Pulau yang Hilang saat 2 Kali Gempa serta Tsunami Donggala

Reza Gunadha

Senin, 01 Oktober 2018 | 13:29 WIB
Pulau yang Hilang saat 2 Kali Gempa serta Tsunami Donggala
Kondisi bangunan RS Anutapura yang rusak akibat gempa di Palu, Sulawesi Tengah , Sabtu (29/9). (ANTARA FOTO/BNPB/pras)

Suara.com - Sebanyak 1.203 orang meninggal dunia di Donggala maupun Kota Palu, Sulawesi Tengah, ketika gempa dan disusul gelombang tsunami menerpa daerah tersebut, Jumat (28/9) pekan lalu.

"Korban meninggal 1.203 yang tersebar di beberapa titik, jumlah korban terbesar terdapat di Kelurahan Petobo yang rata oleh terjangan tsunami," kata Vice President ACT Insan Nurrohman yang dihubungi Antara di Jakarta, Senin (1/10/2018).

Berdasarkan pencatatan ACT, 700 orang tewas di Kelurahan Petobo; RS Wirabuana 10 orang; RS Undata 201 orang; Masjid Raya 50 orang; RS Bhayangkara 161 orang; Kecamatan Tawaeli 35 orang; Kelurahan Kayumalue Pajeko 2 orang; Kelurahan Kawatuna 5 orang; Pos Pol PP 7 orang; dan, RS Madani 32 orang.

Sementara jumlah orang hilang sebanyak 46 orang, termasuk 61 warga negara asing.

ACT juga mencatat, korban luka berat sebanyak 540 orang yang tersebar di beberapa titik, yaitu RS Woodward Palu sebanyak 28 orang, RS Budi Agung Palu 114 orang, RS Samaritan Palu 54 orang, RS Undata Mamboro Palu 160 orang, dan RS Wirabuana 184 orang.

Jumlah pengungsi di Kota Palu hingga Minggu (30/9) pukul 20.00 WIB diperkirakan sebanyak 16.732 jiwa yang tersebar di 123 titik pengungsian dengan wilayah terdampak Kota Palu, Kabupaten Donggala, Kabupaten Sigi, dan Kabupaten Parigi Moutong.

"Komunikasi lumpuh akibat listrik padam menyebabkan pendataan dan pelaporan dampak gempa dan tsunami di Kota Palu dan Donggala tidak dapat dilakukan dengan cepat," kata Insan.

Tiga Kali Tsunami

Donggala ternyata bukan hanya kali ini diterpa gempa 7,4 skala richter dan tsunami setinggi 1,5 meter sampai 2 meter.

baca juga

Dalam buku Masyhuddin Masyhuda berjudul ”Sejarah Perlawanan Terhadap Kolonialisme dan Imperialisme di Daerah Sulawesi Tengah”, daerah itu sebelumnya sempat diguncang gempa dan diterjang tsunami tahun 1938 dan  1968.

“Pada 1938 terjadi gempa yang hebat menyebabkan air laut naik menyapu rumah-rumah dan pohon kelapa rakyat di sepanjang pantai Kampung Mamboro, di tepi pantai Barat Kabupaten Donggala,” tulis Masyhuddin.

Sementara dalam Newsletter Volume I No. 3, 5 September 1968 yang diterbitkan International Tsunami Information Center di Hawaii, terdapat dua gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah pada 1968.

Gempa 7,3 SR terjadi di Donggala tanggal 10 Agustus 1968. Pusat gempa berada di laut. Setelahnya, gelombang tsunami menerjang kawasan pantai Donggala. Korban jiwa ketika itu mencapai 200 orang dan rumah-rumah ikut hancur di desa pesisir Tambu.

Tak hanya itu, gelombang air laut setinggi 8 meter sampai 10 meter juga menghantam Pulau Tuguan di lepas pantai Sulawesi Utara. Pulau itu berpenduduk ratusan orang. Pantai Donggal serta Teluk Mapaga juga terhantam.

Akibatnya, sedikitnya 800 rumah warga hancur dan 200 orang tewas. Kampung bernama Mapaga di pantai barat Kabupaten Donggala bahkan lenyap, tertelan gelombang ke dalam lautan.

Sementara gempa 7,4 SR kali kedua terjadi pada tanggal 14 Agustus 1968. Berdasarkan catatan Kantor berita Antara, gempa ini ikut memicu tsunami dan melenyapkan Pulau Tuguan.

Aparat kepolisian sempat pergi ke mercusuar Manglihat di Pulau Borneo untuk mencari keberadaan Pulau Tuguan atau penduduknya, namun nihil.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kehabisan BBM, Truk Bantuan Gempa Palu Tertahan di Parigi Moutong

Kehabisan BBM, Truk Bantuan Gempa Palu Tertahan di Parigi Moutong

News | Senin, 01 Oktober 2018 | 13:22 WIB

Polisi Tak Menangkap Pelaku Penjarahan Toko di Kota Palu

Polisi Tak Menangkap Pelaku Penjarahan Toko di Kota Palu

News | Senin, 01 Oktober 2018 | 13:17 WIB

Mengharukan, Bahagianya Enda saat Lihat Wajah Pasha Ungu Lagi

Mengharukan, Bahagianya Enda saat Lihat Wajah Pasha Ungu Lagi

Entertainment | Senin, 01 Oktober 2018 | 13:16 WIB

Sore Ini, Pemprov Kaltim Kirim Logistik 1 Kapal ke Korban Gempa

Sore Ini, Pemprov Kaltim Kirim Logistik 1 Kapal ke Korban Gempa

News | Senin, 01 Oktober 2018 | 13:03 WIB

Detik-detik Ribuan Narapidana Kabur karena Panik Diguncang Gempa

Detik-detik Ribuan Narapidana Kabur karena Panik Diguncang Gempa

News | Senin, 01 Oktober 2018 | 12:56 WIB

Terkini

Pagar Masih dari Bambu, Gibran Janjikan Revitalisasi Sekolah untuk Wilayah 3T

Pagar Masih dari Bambu, Gibran Janjikan Revitalisasi Sekolah untuk Wilayah 3T

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 12:22 WIB

Jakarta Ramai Unjuk Rasa, Pramono Ingatkan Massa Peserta Aksi: Jangan Sentuh Fasilitas Umum

Jakarta Ramai Unjuk Rasa, Pramono Ingatkan Massa Peserta Aksi: Jangan Sentuh Fasilitas Umum

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 12:15 WIB

Ekonom Celios Pertanyakan Anggaran MBG Rp268 Triliun: Kalau Fokus ke 3T, Cukup Rp67 Triliun

Ekonom Celios Pertanyakan Anggaran MBG Rp268 Triliun: Kalau Fokus ke 3T, Cukup Rp67 Triliun

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 12:07 WIB

Dukung Penangkapan Eks Kepala BGN, Tani Merdeka: Program Prabowo Bagus, Oknumnya yang Main!

Dukung Penangkapan Eks Kepala BGN, Tani Merdeka: Program Prabowo Bagus, Oknumnya yang Main!

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 11:50 WIB

Polri hingga KPK Ajukan Tambahan Anggaran, Legislator PKB Minta Kinerja Berdampak Nyata

Polri hingga KPK Ajukan Tambahan Anggaran, Legislator PKB Minta Kinerja Berdampak Nyata

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 11:48 WIB

Dewan Keamanan Iran Akan Luncurkan Balasan Jika Amerika Berkhianat!

Dewan Keamanan Iran Akan Luncurkan Balasan Jika Amerika Berkhianat!

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 11:38 WIB

Pemprov Jabar Tingkatkan Akses Pekerja Informal terhadap BPJS Ketenagakerjaan

Pemprov Jabar Tingkatkan Akses Pekerja Informal terhadap BPJS Ketenagakerjaan

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 11:34 WIB

KPK Dalami Dugaan Illegal Gain Rp 27,8 Miliar Maktour di Kasus Korupsi Kuota Haji

KPK Dalami Dugaan Illegal Gain Rp 27,8 Miliar Maktour di Kasus Korupsi Kuota Haji

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 11:32 WIB

Mahasiswa Trisakti hingga Tani Merdeka Gelar Demo Hari Ini, 4.263 Polisi Berjaga di 5 Titik Jakpus

Mahasiswa Trisakti hingga Tani Merdeka Gelar Demo Hari Ini, 4.263 Polisi Berjaga di 5 Titik Jakpus

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 11:29 WIB

Kemenag Sudah Cairkan Insentif Tahap II untuk Guru PAI Non ASN dan Non Sertifikasi

Kemenag Sudah Cairkan Insentif Tahap II untuk Guru PAI Non ASN dan Non Sertifikasi

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 11:21 WIB