Kementan: Musim Kemarau, Panen Padi Justru Melimpah

Fabiola Febrinastri

Kamis, 11 Oktober 2018 | 09:18 WIB
Kementan: Musim Kemarau, Panen Padi Justru Melimpah
Ilustrasi lahan padi. (Dok: Kementan)

Suara.com - Meskipun masih musim kemarau, sejumlah petani di sejumlah wilayah tetap produktif. Bahkan beberapa daerah telah memasuki masa panen padi.

Berdasarkan laporan petugas Kementerian Pertanian (Kementan) di lapangan, panen padi sedang berlangsung di Jawa Timur, seperti Sragen, Ponorogo, Tuban, Magetan dan Ngawi.

Laporan lapangan tersebut juga menegaskan bahwa justru pada musim inilah masyarakat bisa mencapai mutu dan harga panen terbaik.

"Justru di musim kemarau, serangan hama rendah dan fotosintesis maksimum. Terjadi panen gadu, dimana produktivitas tinggi dan gabahnya berkualitas. Biaya produksi rendah dan harga gabah yang bagus menjadi berkah untuk petani," kata Direktur Jenderal Tanaman Pangan (Dirjen TP) Kementan, Sumardjo Gatot Irianto, saat dihubungi, Rabu (10/10/2018).

Secara terpisah, Sesditjen Tanaman Pangan, Maman Suherman, di kantornya di Jakarta menyatakan, panen di beberapa daerah tersebut adalah hasil kerja keras petani untuk memenuhi kebutuhan pangan.

"Apa yang kami ungkapkan adalah berdasarkan laporan dan kenyataan di lapangan. Di musim kemarau, petani kita tetap bekerja untuk memenuhi produksi dan pasokan pangan dengan kualitas dan harga yang baik," ujarnya.

Berdasarkan laporan tersebut, Maman mengungkapkan, sekitar 17 ribu ha lahan padi di Kabupaten Ngawi mulai dipanen, termasuk diantaranya di Kecamatan Karangjati, Padas, Pangkur, Bringin, Kawadungan, Ngawi, Paron dan Kedunggalar. Panen tersebut sudah dilakukan dengan menggunakan combine harvester.

Hasil rata-rata mencapai 7,5 ton/ha gabah kering panen (GKP), dengan harga Rp 4.700/kg GKP. Wilayah Ngawi juga akan panen komoditas jagung pada Oktober, pada lahan seluas 2.930 ha.

Sementara itu, di Kabupaten Ponorogo, saat ini sedang panen padi 200 ha, dengan harga Rp 4.700/kg GKP dan provitas 6,6 ton/ha. Untuk periode September–Desember, panen di Ponoroho diperkirakan mencapau luas 11.800 ha.

baca juga

Bahkan pada November-Desember mendatang, diperkirakan akan menjadi puncak luasan panen padi.

Panen juga sedang dilakukan di Kabupaten Tuban. Oktober ini, luas panen diperkirakan mencapai 7.699 ha, dan sampai Desember, diperkirakan total panen mencapai 14.767 ha, atau setara produksi 86.080 ton.

Tidak hanya padi, di Kabupaten Tuban, total luas panen jagung Oktober-Desember diperkirakan seluas 11.477 ha, atau setara 61.711 ton.

"Sementara itu, Kabupaten Magetan mencatat, panen Oktober seluas 3.926 ha, dan dari Oktober-Desember diperkirakan akan ada panen dari lahan seluas 10.496 ha," ujar Maman.

Produksi Beras Aman, Harga Stabil
Berdasarkan perhitungan Kementan, prediksi luas panen Oktober-Desember 2018 sebanyak 2,85 juta ha, sehingga diperkirakan akan ada produksi 15,09 juta ton GKG, atau setara dengan 8,7 juta ton beras.

"Dengan perkiraan kebutuhan beras dari Oktober hingga Desember, yang mencapai 7,5 juta ton, maka kondisi ini masih cukup aman," tegas Maman.

Ia menambahkan, peningkatan produksi padi 2018 terjadi karena Indonesia mampu memanfaatkan kekeringan sebagai peluang untuk meningkatkan luas tanam dan produktivitas. Sumber pertumbuhan luas tanam tersebut diperoleh dari pemanfaatan lahan rawa, lebak dan pasang surut serta pengembangan padi pogo sawah dan gogo rawa.

"Di musim kemarau, peningkatan produktivitas tanaman terjadi karena radiasi matahari maksimal, sementara serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) dimitigasi sehingga resiko kehilangan hasil bisa diminimalisir," ungkap Maman.

Dengan data dan laporan tersebut, Maman menyatakan, isu kenaikan harga perlu dipertanyakan keakuratannya. Terkait harga beras, Maman menekankan bahwa adanya isu kenaikan harga beras tidak bisa dikaitkan dengan produksi yang rendah, karena faktor rantai pasok lebih berpengaruh atas disparitas harga di petani dan di tingkat konsumen.

Laporan data Petugas Informasi Pasar, saat ini, harga rata-rata beras medium Oktober masih lebih rendah daripada harga rata-rata bulanan pada 2018. Harga rata-rata beras medium sampai dengan 5 Oktober adalah Rp 9.131/kg.

Angka ini masih lebih rendah dibanding harga rata-rata bulanan pada 2018, sebesar Rp 9.191/kg. Tidak hanya beras medium, catatan harga beras PIBC pada Oktober untuk beras Cianjur Kepala, IR 64 gradeI dan IR 42, masih lebih rendah dibandingkan harga rata-rata bulanan selama 2018.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

El Nino Bikin Produksi Listrik PLTA Tertekan, Kementerian Bahlil Andalkan Hembusan Angin 24 Jam

El Nino Bikin Produksi Listrik PLTA Tertekan, Kementerian Bahlil Andalkan Hembusan Angin 24 Jam

Bisnis | Kamis, 17 September 2026 | 16:13 WIB

Sungai Jeneberang Kering, Warga Bikin Wisata Dadakan

Sungai Jeneberang Kering, Warga Bikin Wisata Dadakan

Foto | Senin, 14 September 2026 | 10:00 WIB

Pemerintah Siapkan 150.000 Ton Jagung SPHP, Peternak Kecil Dapat Harga Rp5.000/Kg

Pemerintah Siapkan 150.000 Ton Jagung SPHP, Peternak Kecil Dapat Harga Rp5.000/Kg

Bisnis | Selasa, 08 September 2026 | 08:31 WIB

Kemarau Panjang dan Karhutla, MUI Ajak Umat Islam Salat Istisqa Minta Hujan

Kemarau Panjang dan Karhutla, MUI Ajak Umat Islam Salat Istisqa Minta Hujan

News | Jum'at, 04 September 2026 | 13:08 WIB

Bukan Sekadar Bakar Lahan, Ini Akar Masalah Bencana Karhutla di Indonesia

Bukan Sekadar Bakar Lahan, Ini Akar Masalah Bencana Karhutla di Indonesia

News | Jum'at, 04 September 2026 | 07:00 WIB

Berharap Hujan Segera Turun, Masjid Agung Al-Azhar Gelar Shalat Istisqa

Berharap Hujan Segera Turun, Masjid Agung Al-Azhar Gelar Shalat Istisqa

Foto | Selasa, 01 September 2026 | 19:13 WIB

Karhutla Kembali Melanda Kariangau Balikpapan

Karhutla Kembali Melanda Kariangau Balikpapan

Foto | Senin, 31 Agustus 2026 | 08:00 WIB

Jawa Barat Masuk Puncak Musim Kemarau

Jawa Barat Masuk Puncak Musim Kemarau

Foto | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 18:59 WIB

Kemarau Panjang Bikin Air Bersih Langka, 640.000 Liter Disalurkan ke 40 Titik

Kemarau Panjang Bikin Air Bersih Langka, 640.000 Liter Disalurkan ke 40 Titik

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 13:13 WIB

Kemarau Panjang, Gubernur Kalsel Bersama Warga Banjarmasin Gelar Shalat Istisqa

Kemarau Panjang, Gubernur Kalsel Bersama Warga Banjarmasin Gelar Shalat Istisqa

Video | Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:00 WIB

Terkini

Feng Shui Arah Rumah Berdasarkan Tanggal Lahir, Begini Cara Menghitungnya

Feng Shui Arah Rumah Berdasarkan Tanggal Lahir, Begini Cara Menghitungnya

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 19:51 WIB

Lagu 'Bahagia Lagi' Mengingatkan bahwa Gagal Tak Berarti Kehilangan Harapan

Lagu 'Bahagia Lagi' Mengingatkan bahwa Gagal Tak Berarti Kehilangan Harapan

Your Say | Minggu, 04 Oktober 2026 | 19:50 WIB

4 Bedak Tabur Waterproof yang Tidak Mudah Luntur Saat Hujan

4 Bedak Tabur Waterproof yang Tidak Mudah Luntur Saat Hujan

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 19:30 WIB

Rocky Gerung Jadi Wantimpres, Masihkah Ia Seorang Pengkritik Kekuasaan?

Rocky Gerung Jadi Wantimpres, Masihkah Ia Seorang Pengkritik Kekuasaan?

Your Say | Minggu, 04 Oktober 2026 | 19:15 WIB

6 Urutan Zodiak dari yang Paling Dewasa sampai Paling Childish Saat Pacaran

6 Urutan Zodiak dari yang Paling Dewasa sampai Paling Childish Saat Pacaran

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 19:13 WIB

WiFi Publik Apakah Aman? Ini Cara Mengaktifkan Privasi Agar Tak Dipantau

WiFi Publik Apakah Aman? Ini Cara Mengaktifkan Privasi Agar Tak Dipantau

Tekno | Minggu, 04 Oktober 2026 | 19:13 WIB

Mati Mudanya Sebuah Tren: Ketika "Micro-Trends" Mengikis Identitas Diri

Mati Mudanya Sebuah Tren: Ketika "Micro-Trends" Mengikis Identitas Diri

Your Say | Minggu, 04 Oktober 2026 | 19:00 WIB

Selat Hormuz Masih Panas, Harga Minyak Dunia Diprediksi Tembus US$100

Selat Hormuz Masih Panas, Harga Minyak Dunia Diprediksi Tembus US$100

Bisnis | Minggu, 04 Oktober 2026 | 19:00 WIB

Berapa Besaran BSU 2026? Cek Pakai NIK Lewat bsu.kemnaker.go.id

Berapa Besaran BSU 2026? Cek Pakai NIK Lewat bsu.kemnaker.go.id

Bisnis | Minggu, 04 Oktober 2026 | 18:56 WIB

Sinopsis Sunshine through the Rain, Dracin Terbaru Yang Chao Yue dan Winwin

Sinopsis Sunshine through the Rain, Dracin Terbaru Yang Chao Yue dan Winwin

Your Say | Minggu, 04 Oktober 2026 | 18:55 WIB

×