KPAI: Media Sosial Bisa Picu Tawuran Pelajar

Pebriansyah Ariefana

Kamis, 13 September 2018 | 06:45 WIB
KPAI: Media Sosial Bisa Picu Tawuran Pelajar
Komisioner KPAI. (Suara.com/Imron Fajar)

Suara.com - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyebut saat ini media sosial sering menjadi tempat pemicu tawuran antar-pelajar. Hal tersebut dikatakan Komisioner KPAI Bidang Pendidikan Retno Listiyarti di Jakarta, Rabu, terkait meninggalnya AH (16 tahun) pelajar salah satu SMA di Jakarta yang terlibat tawuran di daerah Jakarta Selatan.

Menurut Retno, media sosial sering menjadi tempat saling ejek sehingga memicu pertengkaran di dunia nyata, pola ini juga mewarnai beberapa kasus tawuran pelajar yang terjadi akhir-akhir ini.

Masalahnya sepele, seperti saling ejek di media sosial. Mereka pun kerap janjian tawuran melalui media sosial juga seperti menentukan tempat dan waktu tawuran, lengkap dengan jam yang disepakati, kata Retno.

Retno mengatakan untuk menghindari polisi, tawuran pun sering dilakukan pada dini hari ketika situasi jalan masih sepi.

Biasanya, lanjut dia para remaja ini tergabung dalam kelompok yang melibatkan tidak hanya teman satu sekolah tapi juga yang berbeda sekolah.

"Jika beda sekolah biasanya ketika di jenjang sekolah sebelumnya mereka satu sekolah, misalnya saat SMP, namun pisah sekolah saat mereka SMA," ucap dia.

Berdasarkan data di bidang pendidikan, kasus tawuran pelajar yang tercatat di KPAI terus mengalami penurunan sejak 2014-2017. Pada tahun 2014 total kasus tawuran di bidang pendidikan mencapai 24 persen, tahun 2015 menurun jadi 17,9 persen, dan turun lagi di tahun 2016 menjadi 12,9 persen. Data yang diambil dari beberapa daerah di Indonesia ini pun tak berubah hingga tahun 2017 kemarin.

"Tapi KPAI mencatat terhitung sejak 23 Agustus 2018 hingga Sabtu (8/9/2018) sedikitnya telah terjadi empat kali tawuran di wilayah berbeda yakni Permata Hijau, Kolong Tol JORR W2, Cileduk Raya wilayah Kreo dan Cileduk Raya Wilayah Kota Tangerang," ucap dia.

Adapun AH (16) merupakan korban dari tawuran pelajar yang terjadi di Kebayoran Lama sepekan lalu. Menurut Polisi, tewasnya AH akibat diserang dengan celurit dan air keras. Polisi sebelumnya menangkap 29 orang dan 10 di antaranya sudah ditetapkan sebagai tersangka. (Imron Fajar)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Bentrokan Ormas di Jaksel Lanjutan dari Tawuran di Tangsel

Bentrokan Ormas di Jaksel Lanjutan dari Tawuran di Tangsel

News | Rabu, 12 September 2018 | 18:20 WIB

Polisi: Pimpinan FBR dan PP Janji Serahkan Pelaku Tawuran

Polisi: Pimpinan FBR dan PP Janji Serahkan Pelaku Tawuran

News | Rabu, 12 September 2018 | 17:04 WIB

Foto 25 Tahun Lalu Dibocorkan, Denada Sampai Bereaksi

Foto 25 Tahun Lalu Dibocorkan, Denada Sampai Bereaksi

Entertainment | Rabu, 12 September 2018 | 15:21 WIB

Menjalar dari Tangsel ke Jakarta, Ini Rentetan Bentrok PP vs FBR

Menjalar dari Tangsel ke Jakarta, Ini Rentetan Bentrok PP vs FBR

News | Rabu, 12 September 2018 | 14:26 WIB

Bentrok Ormas di Gandaria City, Polisi Sebut Tak Ada Korban Jiwa

Bentrok Ormas di Gandaria City, Polisi Sebut Tak Ada Korban Jiwa

News | Rabu, 12 September 2018 | 03:00 WIB

Terkini

Targetkan Stok Minyak 60 Hari! Bahlil Diingatkan Jangan Cuma Bangun 'Tangki' Tanpa Isi

Targetkan Stok Minyak 60 Hari! Bahlil Diingatkan Jangan Cuma Bangun 'Tangki' Tanpa Isi

News | Sabtu, 07 November 2026 | 11:47 WIB

Irene Umar Kenang Kesuksesan Lobi-lobi M4 Mobile Legends Biar Digelar ke Indonesia

Irene Umar Kenang Kesuksesan Lobi-lobi M4 Mobile Legends Biar Digelar ke Indonesia

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 11:37 WIB

Dapur Jadi Kunci Bisnis Kuliner, Begini Pentingnya Menjaga Kualitas Bahan Makanan

Dapur Jadi Kunci Bisnis Kuliner, Begini Pentingnya Menjaga Kualitas Bahan Makanan

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 11:31 WIB

Mitos Kerja Keras: Saat Meritokrasi Menyalahkan Rakyat Kecil

Mitos Kerja Keras: Saat Meritokrasi Menyalahkan Rakyat Kecil

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 11:30 WIB

Hyundai Genjot Produksi Pabrik Cikarang Lewat Perakitan Mobil Listrik Neira

Hyundai Genjot Produksi Pabrik Cikarang Lewat Perakitan Mobil Listrik Neira

Otomotif | Sabtu, 07 November 2026 | 11:30 WIB

Herri Pras Sudah Minta Maaf, Laporan Dugaan Hina Ulama Tetap Berlanjut

Herri Pras Sudah Minta Maaf, Laporan Dugaan Hina Ulama Tetap Berlanjut

Riau | Sabtu, 07 November 2026 | 11:26 WIB

Pramono Beri Tenggat, 3.000 Ton Sampah di Hutan Kota Penjaringan Harus Tuntas Tahun Ini!

Pramono Beri Tenggat, 3.000 Ton Sampah di Hutan Kota Penjaringan Harus Tuntas Tahun Ini!

News | Sabtu, 07 November 2026 | 11:22 WIB

TWS Rp459 Ribuan Ini Punya Baterai 80 Jam dan ANC hingga 52 dB

TWS Rp459 Ribuan Ini Punya Baterai 80 Jam dan ANC hingga 52 dB

Tekno | Sabtu, 07 November 2026 | 11:19 WIB

Apakah Nilai SKD 2024 Bisa Dipakai untuk CPNS 2026? Cek Aturan Resminya

Apakah Nilai SKD 2024 Bisa Dipakai untuk CPNS 2026? Cek Aturan Resminya

News | Sabtu, 07 November 2026 | 11:19 WIB

Telan Biaya Rp35,9 Triliun! Alat Sadap Polri dan Inetelijen Ternyata Ada yang dari Israel

Telan Biaya Rp35,9 Triliun! Alat Sadap Polri dan Inetelijen Ternyata Ada yang dari Israel

News | Sabtu, 07 November 2026 | 11:12 WIB

×