Korban Gempa Lombok Dikhawatirkan Trauma Berkelanjutan

Pebriansyah Ariefana

Senin, 13 Agustus 2018 | 16:09 WIB
Korban Gempa Lombok Dikhawatirkan Trauma Berkelanjutan
Suasana pengungsi korban gempa di dalam tenda darurat tempat pengungsian korban gempa bumi di Tanjung, Lombok Utara, NTB, Jumat (10/8). Berdasarkan data BNPB, pengungsi korban gempa bumi Lombok sebanyak 270.168 orang yang tersebar di sejumlah tempat membutuhkan bantuan seperti makanan, air, obat-obatan, tenda, dan selimut. [ANTARA FOTO/Zabur Karuru]

Suara.com - Relawan dokter dari PB Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mengatakan sebagian korban luka gempa Lombok juga mengalami luka pada mental. Ini menyebabkan trauma berkelanjutan.

Dalam keterangan pers Kementerian Kesehatan, dr Franky Rumondor dari PB IDI mengatakan korban yang trauma akibat gempa bisa memengaruhi kondisi fisik pasien dan berujung pada penyakit.

"Selain pengobatan fisik, motivasi perlu diberikan untuk membangkitkan semangat pasien. Karena jika mereka dibiarkan dalam keadaan trauma akan berbahaya," kata Franky.

Dia mencontohkan kasus Mariana, seorang ibu yang mengalami gangguan buang air lantaran trauma pada saat peristiwa gempa. Mariana merasa sangat bersalah terhadap dirinya sendiri karena anaknya yang baru berusia tiga bulan tertimpa reruntuhan tepat di hadapannya.

Mariana yang sedang tertidur bersama anaknya saat gempa terjadi langsung bangun dan menggendong anaknya keluar kamar. Namun ia terjatuh, bayinya terlepas dari gendongannya dan kemudian tertimpa reruntuhan di depan matanya.

"Jangan sampai Mariana berlarut-larut karena musibah itu. Karena ini tidak baik buat kesehatannya," ujar Franky.

Dia menyebutkan trauma seperti ini juga banyak ditemukan pada korban gempa lainnya. Berdsarkan laporan Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes menyebutkan korban luka masih enggan untuk dirawat di dalam gedung pelayanan kesehatan dan memilih untuk dirawat di dalam tenda.

Kementerian Kesehatan menyebutkan masyarakat kelompok rentan hingga saat ini terdiri dari 59.063 ibu hamil, 72.582 bayi, 213.724 balita, dan 304.526 lansia.

Sedangkan penyakit paling banyak yang diderita oleh pasien ialah sakit kepala tegang, gastritis (iritasi/radang pada lambung), luka-luka, nyeri sendi, ISPA, hipertensi, penyakit kulit, dan lain-lain. (Antara)

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Sebentar Lagi Jokowi Umumkan Ketua Tim Pemenangan di Pilpres 2019

Sebentar Lagi Jokowi Umumkan Ketua Tim Pemenangan di Pilpres 2019

News | Senin, 13 Agustus 2018 | 13:01 WIB

436 Orang meninggal di Gempa Lombok, Negara Rugi Rp 5,04 Triliun

436 Orang meninggal di Gempa Lombok, Negara Rugi Rp 5,04 Triliun

News | Senin, 13 Agustus 2018 | 12:42 WIB

Korban Gempa Lombok Terus Bertambah, BNPB: 392 Orang Meninggal

Korban Gempa Lombok Terus Bertambah, BNPB: 392 Orang Meninggal

News | Minggu, 12 Agustus 2018 | 17:53 WIB

Santunan Rp 6 Miliar Bagi 404 Korban Meninggal Gempa Lombok

Santunan Rp 6 Miliar Bagi 404 Korban Meninggal Gempa Lombok

News | Minggu, 12 Agustus 2018 | 17:14 WIB

Ini Dia, Donatur Gempa Lombok Pencuri Perhatian Warganet

Ini Dia, Donatur Gempa Lombok Pencuri Perhatian Warganet

Tekno | Sabtu, 11 Agustus 2018 | 15:30 WIB

Terkini

6 Serum Anti-Aging untuk Usia 50 Tahun ke Atas, Intip Rekomendasinya

6 Serum Anti-Aging untuk Usia 50 Tahun ke Atas, Intip Rekomendasinya

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 19:43 WIB

Dari Gaya Hidup hingga Cek Kesehatan, Langkah Preventif Bisa Dimulai dari Kebiasaan Sehari-hari

Dari Gaya Hidup hingga Cek Kesehatan, Langkah Preventif Bisa Dimulai dari Kebiasaan Sehari-hari

Health | Selasa, 03 November 2026 | 19:41 WIB

Pertalite Viral Disebut Tercampur Air, Ini Tanggapan Pertamina

Pertalite Viral Disebut Tercampur Air, Ini Tanggapan Pertamina

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 19:38 WIB

Tim Freeport Indonesia Raih Juara Umum IFRC 2026

Tim Freeport Indonesia Raih Juara Umum IFRC 2026

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 19:35 WIB

Menguliti Sisi Gelap Dunia Kerja di Novel Kami (Bukan) Jongos Berdasi

Menguliti Sisi Gelap Dunia Kerja di Novel Kami (Bukan) Jongos Berdasi

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 19:35 WIB

Penerima Bansos Punya Tabungan Rp100 Juta, Kemensos Dalami Data

Penerima Bansos Punya Tabungan Rp100 Juta, Kemensos Dalami Data

News | Selasa, 03 November 2026 | 19:34 WIB

Duit Kripto Rp85 Triliun di Binance Kabur!

Duit Kripto Rp85 Triliun di Binance Kabur!

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 19:34 WIB

Promo 11.11 Gadget Day Blibli Histeria, Kenali iPhone 18 Pro Max dengan Fitur Premium!

Promo 11.11 Gadget Day Blibli Histeria, Kenali iPhone 18 Pro Max dengan Fitur Premium!

Sumsel | Selasa, 03 November 2026 | 19:28 WIB

Dari Pekarangan ke Pasar, Perempuan Ganesha Mukti Membangun Kemandirian Pangan

Dari Pekarangan ke Pasar, Perempuan Ganesha Mukti Membangun Kemandirian Pangan

Sumsel | Selasa, 03 November 2026 | 19:23 WIB

9 Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas

9 Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 19:21 WIB

×