PKS: #2019GantiPresiden Gerakan Alamiah

Selasa, 28 Agustus 2018 | 00:01 WIB
PKS: #2019GantiPresiden Gerakan Alamiah
Warga yang menggunakan kaus "Dia Sibuk Kerja" bertemu dengan warga yang menggunakan kaus "2019 Ganti Presiden" bertemu dengan ketika berlangsungnya Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Minggu (29/4). Aksi tersebut sempat dihiasi bentrokan kecil antar dua kubu. [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mustafa Kamal menilai gerakan #2019GantiPresiden merupakan gerakan alamiah di tengah masyarakat. Proses tersebut yang menurut Mustafa harus dijaga di iklim demokrasi.

Mustafa berharap proses berdemokrasi tersebut dapat tercipta untuk membangun sebuah suasana yang sehat. Hal tersebut bertujuan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

"Dan kita berharap semuanya dalam suasana demokrasi yang sehat menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia," kata Mustafa di Hotel Aston, Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, Senin (27/8/2018) malam.

Mustafa menyebut pihaknya akan berupaya menyerap aspirasi dari gerakan yang dinisiasikan oleh Mardani Ali Sera tersebut. Harapanya guna menjalin komunikasi demi terciptanya kesamaan pandangan dalam melihat situasi Indonesia kekinian.

"Ya kita akan cari titik temu untuk mencapai kesamaan pandangan. Kita melihat sebetulnya dalam banyak hal ada kesamaan chemistry, kesamaan semangat untuk membangun Indonesia yang lebih baik. Jadi saya kira gelombangnya ya itu alamiah, dari masyarakat. Kita menangkap aspirasinya untuk kita perjuangkan bersama," jelasnya.

Mustafa menyambut gembira jika nantinya gerakan #2019GantiPresiden memutuskan untuk menyatakan dukungan terhadap pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno. Terlebih jika nantinya gerakan tersebut memiliki kesamaan dengan gagasan yang telah dibangun oleh 4 partai koalisi pengusung Prabowo-Sandiaga.

"Tapi tentu dalam proses peraturan perundangan yang berlaku. Karena gerakan masyarakat ini mempunyai ruang gerak yang menonjol lebih luas dibandigkan parpol yang sudah memang terikat dengan peraturan perundangan yang ada. Kita tidak boleh nanti disemprit, dianggap mendahului dan sebagainya," tandas Mustafa.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI