Pemerintah Siapkan 150.000 Ton Jagung SPHP, Peternak Kecil Dapat Harga Rp5.000/Kg

Mohammad Fadil Djailani, Fakhri Fuadi Muflih

Selasa, 08 September 2026 | 08:31 WIB
Pemerintah Siapkan 150.000 Ton Jagung SPHP, Peternak Kecil Dapat Harga Rp5.000/Kg
Petani memanen jagung hasil kerja sama antara Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya dengan Polres Sidoarjo di lahan pertanian Desa Bulang, Kecamatan Prambon, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Jumat (31/10/2025). [ANTARA FOTO/Umarul Faruq/foc]
baca 10 detik
  • Pemerintah siapkan 150.000 ton jagung SPHP untuk peternak kecil.
  • Harga jagung SPHP ditargetkan Rp5.000 per kilogram.
  • Musim kemarau mengancam produksi dan pasokan jagung nasional.

Suara.com - Pemerintah menyiapkan sebanyak 150.000 ton jagung melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) untuk menjaga pasokan dan menekan potensi kenaikan harga jagung di tengah ancaman musim kemarau panjang.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan alias Zulhas mengatakan, musim kemarau berpotensi menekan produksi jagung nasional. Kondisi tersebut dikhawatirkan mengurangi pasokan di pasar dan mendorong harga jagung mengalami kenaikan.

"Saudara-saudara, jagung. Ya, Bulog punya jagung. Kita minta nanti jagungnya itu, SPHP jagung, 150.000 ton untuk menyuplai peternak-peternak yang UMKM, bukan yang pabrik besar," kata Zulhas kepada wartawan, Senin (7/9/2026).

Menurut Zulhas, petani jagung juga menghadapi tekanan akibat kondisi cuaca yang kering. Penurunan produksi dapat membuat pasokan semakin terbatas sehingga berpotensi mengerek harga berdasarkan mekanisme permintaan dan penawaran.

"Karena ini musim paceklik, jagung juga kering. Orang tanam jagung juga kan kering, produksinya pasti turun sekali, bahkan mungkin tidak ada, turun. Nah kalau gitu pasti harga akan mulai naik kan, karena supply and demand," ujarnya.

Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, pemerintah akan menggunakan stok jagung yang tersedia di Perum Bulog untuk memasok kebutuhan peternak rakyat. Penyaluran jagung SPHP ini diprioritaskan bagi peternak kecil dan menengah, sementara industri peternakan skala besar tidak menjadi sasaran program.

"Oleh karena itu jagung ini, Bulog punya stok, itu kita kasih SPHP untuk peternak-peternak yang menengah ke bawah. Bukan yang pabrik-pabrik yang besar," ucap Zulhas.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, kebijakan tersebut juga diperlukan untuk menjaga keberlangsungan produksi telur dan daging yang membutuhkan pasokan pakan ternak.

Kebutuhan tersebut dinilai semakin penting seiring dengan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang meningkatkan kebutuhan terhadap komoditas pangan, termasuk telur dan daging.

baca juga

"Kita ketahui bersama, yang mana saat ini dengan adanya program MBG yang begitu besar kebutuhannya kaitannya dengan telur, daging, dan lain sebagainya, maka perlu support kepada para peternak-peternak kecil yang menengah ke bawah," kata Rizal.

Menurut Rizal, jagung SPHP diharapkan memberikan kepastian harga bahan baku pakan bagi peternak rakyat. Pemerintah menargetkan jagung dalam program tersebut dapat diperoleh peternak dengan harga sekitar Rp5.000 per kilogram.

"Jadi peternak-peternak ini perlu adanya bantuan support dari pemerintah untuk mendapatkan harga jagung yang sangat flat, yaitu Rp5.000. Harapannya dengan jagung SPHP ini," ujarnya.

Rizal memastikan Bulog memiliki stok jagung yang siap disalurkan. Pemerintah juga telah menyetujui usulan penyaluran sebanyak 150.000 ton jagung SPHP bagi peternak rakyat.

"Alhamdulillah tadi disepakati total usulan jagung SPHP adalah 150.000 ton. Nah kebetulan di gudang Bulog juga tersedia dan mudah-mudahan ini bisa mendukung masyarakat, khususnya para peternak-peternak yang mengalami kesulitan SPHP jagung," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Surplus 3 Juta Ton, Apakah Harga Beras Sudah Terjangkau?

Surplus 3 Juta Ton, Apakah Harga Beras Sudah Terjangkau?

Bisnis | Sabtu, 05 September 2026 | 13:08 WIB

Kemarau Panjang dan Karhutla, MUI Ajak Umat Islam Salat Istisqa Minta Hujan

Kemarau Panjang dan Karhutla, MUI Ajak Umat Islam Salat Istisqa Minta Hujan

News | Jum'at, 04 September 2026 | 13:08 WIB

Bukan Sekadar Bakar Lahan, Ini Akar Masalah Bencana Karhutla di Indonesia

Bukan Sekadar Bakar Lahan, Ini Akar Masalah Bencana Karhutla di Indonesia

News | Jum'at, 04 September 2026 | 07:00 WIB

Terkini

Pemerintah Siapkan 150.000 Ton Jagung SPHP, Peternak Kecil Dapat Harga Rp5.000/Kg

Pemerintah Siapkan 150.000 Ton Jagung SPHP, Peternak Kecil Dapat Harga Rp5.000/Kg

Bisnis | Selasa, 08 September 2026 | 08:31 WIB

Antrean Truk Mengular dan Harga Gas Melonjak, Pertamina Harus Beri Penjelasan!

Antrean Truk Mengular dan Harga Gas Melonjak, Pertamina Harus Beri Penjelasan!

Sulsel | Selasa, 08 September 2026 | 08:29 WIB

Titik Api 500 Meter dari Akses Utama, Helikopter TNI AU Dikerahkan Padamkan TPA Galuga

Titik Api 500 Meter dari Akses Utama, Helikopter TNI AU Dikerahkan Padamkan TPA Galuga

Bogor | Selasa, 08 September 2026 | 08:27 WIB

Dari MPP hingga Zona Integritas, Menteri PANRB Dorong Transformasi Pelayanan Publik

Dari MPP hingga Zona Integritas, Menteri PANRB Dorong Transformasi Pelayanan Publik

News | Selasa, 08 September 2026 | 08:27 WIB

21 Perusahaan Terlibat Karhutla Didesak Diproses Hukum, Satu di Riau

21 Perusahaan Terlibat Karhutla Didesak Diproses Hukum, Satu di Riau

Riau | Selasa, 08 September 2026 | 08:26 WIB

Beras Premium Mulai Langka, Bulog Distribusi 75.000 Ton ke Ritel Modern

Beras Premium Mulai Langka, Bulog Distribusi 75.000 Ton ke Ritel Modern

Bisnis | Selasa, 08 September 2026 | 08:24 WIB

Riset Ungkap Dampak Produk Tembakau Dipanaskan ke Kualitas Udara

Riset Ungkap Dampak Produk Tembakau Dipanaskan ke Kualitas Udara

Bisnis | Selasa, 08 September 2026 | 08:21 WIB

Cara Menghitung Diskon dan Harga Akhir Setelah Diskon, Lengkap dengan Contohnya

Cara Menghitung Diskon dan Harga Akhir Setelah Diskon, Lengkap dengan Contohnya

Tekno | Selasa, 08 September 2026 | 08:20 WIB

Penerbangan Pekanbaru-Jakarta Kembali Normal Pasca Erupsi Anak Krakatau

Penerbangan Pekanbaru-Jakarta Kembali Normal Pasca Erupsi Anak Krakatau

Riau | Selasa, 08 September 2026 | 08:16 WIB

Kenapa Toko Apple Masih Diperbanyak Saat Belanja Gadget Makin Online?

Kenapa Toko Apple Masih Diperbanyak Saat Belanja Gadget Makin Online?

Tekno | Selasa, 08 September 2026 | 08:10 WIB

×