Soal Foto Bareng Bos Asia Sentinel, Begini Kata Moeldoko

Bangun Santoso, Dwi Bowo Raharjo

Selasa, 18 September 2018 | 16:35 WIB
Soal Foto Bareng Bos Asia Sentinel, Begini Kata Moeldoko
Foto Moeldoko berfoto dengan Co-Founder Asia Sentinel, Lin Neumann. (Twitter @RachlanNashidik)

Suara.com - Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menyatakan, tidak akan melakukan operasi intelejen secara terang-terangan. Ini dikatakan Moeldoko menanggapi foto dirinya dengan Lin Neumann-owner Asia Sentinel yang diunggah dan disoal oleh politikus Partai Demokrat.

Artikel berita yang dimuat di laman Asia Sentinel soal Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY yang disebut terlibat pencucian uang Rp 177 triliun diketahui telah membuat heboh khalayak ramai. Namun belakangan, artikel itu telah dihapus.

"Kalau saya sebagai orang yang akan mengendalikan operasi intelijen, kira-kira itu operasi intelijen, bodoh banget saya terbuka begitu. Mungkin saya bisa nggak jadi panglima TNI kalau begitu," ujar Moeldoko di Kantor KSP, Jakarta Pusat, Selasa (18/9/2018).

Moeldoko menjelaskan, foto tersebut diambil saat ia bertemu delegasi AmCham Indonesia, atau American Chamber of Commerce Indonesia pada 2 Mei 2018 lalu.

"Itu hanya kepentingan kepala staf kepresidenan untuk bisa memberi penjelasan kepada investor, para pengusaha-pengusaha luar, yang sudah menanamkan uangnya di dalam negeri. Dan kita ingin menarik investasi lain yang ingin tahu tentang situasi negara," Moeldoko menjelaskan.

"Itu poin pertama yang ingin saya sampaikan. Jangan mengkait-kaitkan dengan yang nggak-nggak," sambung dia.

Mantan panglima TNI ini kemudian mencontohkan, apabila ada seorang perempuan ingin foto berdua dengannya. Namun, secara spontan perempuan tersebut memegang tangan Moeldoko.

"Tapi sudah keburu difoto, jepret. Nah (langsung ada yang nuduh) Pak Moeldoko ini berselingkuh. Kan nggak mungkin tangannya gua banting," katanya mencontohkan.

Moeldoko menegaskan, tidak mengenal Lin Neumann. Ia hadir di acara AmCham hanya sebagai undangan untuk memberikan materi, dan tidak menyinggung soal Bank Century.

baca juga

"Konteksnya itu, jangan diubah-ubah. Wah Istana ada di belakang (pemberitaan Asia Sentinel) Istana mana lagi itu?. Nggak, nggak ada kaitannya sama Istana, sama KSP. Itu saya hanya diundang. Nggak ada yang lain," Moeldoko menegaskan.

Setelah dibisiki oleh salah seorang stafnya, Moeldoko baru tahu kalau Lin Neumann adalah ketua American Chambers.

Sebelumnya, Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat, Rachland Nashidik mengunggah sebuah foto di akun Twitternya, @RachlanNashidik yang berisi Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko berfoto dengan Co-Founder Asia Sentinel, Lin Neumann.

Asia Sentinel merupakan media berbasis di Hong Kong yang mengeluarkan laporan skandal pencucian uang Rp 177 triliun yang diduga melibatkan Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY selama 10 tahun menjadi presiden.

Catatan Redaksi: Asia Sentinel telah menghapus artikel yang dimaksud dalam pemberitaan ini pada hari Rabu, 19 September 2018. Mereka juga menerbitkan artikel permintaan maaf kepada SBY dan Partai Demokrat.

Setelah Asia Sentinel menghapus artikel tersebut, sesuai etika jurnalistik, Suara.com sebagai pihak penyadur turut menghapus isi pemberitaan tersebut.

Informasi ini ditambahkan pada hari Rabu, 3 Oktober 2018.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Moeldoko Jawab Soal Foto dengan Bos Asia Sentinel, Jangan Baper

Moeldoko Jawab Soal Foto dengan Bos Asia Sentinel, Jangan Baper

News | Selasa, 18 September 2018 | 15:30 WIB

Johan Budi Bantah Ada Hubungan Istana dengan Asia Sentinel

Johan Budi Bantah Ada Hubungan Istana dengan Asia Sentinel

News | Selasa, 18 September 2018 | 14:55 WIB

Moeldoko Bicara Kondisi Ekonomi di Listing Arkadia Digital Media

Moeldoko Bicara Kondisi Ekonomi di Listing Arkadia Digital Media

Bisnis | Selasa, 18 September 2018 | 12:50 WIB

Istana Klaim Tak Terlibat soal Pemberitaan Isu Cuci Uang SBY

Istana Klaim Tak Terlibat soal Pemberitaan Isu Cuci Uang SBY

News | Selasa, 18 September 2018 | 12:48 WIB

Demokrat Pajang Bos Asia Sentinel Berfoto dengan Moeldoko

Demokrat Pajang Bos Asia Sentinel Berfoto dengan Moeldoko

News | Selasa, 18 September 2018 | 12:24 WIB

Terkini

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

×