Erick Thohir Disebut Stuntman, Nasdem Sindir Balik Kubu Prabowo

Dwi Bowo Raharjo, Chyntia Sami Bhayangkara

Selasa, 11 September 2018 | 19:37 WIB
Erick Thohir Disebut Stuntman, Nasdem Sindir Balik Kubu Prabowo
Ketua Badan Pemenangan Pemilu Partai Nasdem Effendy Choirie di Kantor DPP Nasdem, Gondangdia, Jakarta Pusat, Selasa (11/9/2018). [Suara.com/Chyntia Sami Bhayangkara]

Suara.com - Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Nasdem Effendy Choirie angkat bicara perihal tuduhan anggota Partai Gerindra, Andre Rosiade yang menyebut Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi) - Maruf Amin, Erick Thohir hanya menjadi 'stuntman'. Ia mengaku tak memperdulikan apa yang dikatakan oleh kubu lawan mengenai Erick.

Effendy mengatakan, kehadiran Erick sebagai ketua TKN justru melengkapi formasi pendukung Jokowi-Maruf.  Kini, formasi koalisi sudah hampir sempurna.

"Silakan mereka menyebut apa saja. Tapi kehadiran Erick Thohir melengkapi pelangi di formasi yang mendukung Pak Jokowi. Ada Santri, agamawan, ada pengusaha, lengkaplah. Jadi saya kira ini koalisi hampir sempurna dengan kompetensi macam-macam," kata Effendy ditemui di Kantor DPP Nasdem, Gondangdia, Jakarta Pusat, Selasa (11/9/2018).

Politikus yang akrab disapa Gus Choi kemudian menyinggung kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno lah yang tidak jelas.

Ia mengatakan tim kampanye Prabowo-Sandiaga didominasi elit Partai Gerindra.

"Memang koalisi sebelah sana kelihatan compang-camping. Keteteran, ya memang tidak ideal, capres, cawapres dan TKN-nya semuanya dari Gerindra," ungkap Gus Choi.

Meskipun kubu Jokowi-Maruf dinilai lebih rapih dan solid, Gus Choi meminta para kader pendukung Jokowi-Maruf untuk tetap rendah hati dan tidak sombong.

Seluruh kader partai koalisi, kata dia, tetap harus bersatu dan berusaha untuk memenangkan Jokowi pada periode kedua kepemimpinannya.

"Tapi semua pendukung Jokowi, TKN Jokowi, tidak boleh gegabah, sombong, harus tetap bekerja. Semua harus bersih, elegan, tawadhu dan sopan santun," tutup Gus Choi.

baca juga

Sebelumnya, Anggota Badan Komunikasi DPP Gerindra, Andre Rosiade menilai penunjukan Erick Thohir hanya sebagai strategi Jokowi untuk manjadikan Erick Thohir sebagai cawapres stuntman.

Maksudnya, Erick Thohir hanya dijadikan Ketua TKN untuk menggaet suara pemilih dari kalangan muda atau milenial. Sebab, cawapres Jokowi, yakni Maruf Amin, sudah berusia 75 tahun.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Erick Thohir Disebut Gerindra Jadi Cawapres Stuntman

Erick Thohir Disebut Gerindra Jadi Cawapres Stuntman

News | Senin, 10 September 2018 | 20:59 WIB

Erick Thohir Jadi Ketua Timses Jokowi, Ini Strategi Prabowo

Erick Thohir Jadi Ketua Timses Jokowi, Ini Strategi Prabowo

News | Senin, 10 September 2018 | 04:33 WIB

Sandiaga Uno: Erick Thohir Sahabat Kecil Saya

Sandiaga Uno: Erick Thohir Sahabat Kecil Saya

News | Senin, 10 September 2018 | 05:31 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×