Amerika Serikat Paksa 50 Kapal Komersial Putar Balik Hindari Selat Hormuz

Pebriansyah Ariefana

Selasa, 05 Mei 2026 | 15:53 WIB
Amerika Serikat Paksa 50 Kapal Komersial Putar Balik Hindari Selat Hormuz
Kapal perang AS (USNI)
baca 10 detik
  • AS resmi memblokade seluruh pelabuhan Iran demi menghentikan pungutan liar terhadap kapal komersial asing.

  • Sebanyak 15.000 personel dan 100 pesawat dikerahkan dalam Operasi Project Freedom di Selat Hormuz.

  • Ketegangan meningkat setelah adanya klaim serangan rudal Iran terhadap kapal perusak milik militer AS.

Suara.com - Amerika Serikat secara agresif mulai menutup akses maritim menuju seluruh pelabuhan Iran demi menegakkan kepatuhan hukum internasional.

Langkah drastis ini memaksa sedikitnya 50 kapal komersial mengubah rute pelayaran mereka agar tidak memasuki zona terlarang tersebut.

Manuver ini menandai dimulainya kontrol ketat Washington terhadap jalur logistik di salah satu titik paling krusial dunia.

Selat Hormuz (FOX)
Selat Hormuz (FOX)

Militer AS menargetkan pemutusan total arus lalu lintas kapal yang keluar maupun masuk dari wilayah kedaulatan Teheran.

“Hingga hari ini, lima puluh kapal komersial telah dialihkan oleh pasukan AS untuk memastikan kepatuhan,” kata CENTCOM melalui platform X, Senin.

Kebijakan blokade ini menyasar kedua sisi Selat Hormuz yang menjadi urat nadi perdagangan energi global saat ini.

Fokus utama operasi ini adalah mencegah aliran dana segar masuk ke kas Teheran melalui pungutan pelayaran maritim.

ilustrasi kapal tanker melintasi Selat Hormuz (Google Gemini)
ilustrasi kapal tanker melintasi Selat Hormuz (Google Gemini)

Meski demikian, kapal bendera asing tetap diizinkan melintas selama mereka tidak melakukan transaksi pembayaran kepada pemerintah Iran.

Langkah strategis ini merupakan bagian dari instruksi langsung Presiden Donald Trump yang dikenal dengan nama Project Freedom.

baca juga

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengumumkan Project Freedom, operasi untuk membantu kapal-kapal yang terhambat di Selat Hormuz dan ingin meninggalkan kawasan tersebut.

Kekuatan tempur yang dikerahkan untuk mendukung operasi ini mencakup armada laut dan udara yang sangat signifikan.

Kapal perusak rudal berpemandu kini bersiaga penuh untuk memantau setiap pergerakan yang mencurigakan di sekitar selat.

CENTCOM menyatakan dukungan militer untuk operasi itu mencakup kapal perusak rudal berpemandu, lebih dari 100 pesawat berbasis darat dan laut, sistem nirawak multi-domain, serta 15.000 personel militer.

Kehadiran ribuan tentara ini menjadi sinyal peringatan keras bagi otoritas Iran agar tidak mengganggu jalur pelayaran bebas.

Operasi tersebut dimulai pada Senin pagi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Nilai Tukar Rupiah Terus Anjlok saat BPS Umumkan Pertumbuhan Ekonomi Melejit Tinggi

Nilai Tukar Rupiah Terus Anjlok saat BPS Umumkan Pertumbuhan Ekonomi Melejit Tinggi

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 15:48 WIB

Ketegangan Selat Hormuz Memanas Kembali, Iran Serang Zona Industri Minyak Uni Emirat Arab

Ketegangan Selat Hormuz Memanas Kembali, Iran Serang Zona Industri Minyak Uni Emirat Arab

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 15:44 WIB

Kapal Sipil Oman di Selat Hormuz Ditembak Kapal Perang Amerika Serikat, 5 Orang Tewas

Kapal Sipil Oman di Selat Hormuz Ditembak Kapal Perang Amerika Serikat, 5 Orang Tewas

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 15:34 WIB

Terkini

BI Sebut Intervensi Pasar Terus Berlanjut, Ini Rincian Strateginya

BI Sebut Intervensi Pasar Terus Berlanjut, Ini Rincian Strateginya

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 09:14 WIB

Ekspansi Industri Kelapa Dikebut, Pasokan Bahan Baku Jadi Tantangan

Ekspansi Industri Kelapa Dikebut, Pasokan Bahan Baku Jadi Tantangan

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 09:14 WIB

Kaitkan Penyadapan Prabowo dengan Makar, Mahfud Ungkit Isu Jokowi Cuma Beri Jatah Presiden 2 Tahun

Kaitkan Penyadapan Prabowo dengan Makar, Mahfud Ungkit Isu Jokowi Cuma Beri Jatah Presiden 2 Tahun

News | Rabu, 04 November 2026 | 09:06 WIB

Bahlil Mulai Cari Lokasi Proyek Gudang Minyak Mentah di Wilayah Sumatra

Bahlil Mulai Cari Lokasi Proyek Gudang Minyak Mentah di Wilayah Sumatra

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 09:01 WIB

Karhutla Picu 314 Ribu Kasus ISPA di Indonesia, Riau Catat 36.433 Kasus

Karhutla Picu 314 Ribu Kasus ISPA di Indonesia, Riau Catat 36.433 Kasus

Riau | Rabu, 04 November 2026 | 08:51 WIB

Harga BBM Bisa Turun, Minyak Dunia Telah Melemah Hingga 1 Persen

Harga BBM Bisa Turun, Minyak Dunia Telah Melemah Hingga 1 Persen

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 08:50 WIB

Manga Shiba Inu Rooms Diadaptasi Jadi Anime TV Musim Panas 2027

Manga Shiba Inu Rooms Diadaptasi Jadi Anime TV Musim Panas 2027

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 08:50 WIB

Aji Santoso Bongkar Alasan De Red FC Tak Berkutik Lawan PSM Makassar

Aji Santoso Bongkar Alasan De Red FC Tak Berkutik Lawan PSM Makassar

Sulsel | Rabu, 04 November 2026 | 08:48 WIB

Telat Bayar Pajak Kendaraan? Bapenda DKI Hapus Denda hingga Akhir 2026

Telat Bayar Pajak Kendaraan? Bapenda DKI Hapus Denda hingga Akhir 2026

News | Rabu, 04 November 2026 | 08:42 WIB

Daftar 16 Bank Bangkrut Sepanjang Tahun 2026, Berpotensi Bertambah?

Daftar 16 Bank Bangkrut Sepanjang Tahun 2026, Berpotensi Bertambah?

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 08:41 WIB

×