Jerit Pedagang Bendera Merah Putih di Perayaan Kemerdekaan

Reza Gunadha, Chyntia Sami Bhayangkara

Jum'at, 17 Agustus 2018 | 21:27 WIB
Jerit Pedagang Bendera Merah Putih di Perayaan Kemerdekaan
Atribut bendera Merah Putih yang dijual di Pasar Senen, Jakarta Pusat, Jumat (17/8/2018). [Suara.com/Chyntia Sami Bhayangkara]

Suara.com - Jussam Ady urung panen rezeki pada masa perayaan Hari Ulang Tahun ke-73 Kemerdekaan RI tahun ini. Tak seperti tahun-tahun sebelumnya, jumlah pembeli bendera Merah Putih yang didagangkannya menurun drastis.

“Penghasilan saya saat perayaan HUT RI tahun ini menurun lebih dari 30 persen. Tumben, tidak tahu kenapa. Biasanya tidak sesepi ini,” kata Jussam yang memunyai kios jahit dan menjual bendera Merah Putih dan pernak-pernik HUT RI lainnya di kawasan Pasar Senen, Jakarta Pusat, Jumat (17/8/2018).

Tahun-tahun sebelumnya, Jussam bisa memastikan mendapat pendapatan hingga Rp 60 juta hanya dari penjualan bendera Merah Putih dan pernak-pernik HUT RI.

Tapi tahun ini, persisnya sampai hari perayaan HUT RI, ia baru mendapat penghasilan Rp 20 juta. Kekecewaannya bertambah, karena stok bendera Merah Putih yang telah dijahitnya masih banyak menumpuk di gudang kiosnya, Pasar Senen Blok V.

Meskipun bendera tak akan basi untuk dijual pada hari-hari biasa, Jussam tetap sedih tak bisa meraup keuntungan berlebih pada momen perayaan HUT RI.

"Tidak ada ruginya sih, bisa buat tahun depan lagi juga. Tapi ya berarti tahun ini tak dapat uang untung kan," ungkap Jussam.

Andryos, penjahit bendera lainnya di Pasar Senen mengutarakan perasaan yang sama. Pelanggan benderanya yang berasal dari kalangan pedagang eceran juga mengeluhkan sepinya pembeli.

"Pedagang yang membeli kepada saya pada mengeluh juga sih. Katanya sepi, makanya belinya sedikit. Padahal stok saya banyak," keluh Andryos.

Menurutnya, fenomena penurunan pembelian bendera dipengaruhi oleh kemampuan daya beli masyarakat. Pasalnya, nilai rupiah yang terus melemah di hadapan Dolar AS menyebabkan biaya hidup yang kian meninggi, sehingga pembelian bendera tak lagi utama untuk merayakan HUT RI.

baca juga

"Ya mau bagaimana lagi ya, sekarang rupiah saja sampai Rp 14 ribuan kan, serba mahal. Mungkin pada puasa beli bendera dulu kali ya, makanya sepi," duganya.

Harga Kain Naik

“Sudah terjatuh, tertimpa tangga pula”, begitulah petitih yang tampak pas untuk mengiaskan perasaan para penjahit sekaligus penjual bendera Merah Putih saat HUT RI tahun ini. Sebab, selain sepi peminat, mereka sudah kadung mengeluarkan banyak modal untuk membeli kain dasar bendera.

“Harga kain bendera naik terus, tidak tahu kenapa. Sampai terakhir itu, ada kenaikan 20 persen dari harga biasa. Bahannya padahal tidak langka, banyak. Setelah harga kain naik, pembeli bendera malah sepi,” keluhnya.

Andryos mengaku, kenaikan harga kain abutain dan katun yang biasa digunakan untuk membuat bendera itu membuatnya harus memutar otak.

"Ya paling kami mematok harga tidak terlampau tinggi. Mau bagaimana lagi, kalau harganya dinaikkan tinggi, pelanggan saja sudah sepi.”

Jussam juga merasakan hal serupa. Biasanya, dalam sekali belanja. bisa membeli 40 rol kain jenis abutain dengan panjang kain 531 meter tiap rol.

”Tapi sekarang, saya harus mengurangi belanja. Tiap bulan saya beli kain, pasti naik terus. Awalnya Rp 450 ribu per rol, terakhir beli sudah mau Rp 600 ribu. Pusing juga," ujar Jussam.

Toko yang telah dibangunnya sejak 15 tahun lalu itu terancam gulung tikar jika tidak bisa menyiasati kenaikan harga.

Lima orang karyawannya juga terancam menjadi pengangguran jika Jussam tak bisa meraup pundi-pundi rezeki lebih dari hasil penjualan.

"Kasihan karyawan yang bantu menjahit, mereka makan apa kan kalau saya berhenti. Tapi kalau dilanjuti juga berat, jadi pintar-pintar saya saja memutar uangnya biar semuanya tetap terpenuhi," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Intip Sigapnya Tim Make-up Dandani Para Paskibraka HUT RI ke-73

Intip Sigapnya Tim Make-up Dandani Para Paskibraka HUT RI ke-73

Lifestyle | Jum'at, 17 Agustus 2018 | 19:18 WIB

Diduga Hina Merah Putih, Pengelola Kalibata City Dipolisikan

Diduga Hina Merah Putih, Pengelola Kalibata City Dipolisikan

News | Jum'at, 17 Agustus 2018 | 18:04 WIB

Anak-anak Mantan Teroris Jadi Pengibar Bendera Merah Putih

Anak-anak Mantan Teroris Jadi Pengibar Bendera Merah Putih

News | Jum'at, 17 Agustus 2018 | 16:35 WIB

Gemas! Anak Jessica Iskandar Susah Payah Nyanyi Lagu 17 Agustus

Gemas! Anak Jessica Iskandar Susah Payah Nyanyi Lagu 17 Agustus

Entertainment | Jum'at, 17 Agustus 2018 | 16:17 WIB

Keren! Raisa Nyanyi Tanah Airku Versi Acapella di HUT RI ke-73

Keren! Raisa Nyanyi Tanah Airku Versi Acapella di HUT RI ke-73

Entertainment | Jum'at, 17 Agustus 2018 | 15:39 WIB

Terkini

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:28 WIB

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:12 WIB

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Bogor | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Banten | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:49 WIB

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:37 WIB

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

Bri | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:28 WIB

×