Di Kongres GMKI, Jokowi: Jangan Mudah Dipengaruhi Politisi

Bangun Santoso | Suara.com

Jum'at, 14 September 2018 | 11:16 WIB
Di Kongres GMKI, Jokowi: Jangan Mudah Dipengaruhi Politisi
Presiden RI Joko Widodo berbicara pada sesi pleno Forum Ekonomi Dunia ASEAN di Convention Center, di Hanoi, Vietnam, Selasa (12/9/2018) (Foto: ANTARA/REUTERS/Kham)

Suara.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghadiri acara pembukaan Kongres XXXVI Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) di The Forest Resort, Pamoyanan, Bogor, Jawa Barat, Jumat (14/9/2018).

Mengawali sambutannya, Jokowi mengatakan, GMKI sudah 68 tahun mengabdi di tanah air. Ia menjelaskan kalau Indonesia merupakan negara besar yang memiliki 263 juta penduduk yang tersebar di 17 ribu pulau, 514 kabupaten/kota dan 34 Provinsi.

"Ini negara yang sangat besar. Kelihatan kalau saudara-saudara pergi dari ujung barat ke timur, utara, selatan baru terasa negara besar," kata Jokowi.

Selain memiliki wilayah yang luas dan penduduk yang banyak, Indonesia juga dianugerahi oleh tuhan suku, adat, tradisi, dan agama, serta bahasa daerah yang banyak.

"Kita punya 714 suku. Singapura empat suku. Saya dari Afghanistan, Presiden Ashraf Ghani sebut di sana tujuh suku. Bayangkan kita punya 714," ujar Jokowi.

"Betapa negara ini sangat besar sekali. Lebih dari 1100 bahasa daerah. Nggak ada negara yang perbedaan seperti negara kita," sambung Jokowi.

Menurut Jokowi, banyak masyarakat yang lupa dengan kekayaan dan keanekaragaman di Indonesia.

Untuk itu, Kepala Negara meminta pemilihan kepala daerah hingga Pemilihan Presiden 2019 yang akan datang masyarakat bisa hidup rukun meski beda pilihan politik.

"Jangan sampai Pilgub, Pilwakot, Pilpres yang setiap lima tahun kita adakan kita jadi pecah. Rugi besar bangsa ini, rugi besar," kata dia.

Jokowi kemudian meminta pada masyarakat untuk memberikan hak suaranya dengan mencoblos kertas suara pasangan calon yang dianggap paling baik. Setelah itu, masyarakat diminta untuk kembali bersatu dan rukun.

"Jangan bawa-bawa (sampai lama), sudah berlalu masih dibawa-bawa, nanti pecah bangsa ini," kata Jokowi.

Menurut Jokowi, sebagian politisi di Indonesia ada yang suka mempengaruhi masyarakat untuk saling ejek. Ia khawatir hal tersebut dapat menimbulkan perpecahan.

" Pinternya politikus di situ, mempengaruhi. Tapi jangan kita terpengaruh dalam waktu cukup lama, karena berbahaya bagi negara ini," jelas Jokowi. (Dwi Bowo Raharjo)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Petuah Ma'ruf Amin Kepada Santri Ponpes Tertua di Jambi

Petuah Ma'ruf Amin Kepada Santri Ponpes Tertua di Jambi

News | Jum'at, 14 September 2018 | 11:06 WIB

Heboh Iklan Jokowi di Bioskop, Sandiaga: Woles Aja Lah

Heboh Iklan Jokowi di Bioskop, Sandiaga: Woles Aja Lah

News | Jum'at, 14 September 2018 | 10:54 WIB

Dirayu Jokowi dan Prabowo, Yenny Tunggu Silatnas Barikade Gus Dur

Dirayu Jokowi dan Prabowo, Yenny Tunggu Silatnas Barikade Gus Dur

News | Kamis, 13 September 2018 | 19:44 WIB

Demokrat Janji Bujuk Kader yang Membelot ke Jokowi - Ma'ruf Amin

Demokrat Janji Bujuk Kader yang Membelot ke Jokowi - Ma'ruf Amin

News | Kamis, 13 September 2018 | 17:37 WIB

Ruhut Sitompul: Yenny Wahid Dukung Jokowi - Maruf Amin

Ruhut Sitompul: Yenny Wahid Dukung Jokowi - Maruf Amin

News | Kamis, 13 September 2018 | 14:49 WIB

Terkini

Bulog Pastikan Beras SPHP Tetap Terjangkau untuk Masyarakat

Bulog Pastikan Beras SPHP Tetap Terjangkau untuk Masyarakat

News | Senin, 18 Mei 2026 | 23:19 WIB

Kapal Berisi Jurnalis dan Relawan Indonesia Dibajak, Kemlu Kecam Keras Militer Israel

Kapal Berisi Jurnalis dan Relawan Indonesia Dibajak, Kemlu Kecam Keras Militer Israel

News | Senin, 18 Mei 2026 | 23:14 WIB

Mensos Gus Ipul Minta Penjangkauan Calon Siswa Sekolah Rakyat Tepat Sasaran

Mensos Gus Ipul Minta Penjangkauan Calon Siswa Sekolah Rakyat Tepat Sasaran

News | Senin, 18 Mei 2026 | 23:14 WIB

Menjaga Protein dari Hulu, Misi SPHP Jagung Meredam Gejolak Harga Telur

Menjaga Protein dari Hulu, Misi SPHP Jagung Meredam Gejolak Harga Telur

News | Senin, 18 Mei 2026 | 23:11 WIB

Tak Terima Dituntut 5 Tahun Penjara, Noel Ebenezer: KPK Harus Taubat Nasuha

Tak Terima Dituntut 5 Tahun Penjara, Noel Ebenezer: KPK Harus Taubat Nasuha

News | Senin, 18 Mei 2026 | 23:09 WIB

Raksasa Sawit PT Musim Mas Jadi Tersangka Perusakan Lingkungan, Kerugian Capai Rp187 Miliar

Raksasa Sawit PT Musim Mas Jadi Tersangka Perusakan Lingkungan, Kerugian Capai Rp187 Miliar

News | Senin, 18 Mei 2026 | 21:18 WIB

9 WNI Hilang Kontak Usai Diintersep Israel, GPCI Langsung Siagakan 3 KJRI untuk Evakuasi

9 WNI Hilang Kontak Usai Diintersep Israel, GPCI Langsung Siagakan 3 KJRI untuk Evakuasi

News | Senin, 18 Mei 2026 | 21:16 WIB

DPR Desak Kemenhub Awasi Ketat Fuel Surcharge, Jangan Sampai Harga Tiket Ugal-ugalan

DPR Desak Kemenhub Awasi Ketat Fuel Surcharge, Jangan Sampai Harga Tiket Ugal-ugalan

News | Senin, 18 Mei 2026 | 21:10 WIB

Dirjen Binwasnaker K3 Dituntut 4,5 Tahun, Sultan Kemnaker 6 Tahun Penjara

Dirjen Binwasnaker K3 Dituntut 4,5 Tahun, Sultan Kemnaker 6 Tahun Penjara

News | Senin, 18 Mei 2026 | 21:08 WIB

Pramono Anung Resmikan Integrasi CCTV Jakarta, Targetkan 24 Ribu Titik Pantau

Pramono Anung Resmikan Integrasi CCTV Jakarta, Targetkan 24 Ribu Titik Pantau

News | Senin, 18 Mei 2026 | 20:40 WIB