LPI: Ratna Sarumpaet Ciderai Demokrasi Indonesia

Bangun Santoso, Welly Hidayat

Sabtu, 06 Oktober 2018 | 14:38 WIB
LPI: Ratna Sarumpaet Ciderai Demokrasi Indonesia
Diskusi 'Politik Kebohongan dan Demokrasi Elektoral' di Gado-Gado Boplo, Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (6/10/2018). (Suara.com/Welly Hidayat)

Suara.com - Peneliti Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) Ilham Sani menyebut kasus berita bohong atau hoaks aktivis sosial Ratna Sarumpaet seharusnya menjadi contoh pelajaran bagi kehidupan berdemokrasi di Indonesia.

Sebelum akhirnya mengundurkan diri, Ratna Sarumpaet merupakan salah satu juru kampanye nasional (jurkamnas) pasangan Capres-Cawapres Nomor Urut 2 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.

"Ibu Ratna dijadikan contoh pelajaran bagi kehidupan demokrasi. Bukan mencari kesalahan tapi mengada-ada kan sesuatu yang tidak ada," kata Ilham dalam diskusi 'Politik Kebohongan dan Demokrasi Elektoral' di Gado-Gado Boplo, Kuningan , Jakarta Selatan, Sabtu (6/10/2018).

Menurut Ilham, sebelum kebohongan Ratna Sarumpaet itu terbongkar, ia dikenal dan dianggap sebagai sosok yang humanis dan pro demokrasi. Apalagi terus menggelorakan untuk mengganti presiden pada 2019.

"Yang paling melekat ibu Ratna itu tokoh yang juga menggerakan #2019GantiPresiden," ujar Ilham.

Sehingga, ketika Ratna diduga mendapatkan penganiayaan membuat respon cukup keras dari calon presiden kubu Prabowo-Sandiaga.

"Dampaknya, apa yang real dengan informasi sesaat bisa meyakinkan capres negara ini (Prabowo) bersama penasihat elitnya untuk mengelar konferensi pers. Ada kalimat, intimidasi ini disebabkan karena ibu Ratna menjadi bagian dari juru kampanye kubu Prabowo. Ancaman terhadap dia merupakan ancaman terhadap demokrasi," tutur Ilham.

Namun, setelah kebohongan Ratna terbongkar, LPI menganggap sebagai ancaman serius. LPI berharap kasus kebohongan Ratna menjadi yang terakhir dalam pesta demokrasi tahun 2019.

"Mudah-mudahan ini ke depan menjadi satu-satunya kasus terakhir penggunaan kebohongan hoaks, black campaign yang diadak-adakan untuk mengambil keuntungan elektoral. Ini kontestasi politik yang dicederai," imbuh Ilham.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Salah Jadwal, 2 Anak Ratna Sarumpaet Tak Bisa Jenguk Sang Ibu

Salah Jadwal, 2 Anak Ratna Sarumpaet Tak Bisa Jenguk Sang Ibu

News | Sabtu, 06 Oktober 2018 | 14:24 WIB

Sindiran Cak Lontong ke Politikus Demokrat Viral di Media Sosial

Sindiran Cak Lontong ke Politikus Demokrat Viral di Media Sosial

Tekno | Sabtu, 06 Oktober 2018 | 14:15 WIB

Baru Semalam Ditahan, Ratna Sarumpaet Ajukan Status Tahanan Kota

Baru Semalam Ditahan, Ratna Sarumpaet Ajukan Status Tahanan Kota

News | Sabtu, 06 Oktober 2018 | 14:14 WIB

Tak Hanya Hoaks, Polisi Juga Selidiki Rekening Ratna Sarumpaet

Tak Hanya Hoaks, Polisi Juga Selidiki Rekening Ratna Sarumpaet

News | Sabtu, 06 Oktober 2018 | 12:11 WIB

Ratna Sarumpaet Ditahan, Ari Wibowo Jadi Ingat Ramalan Ahok

Ratna Sarumpaet Ditahan, Ari Wibowo Jadi Ingat Ramalan Ahok

Your Say | Sabtu, 06 Oktober 2018 | 10:59 WIB

Terkini

Puan Soroti Respons Lambat Karhutla: Makin Lama Dipadamkan, Makin Mahal Biayanya!

Puan Soroti Respons Lambat Karhutla: Makin Lama Dipadamkan, Makin Mahal Biayanya!

News | Jum'at, 04 September 2026 | 17:45 WIB

Karhutla Terus Berulang, ICW Desak Pemerintah Stop Kasih Izin Konsesi ke Perusahaan

Karhutla Terus Berulang, ICW Desak Pemerintah Stop Kasih Izin Konsesi ke Perusahaan

News | Jum'at, 04 September 2026 | 17:36 WIB

Minta Jatah Riyal Saat Kunker Haji, 24 Anggota Komisi VIII DPR Dibidik KPK!

Minta Jatah Riyal Saat Kunker Haji, 24 Anggota Komisi VIII DPR Dibidik KPK!

News | Jum'at, 04 September 2026 | 17:35 WIB

Akhir Pekan, Listrik Padam di Palembang? OPI Mall hingga RS Hermina Masuk Daftar

Akhir Pekan, Listrik Padam di Palembang? OPI Mall hingga RS Hermina Masuk Daftar

Sumsel | Jum'at, 04 September 2026 | 17:35 WIB

Gempa Cilacap Guncang Perjalanan KA, 20 Kereta di Daop 6 Yogyakarta Mendadak Berhenti

Gempa Cilacap Guncang Perjalanan KA, 20 Kereta di Daop 6 Yogyakarta Mendadak Berhenti

Jogja | Jum'at, 04 September 2026 | 17:31 WIB

Independensi MA Terancam? Ini Alasan PILAR Desak Moratorium Seleksi Hakim Agung 2026

Independensi MA Terancam? Ini Alasan PILAR Desak Moratorium Seleksi Hakim Agung 2026

News | Jum'at, 04 September 2026 | 17:28 WIB

Lapak di Kedoya Ludes Terbakar, 50 Petugas Damkar Berjibaku Jinakkan Api

Lapak di Kedoya Ludes Terbakar, 50 Petugas Damkar Berjibaku Jinakkan Api

News | Jum'at, 04 September 2026 | 17:23 WIB

Pertalite Kembali Langka di Bogor

Pertalite Kembali Langka di Bogor

Bogor | Jum'at, 04 September 2026 | 17:21 WIB

Cuaca Cerah, Tiba-tiba Bruk! Pohon Tumbang di Pandanaran Semarang, Dua Pemotor Tewas

Cuaca Cerah, Tiba-tiba Bruk! Pohon Tumbang di Pandanaran Semarang, Dua Pemotor Tewas

Jawa Tengah | Jum'at, 04 September 2026 | 17:19 WIB

Gempa M5,3 di Selatan Cilacap Dipicu Subduksi, Getaran Terasa di 4 Provinsi

Gempa M5,3 di Selatan Cilacap Dipicu Subduksi, Getaran Terasa di 4 Provinsi

Jawa Tengah | Jum'at, 04 September 2026 | 17:10 WIB

×