Kisah Guru Ngaji Pungut Al Quran di Runtuhan Masjid Gempa Palu

Pebriansyah Ariefana | Suara.com

Rabu, 10 Oktober 2018 | 05:30 WIB
Kisah Guru Ngaji Pungut Al Quran di Runtuhan Masjid Gempa Palu
Umat islam melaksanakan Salat Jumat di Masjid An-Nur, Biromaru, Sigi, Sulawesi Tengah, Jumat (5/10). [ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak]

Suara.com - Herni, dalam kondisi serba terbatas pasca gempa Palu masih ingin mengajar mengaji. Dia mengajar ngaji ke anak-anak Kelurahan Petobo korban gempa dan likuifaksi gempa Palu di Dusun Ranoraupa, Desa Loru Kabupaten Sigi.

Proses belajar mengaji dilaksanakan di tenda sederhana dibantu pencahayaan listrik dari mesin generator. Anak-anak pun tampak begitu antusias mengikuti kegiatan itu.

Herni menyebut, baca tulis Al Quran sangat penting diajarkan kepada anak-anak sejak dini untuk menambah pengetahuan dan wawasan mereka terhadap agama agar kelak dapat menjadi orang yang berguna.

Menurutnya pendidikan agama tidak hanya dilaksanakan terpusat sekolah, tetapi dimana saja bisa dilakukan sepanjang ada kemauan belajar.

"Kegiatan ini kami laksanakan setiap selesai shalat Maghrib, kami ajar baca tulis Al Quran dan durasinya pun tidak sampai 60 menit," kata Herni.

"Waktu kampung kami masih ada, saya sering ajar anak-anak mengaji, kegiatan ini dilakukan atas inisiatif sendiri, selagi ada kesempatan kenapa tidak kita lakukan," kata perempuan yang berprofesi sebagai guru agama SD ini.

Ia mengatakan, belajar mengaji juga merupakan salah satu cara memulihkan kondisi psikologis anak dari rasa trauma yang mereka alami, apa lagi di posko itu ada anak yang tidak punya ibu akibat diterjang gelombang tanah bercampur lumpur.

Ia mengaku, buku metode membaca Al Quran yakni Iqra diambilnya di bawah puing-puing reruntuhan rumahnya dan masjid yang sudah roboh dimanfaatkan untuk sebagai bahan mengajar mengaji.

"Dari pada hanya berserakan di bawah puing-puing reruntuhan mending dimanfaatkan untuk menambah pemahaman agama," ujarnya.

Kelurahan Petobo merupakan salah satu daerah terparah di wilayah Kota Palu akibat dampak musibah gempa dan tsunami serta likuifasi. Dari 1.040 hektare luas wilayah kampung tersebut terdapat 180 hektare rusak tertimbun lumpur yang menelan ribuan korban jiwa. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Palu Rawan Gempa, BMKG Usulkan Ibu Kota Sulteng Dipindahkan

Palu Rawan Gempa, BMKG Usulkan Ibu Kota Sulteng Dipindahkan

Tekno | Selasa, 09 Oktober 2018 | 21:44 WIB

Wapres JK: Korban Gempa Palu Butuh Peralatan Rumah Tangga

Wapres JK: Korban Gempa Palu Butuh Peralatan Rumah Tangga

News | Selasa, 09 Oktober 2018 | 18:51 WIB

Menteri Muhadjir: Banyak Komputer Sekolah di Sulteng Dicuri

Menteri Muhadjir: Banyak Komputer Sekolah di Sulteng Dicuri

News | Selasa, 09 Oktober 2018 | 17:32 WIB

Risiko Likuifaksi Palu Sudah Dipetakan di 2012, Tapi Diabaikan

Risiko Likuifaksi Palu Sudah Dipetakan di 2012, Tapi Diabaikan

Tekno | Selasa, 09 Oktober 2018 | 17:25 WIB

Terkini

Kabar Terkini Insiden Stasiun Bekasi Timur: 17 Penumpang Dirawat, KAI Siaga Layanan Trauma Healing

Kabar Terkini Insiden Stasiun Bekasi Timur: 17 Penumpang Dirawat, KAI Siaga Layanan Trauma Healing

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 15:44 WIB

Mahfud Tegaskan Gaya Militer Tak Cocok dalam Budaya Polri, Ini Penjelasan Lengkapnya

Mahfud Tegaskan Gaya Militer Tak Cocok dalam Budaya Polri, Ini Penjelasan Lengkapnya

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 15:39 WIB

Laga Persija vs Persib Digelar di Samarinda, PT LIB: Bobotoh Tetap Dilarang Hadir!

Laga Persija vs Persib Digelar di Samarinda, PT LIB: Bobotoh Tetap Dilarang Hadir!

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 15:38 WIB

Mahfud Sebut Diskusi Reformasi Polri dengan Prabowo Berlangsung Hangat dan Mengasyikkan

Mahfud Sebut Diskusi Reformasi Polri dengan Prabowo Berlangsung Hangat dan Mengasyikkan

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 15:33 WIB

Reformasi Polri: Kompolnas Bakal Diperkuat Jadi Lembaga Independen dengan Kewenangan Eksekutorial

Reformasi Polri: Kompolnas Bakal Diperkuat Jadi Lembaga Independen dengan Kewenangan Eksekutorial

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 15:20 WIB

Mahfud MD: KPRP Rekomendasikan Rangkap Jabatan Polri Dibatasi Lewat UU ASN

Mahfud MD: KPRP Rekomendasikan Rangkap Jabatan Polri Dibatasi Lewat UU ASN

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 15:18 WIB

Misteri Sopir Minibus Tewas Membiru di Cengkareng: Mesin Masih Menyala, Ada Obat-obatan di Dasbor

Misteri Sopir Minibus Tewas Membiru di Cengkareng: Mesin Masih Menyala, Ada Obat-obatan di Dasbor

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 15:18 WIB

Penampakan Baju Lumat Andrie Yunus, Bukti Kejam Anggota BAIS di Persidangan

Penampakan Baju Lumat Andrie Yunus, Bukti Kejam Anggota BAIS di Persidangan

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 15:09 WIB

Coret Usul Kementerian Polri, Mahfud MD: Takut Dipolitisasi Orang Partai

Coret Usul Kementerian Polri, Mahfud MD: Takut Dipolitisasi Orang Partai

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 14:57 WIB

Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!

Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 14:46 WIB