- Meriyati Roeslani Hoegeng, istri Jenderal (Purn) Hoegeng, meninggal dunia pada Selasa, 3 Februari 2025.
- Almarhumah wafat di usia 100 tahun karena kondisi kesehatan yang menurun pada pukul 13.24 WIB.
- Pemakaman direncanakan dilaksanakan Rabu, 4 Januari, setelah salat Zuhur di Taman Pemakaman Giri Tama, Bogor.
Suara.com - Dunia kepolisian Indonesia kehilangan salah satu sosok saksi sejarah pentingnya.
Meriyati Roeslani Hoegeng, istri tercinta mendiang Jenderal (Purn) Hoegeng Iman Santoso, telah berpulang ke hadapan Sang Pencipta pada Selasa (3/2/2025) siang. Meriyati meninggal dunia di usia 100 tahun.
Kepergian Eyang Meri meninggalkan duka mendalam. "Iya benar," ujar Kalemdiklat Polri Komjen Pol. Chryshnanda Dwilaksana saat mengonfirmasi kabar tersebut.
Kesehatan yang menurun menjadi penyebab almarhumah tutup usia pada pukul 13.24 WIB. Mengiringi kepergiannya, doa-doa terbaik dipanjatkan untuk sosok yang setia mendampingi Jenderal Hoegeng sejak masa perjuangan itu.
"Semoga almarhumah kembali dalam keadaan khusnul khotimah, diampuni segala khilaf dan salahnya, diterima semua amal ibadahnya," tambah Chryshnanda.
Berdasarkan keterangan Kepala Rumah Sakit Polri Brigjen Pol. dr. Prima Heru Yulihartono, jenazah direncanakan akan dimakamkan di Taman Pemakaman Giri Tama, Desa Tonjong, Kabupaten Bogor pada Rabu (4/1).
"(Pemakaman) setelah zuhur," tutur dr. Prima.
Eyang Meri lahir di Yogyakarta pada 1925, era Hindia Belanda. Kisah cintanya bersama Jenderal Hoegeng dimulai sejak pernikahan mereka di tahun 1946. Ia dikenal sebagai sosok yang tangguh dan sederhana, menjaga kehormatan keluarga Hoegeng hingga akhir hayatnya. (Antara)
Baca Juga: Panglima TNI Minta Maaf atas Insiden Truk TNI Himpit Dua Polisi Hingga Tewas