. Melainkan keinginan penduduk lokal yang ketakutan dan trauma dengan gempa hebat yang mengguncang Lombok.

Tak hanya itu, para penduduk itu juga telah terprovokasi dengan isu hoax yang beredar bahwa akan terjadi gempa susulan besar dan berpotensi tsunami. Sutopo memastikan saat ini kondisi di ketiga pulau kecil itu aman.

"Itu hanya termakan isu hoax saja, ditambah mereka trauma dengan guncangan. Padahal situasi disana aman," ungkap Sutopo.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Korban Tewas Gempa Lombok Bertambah Jadi 131 Orang

Korban Tewas Gempa Lombok Bertambah Jadi 131 Orang

News | Rabu, 08 Agustus 2018 | 15:25 WIB

Gempa Lombok, Satu Lagi Korban Tertimpa Masjid Roboh Ditemukan

Gempa Lombok, Satu Lagi Korban Tertimpa Masjid Roboh Ditemukan

News | Rabu, 08 Agustus 2018 | 13:09 WIB

Rawan Maling Pasca Gempa Lombok, Warga Diminta Siskamling

Rawan Maling Pasca Gempa Lombok, Warga Diminta Siskamling

News | Rabu, 08 Agustus 2018 | 12:47 WIB

Curhat Pengungsi Gempa Lombok, Tak Mau Pulang dan Masih Trauma

Curhat Pengungsi Gempa Lombok, Tak Mau Pulang dan Masih Trauma

News | Rabu, 08 Agustus 2018 | 11:39 WIB

4 Hari Pasca Gempa Lombok, 1 Jenazah Masih Tertindih Pilar Masjid

4 Hari Pasca Gempa Lombok, 1 Jenazah Masih Tertindih Pilar Masjid

News | Rabu, 08 Agustus 2018 | 11:24 WIB

Terkini

Revitalisasi 71.744 Sekolah Tahun 2026, Mendikdasmen Siapkan Dana Rp14 Triliun

Revitalisasi 71.744 Sekolah Tahun 2026, Mendikdasmen Siapkan Dana Rp14 Triliun

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:49 WIB

Peneliti Temukan Cara Ubah Kulit Kayu Eukaliptus Jadi Penangkap Polusi, Seberapa Efektif?

Peneliti Temukan Cara Ubah Kulit Kayu Eukaliptus Jadi Penangkap Polusi, Seberapa Efektif?

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:47 WIB

Wamendagri Bima: Tantangan Perubahan Iklim Bukan Lagi Regulasi, Tetapi Eksekusi di Daerah

Wamendagri Bima: Tantangan Perubahan Iklim Bukan Lagi Regulasi, Tetapi Eksekusi di Daerah

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:40 WIB

BGN Bantah Siswa SD di Pemalang Dikeluarkan Gara-gara Kritik MBG: Itu Tidak Benar

BGN Bantah Siswa SD di Pemalang Dikeluarkan Gara-gara Kritik MBG: Itu Tidak Benar

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:24 WIB

LHKPN Prabowo dan 38 Pejabat Lainnya Dipertanyakan ICW, KPK: Tunggu Verifikasi

LHKPN Prabowo dan 38 Pejabat Lainnya Dipertanyakan ICW, KPK: Tunggu Verifikasi

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:11 WIB

Dikritik Bakal Ancam Demokrasi, DPN Disebut Perlu Reformasi Struktural

Dikritik Bakal Ancam Demokrasi, DPN Disebut Perlu Reformasi Struktural

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:06 WIB

JPU KPK Tegaskan Tak Boleh Ada Intervensi di Sidang Kasus Suap Bea Cukai

JPU KPK Tegaskan Tak Boleh Ada Intervensi di Sidang Kasus Suap Bea Cukai

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:01 WIB

Kasus Kekerasan Seksual Ponpes Pati, DPR Desak LPSK Fasilitasi Rehabilitasi 50 Korban

Kasus Kekerasan Seksual Ponpes Pati, DPR Desak LPSK Fasilitasi Rehabilitasi 50 Korban

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:01 WIB

Laga Persija vs Persib Dipindah ke Samarinda, Pramono Anung: Kecewa, Tapi Alasannya Masuk Akal

Laga Persija vs Persib Dipindah ke Samarinda, Pramono Anung: Kecewa, Tapi Alasannya Masuk Akal

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 18:56 WIB

Modus 'Crispy Fruit', WNA China Pengedar Happy Water Diciduk di Apartemen Pademangan

Modus 'Crispy Fruit', WNA China Pengedar Happy Water Diciduk di Apartemen Pademangan

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 18:52 WIB