Wajah Cantik Penuh Kerut? Bisa Jadi Akibat Sedotan Plastik

RR Ukirsari Manggalani | Dinda Rachmawati | Suara.com

Jum'at, 17 Agustus 2018 | 21:00 WIB
Wajah Cantik Penuh Kerut? Bisa Jadi Akibat Sedotan Plastik
Ilustrasi sedotan plastik [Shutterstock].

Suara.com - Gerakan tanpa sedotan plastik semakin menggaung luas, dengan berbagai kampanye yang disebarkan secara global. Contohnya antara lain, The Last Plastic, No Straw Challenge, dan Straw Free. Berbagai kegiatan ini menjadikan kita semakin sadar akan bahaya sedotan plastik terhadap lingkungan maupun diri sendiri.

Nah, bagi Anda yang masih memandang sebelah mata terhadap gerakan ini, mungkin alasan kesehatan bisa mengubah pemikiran untuk tidak lagi menggunakan alat bantu minum itu, atau paling tidak meminimalkan penggunaannya.

Paling tidak, ada lima alasan. Mari kita cermati bersama.

1. Kerusakan gigi

Secara ilmiah, ketika Anda mengisap minuman bergula atau asam dengan sedotan, peranti bantu ini akan bertindak seperti selang, dan cairan hanya menyentuh area tertentu dari gigi, mengeksposnya dengan gula yang terkonsentrasi, sehingga menyebabkan kerusakan email gigi Anda.

2. Gas dan rasa kembung

Gas tidak hanya menyebabkan ketidaknyamanan, namun bisa membuat Anda tidak nyaman secara sosial. Ketika Anda mengisap dari sedotan, udara masuk bersamaan dengan apa yang Anda minum. Saat udara mencapai saluran pencernaan, akibatnya adalah rasa kembung dan ingin buang angin.

3. Terlalu banyak minum

Minum melalui sedotan bisa membuat Anda menelan lebih cepat dibandingkan dengan cara menyesap langsung dari cangkir atau gelas. Para ahli percaya bahwa seseorang yang menikmati minuman melalui sedotan akan kehilangan keakuratan estimasi dalam meneguk. Akibatnya, lebih rentan untuk mengonsumsi gula atau alkohol berlebihan.

4. Bahan kimia

Sedotan dibuat dari polypropylene dan ketika Anda mengisap cairan melalui sedotan dengan material ini akan membuat tubuh Anda tercemar pula. Polypropylene, meskipun dianggap aman oleh FDA (Badan Pengawasan Obat dan Makanan milik Amerika Serikat), dalam jumlah tertentu, terbukti bisa mengendap dalam cairan yang Anda minum.

Bahan kimia ini merugikan kesehatan dan bisa mempengaruhi hormon Anda, terutama estrogen. Apalagi jika minuman sedotan terkena cairan panas, sinar UV dan minumannya berubah sifat menjadi asam.

5. Kerutan

Jika Anda peduli dengan masalah kecantikan dan penampilan Anda, inilah salah satu alasan untuk tidak menggunakan sedotan sama sekali. Sama seperti pucker lines yang disebabkan merokok menggunakan pipa, minum dari sedotan terlalu sering bisa memberi Anda kerutan lewat cara yang sama.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Gara - gara Diet Keto, Kacaulah Siklus Menstruasi

Gara - gara Diet Keto, Kacaulah Siklus Menstruasi

Health | Jum'at, 17 Agustus 2018 | 19:45 WIB

Ini Cara yang Benar Menjaga Kulit Wajah Tetap Cantik dan Kenyal

Ini Cara yang Benar Menjaga Kulit Wajah Tetap Cantik dan Kenyal

Lifestyle | Selasa, 14 Agustus 2018 | 19:00 WIB

Ini Saran Penyajian Agar Kental Manis Jadi Minuman Bergizi

Ini Saran Penyajian Agar Kental Manis Jadi Minuman Bergizi

Lifestyle | Sabtu, 11 Agustus 2018 | 16:31 WIB

Benarkah Kecerdasan Diturunkan Secara Genetik?

Benarkah Kecerdasan Diturunkan Secara Genetik?

Health | Kamis, 09 Agustus 2018 | 19:30 WIB

Terkini

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Health | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:56 WIB

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:05 WIB

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:29 WIB

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:22 WIB

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:49 WIB

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:17 WIB

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:01 WIB

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:30 WIB

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:24 WIB

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:17 WIB