Ketegangan Selat Hormuz Memanas Kembali, Iran Serang Zona Industri Minyak Uni Emirat Arab

Pebriansyah Ariefana

Selasa, 05 Mei 2026 | 15:44 WIB
Ketegangan Selat Hormuz Memanas Kembali, Iran Serang Zona Industri Minyak Uni Emirat Arab
Rudal Iran
baca 10 detik
  • Iran memperingatkan Amerika Serikat dan UEA untuk menghentikan provokasi militer di wilayah Selat Hormuz.

  • Fasilitas minyak di Fujairah terbakar akibat serangan drone Iran di tengah ketidakpastian gencatan senjata.

  • Menlu Abbas Araghchi menegaskan solusi militer di perairan strategis tersebut hanya akan berakhir buntu.

Suara.com - Upaya diplomasi di Timur Tengah terancam runtuh setelah Iran secara terbuka menolak keterlibatan militer asing di wilayahnya.

Abbas Araghchi menekankan bahwa pengerahan kekuatan bersenjata tidak akan pernah menjadi jawaban atas kebuntuan politik saat ini.

Dikkutip dari Sputnik, kehadiran militer Amerika Serikat dan langkah Uni Emirat Arab dinilai hanya akan memperburuk situasi keamanan di jalur perairan tersebut.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, melontarkan kritik keras terhadap Amerika Serikat setelah negosiasi tingkat tinggi di Islamabad, Pakistan, berakhir tanpa kesepakatan. [Tangkap layar X]
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, melontarkan kritik keras terhadap Amerika Serikat setelah negosiasi tingkat tinggi di Islamabad, Pakistan, berakhir tanpa kesepakatan. [Tangkap layar X]

Pakistan sebenarnya tengah mengupayakan mediasi, namun bayang-bayang kegagalan negosiasi terus menghantui stabilitas kawasan Teluk.

Iran mendesak semua pihak untuk tetap pada jalur dialog agar tidak terjebak dalam kepentingan aktor-aktor tertentu.

Teheran secara resmi menyatakan penolakan terhadap inisiatif "Project Freedom" yang diusung oleh pemerintah Washington baru-baru ini.

Strategi Amerika Serikat untuk mengawal kapal komersial di Selat Hormuz disebut sebagai rencana yang tidak memiliki masa depan.

Iran mengeluarkan peringatan keras kepada Amerika Serikat terkait kehadiran militernya di sekitar Selat Hormuz. [Istimewa]
Iran mengeluarkan peringatan keras kepada Amerika Serikat terkait kehadiran militernya di sekitar Selat Hormuz. [Istimewa]

"Peristiwa di Hormuz memperjelas bahwa tidak ada solusi militer untuk krisis politik. Dengan adanya pembicaraan yang mengalami kemajuan lewat upaya baik Pakistan, Amerika harus waspada agar tidak terseret kembali ke dalam kubangan oleh pihak-pihak yang berniat buruk; begitu pula UEA," kata Araghchi di platform X, Selasa.

Pernyataan keras ini muncul tepat setelah eskalasi fisik kembali pecah di wilayah pesisir Uni Emirat Arab.

baca juga

Aksi saling serang ini menjadi noda pertama bagi kesepakatan damai yang sebelumnya diharapkan bisa bertahan lama.

Militer Iran meluncurkan rentetan serangan rudal dan pesawat nirawak yang menargetkan titik-titik vital di wilayah kedaulatan UEA.

Gelombang serangan udara ini merupakan respon langsung atas dinamika keamanan yang dianggap merugikan posisi tawar pihak Iran.

Otoritas pertahanan Uni Emirat Arab melaporkan telah menembak jatuh 15 rudal balistik serta empat unit drone pengintai.

Meskipun sistem pertahanan udara bekerja maksimal, dampak kerusakan fisik tetap terjadi pada fasilitas infrastruktur energi di pesisir timur.

Zona Industri Minyak Fujairah mengalami insiden kebakaran hebat setelah salah satu fasilitasnya terkena hantaman drone peledak.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kapal Sipil Oman di Selat Hormuz Ditembak Kapal Perang Amerika Serikat, 5 Orang Tewas

Kapal Sipil Oman di Selat Hormuz Ditembak Kapal Perang Amerika Serikat, 5 Orang Tewas

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 15:34 WIB

Tarif Kereta AS untuk Piala Dunia 2026 Melejit, Picu Protes Keras Suporter Global

Tarif Kereta AS untuk Piala Dunia 2026 Melejit, Picu Protes Keras Suporter Global

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 15:23 WIB

Mauricio Pochettino Sesumbar ke Trump: AS Akan Juara Piala Dunia 2026

Mauricio Pochettino Sesumbar ke Trump: AS Akan Juara Piala Dunia 2026

Bola | Selasa, 05 Mei 2026 | 15:07 WIB

Terkini

Semarak Pembukaan Asian Games 2026

Semarak Pembukaan Asian Games 2026

Foto | Minggu, 20 September 2026 | 06:00 WIB

Bank BSN Perluas Solusi Keuangan Syariah Berbasis Emas

Bank BSN Perluas Solusi Keuangan Syariah Berbasis Emas

Foto | Minggu, 20 September 2026 | 05:00 WIB

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

MK Hapus Presidential Threshold, Surya Paloh Dengar Wacana Syarat Baru: Minimal Dukungan 2 Fraksi

MK Hapus Presidential Threshold, Surya Paloh Dengar Wacana Syarat Baru: Minimal Dukungan 2 Fraksi

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

×