Makin Serius Kembangkan Wisata, MarkPlus Center Berkantor di Bali

Fabiola Febrinastri

Jum'at, 24 Agustus 2018 | 15:00 WIB
Makin Serius Kembangkan Wisata, MarkPlus Center Berkantor di Bali
Penandatangan MOU Markplus Center for Tourism and Hospitality dengan Bali Tourism Board (BTB) di Soya Restaurant, Bali, Kamis (23/8/2018). (Dok: Kemenpar)

Suara.com - MarkPlus Center for Tourism & Hospitality (MPCTH) semakin serius untuk mengembangkan pariwisata Bali. MPCTH menempati kantor baru, di Sanur, Bali.

Peresmian kantor baru MPCTH dilakukan Menteri Pariwisata (Menpar), Arief Yahya, dan Menteri Koperasi dan UKM, Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga, di Soya Restaurant, Sanur, Denpasar, Kamis (23/8/2018).

Menurut Arief, keberadaan MPCTH di Bali sangat strategis, karena MPCTH merupakan pusat pengembangan bisnis khusus industri pariwisata dan hospitality. Selain itu, Bali merupakan gerbang dan barometer pariwisata nasional.

"Kehadiran MarkPlus Center for Tourism & Hospitality dan Hermawan Kertajaya sebagai Staf Khusus Pemerintah Provinsi Bali yang diusulkan Bali Tourism Board sangat penting, terutama sebagai konektor Kemenpar-Pemprov Bali-Pemkab/Pemkot untuk merajut satu jalur pariwisata. Ini telah dibuktikan dengan berbagai terobosan yang telah dilakukan selama ini," katanya, Bali, Rabu (22/8/2018).

Menpar menambahkan, keberadaan MPCTH telah menjawab pengembangan infrastruktur, destinasi pariwisata, pemasaran, kebijakan pemerintah dan ekosistem secara komprehensif. Keberadaan pusat pengembangan bisnis ini juga untuk memenuhi standar global untuk membantu mengembangkan sumber daya lokal, sebagai langkah untuk memenangkan kompetisi di industri pariwisata.

"Hal ini seiring dengan target wisman yang ditarget akan mencapai 20 juta wisman di 2019. Ini membutuhkan kerja sama dari seluruh stakeholder pariwisata, dengan memadukan perspektif Penta Helix (Akademisi, Pemerintah, Bisnis, Komunitas dan Media)," ujar menteri asal Banyuwangi tersebut.

Sementara itu, Founder & CEO MarkPlus Inc, Hermawan Kartajaya, mengatakan, MPCTH akan terus berpartisipasi aktif dalam menguatkan pariwisata Indonesia. Salah satunya dengan mengadakan diskusi pariwisata setiap tahun di Jakarta dan Bali.

Hal ini bertujuan untuk memberikan masukan melalui evaluasi dan pencapaian serta tantangan-tantangan yang akan dihadapi oleh pariwisata Indonesia.

Selain itu, MPCTH juga merancang berbagai macam aktivitas dan program, seperti seminar nasional terkait pasar Tiongkok dan India. Narasumber yang diundang pun beragam, dan akan memadukan perspektif Penta Helix.

baca juga

"Saat ini, kami juga membantu pemerintahan provinsi Bali sebagai staf ahli untuk turut serta menyusun grand design pariwisata 5 tahun ke depan, sehingga kepariwisataan Bali sebagai gerbang pariwisata Indonesia akan semakin berkembang lagi," ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terkini

Kronologi 3 Mahasiswa Gugat Ayah Kandung di Palembang hingga Tuntut Nafkah Rp700 Juta

Kronologi 3 Mahasiswa Gugat Ayah Kandung di Palembang hingga Tuntut Nafkah Rp700 Juta

Sumsel | Jum'at, 04 September 2026 | 17:49 WIB

Puan Soroti Respons Lambat Karhutla: Makin Lama Dipadamkan, Makin Mahal Biayanya!

Puan Soroti Respons Lambat Karhutla: Makin Lama Dipadamkan, Makin Mahal Biayanya!

News | Jum'at, 04 September 2026 | 17:45 WIB

Karhutla Terus Berulang, ICW Desak Pemerintah Stop Kasih Izin Konsesi ke Perusahaan

Karhutla Terus Berulang, ICW Desak Pemerintah Stop Kasih Izin Konsesi ke Perusahaan

News | Jum'at, 04 September 2026 | 17:36 WIB

Minta Jatah Riyal Saat Kunker Haji, 24 Anggota Komisi VIII DPR Dibidik KPK!

Minta Jatah Riyal Saat Kunker Haji, 24 Anggota Komisi VIII DPR Dibidik KPK!

News | Jum'at, 04 September 2026 | 17:35 WIB

Akhir Pekan, Listrik Padam di Palembang? OPI Mall hingga RS Hermina Masuk Daftar

Akhir Pekan, Listrik Padam di Palembang? OPI Mall hingga RS Hermina Masuk Daftar

Sumsel | Jum'at, 04 September 2026 | 17:35 WIB

Gempa Cilacap Guncang Perjalanan KA, 20 Kereta di Daop 6 Yogyakarta Mendadak Berhenti

Gempa Cilacap Guncang Perjalanan KA, 20 Kereta di Daop 6 Yogyakarta Mendadak Berhenti

Jogja | Jum'at, 04 September 2026 | 17:31 WIB

Independensi MA Terancam? Ini Alasan PILAR Desak Moratorium Seleksi Hakim Agung 2026

Independensi MA Terancam? Ini Alasan PILAR Desak Moratorium Seleksi Hakim Agung 2026

News | Jum'at, 04 September 2026 | 17:28 WIB

Lapak di Kedoya Ludes Terbakar, 50 Petugas Damkar Berjibaku Jinakkan Api

Lapak di Kedoya Ludes Terbakar, 50 Petugas Damkar Berjibaku Jinakkan Api

News | Jum'at, 04 September 2026 | 17:23 WIB

Pertalite Kembali Langka di Bogor

Pertalite Kembali Langka di Bogor

Bogor | Jum'at, 04 September 2026 | 17:21 WIB

Cuaca Cerah, Tiba-tiba Bruk! Pohon Tumbang di Pandanaran Semarang, Dua Pemotor Tewas

Cuaca Cerah, Tiba-tiba Bruk! Pohon Tumbang di Pandanaran Semarang, Dua Pemotor Tewas

Jawa Tengah | Jum'at, 04 September 2026 | 17:19 WIB

×