Kemarau Panjang Bikin Air Bersih Langka, 640.000 Liter Disalurkan ke 40 Titik

Vania Rossa

Jum'at, 28 Agustus 2026 | 13:13 WIB
Kemarau Panjang Bikin Air Bersih Langka, 640.000 Liter Disalurkan ke 40 Titik
Ilustrasi warga mendapat bantuan air bersih. (Dok. ist)
baca 10 detik
  • BMKG melaporkan 76,5 persen wilayah Indonesia telah memasuki puncak musim kemarau pada Agustus 2026.
  • Kemarau panjang menyebabkan penurunan pasokan air bersih dan menghambat aktivitas serta kesehatan masyarakat di berbagai daerah.
  • Kondisi ini menunjukkan kekeringan bukan sekadar persoalan lingkungan, tetapi juga dapat memengaruhi kesehatan, kesejahteraan, dan aktivitas masyarakat.

Suara.com - Musim kemarau bukan hanya membuat cuaca terasa lebih panas. Di sejumlah wilayah Indonesia, kemarau panjang juga membuat akses masyarakat terhadap air bersih semakin terbatas.

Bagi warga yang tinggal di wilayah terdampak kekeringan, sumber air dapat mengering atau debitnya menurun. Tak jarang, masyarakat harus mencari sumber air lain atau membeli air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Padahal, air menjadi bagian penting dalam kehidupan. Mulai dari minum dan memasak hingga mandi, mencuci, menjaga kebersihan rumah, dan kesehatan keluarga, semuanya membutuhkan ketersediaan air yang cukup.

Kondisi tersebut menjadi semakin penting diperhatikan pada puncak musim kemarau 2026. Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pada Dasarian I Agustus 2026 sebanyak 535 Zona Musim (ZOM) atau 76,5 persen wilayah Indonesia telah memasuki puncak musim kemarau. Sebanyak 169 ZOM atau 25,41 persen lainnya diperkirakan memasuki puncak kemarau pada September.

Sejumlah wilayah juga mengalami penurunan ketersediaan air dan keterbatasan pasokan air bersih, salah satunya Prabumulih, Sumatera Selatan.

Wali Kota Prabumulih H. Arlan mengatakan kemarau ekstrem tahun ini berdampak pada ketersediaan air bersih di wilayahnya.

Arlan pun merespons bantuan air bersih yang datang ke wilayahnya. Menurutnya, bantuan seperti inilah yang bisa langsung dirasakan manfaatnya oleh warga.

Kondisi ini menunjukkan bahwa kekeringan bukan sekadar persoalan lingkungan, tetapi juga dapat memengaruhi kesehatan, kesejahteraan, dan aktivitas masyarakat.

Hal ini seperti dikatakan Kepala Pelaksana BPBD Bantul Mujahid Amrudin, bahwa kekeringan berkepanjangan dapat semakin membatasi akses masyarakat terhadap air bersih.

baca juga

“Kekeringan yang berkepanjangan dapat semakin membatasi akses masyarakat terhadap air bersih yang dibutuhkan untuk kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Bantuan air bersih datang dari pemerintah maupun pihak swasta, salah satunya Tempo Scan Group melalui program Tempo Scan Air Bersih untuk Indonesia pada Agustus hingga September 2026.

Mengusung tema “Mengalirkan Harapan, Menjaga Kehidupan”, program tersebut menyalurkan 640.000 liter air bersih ke 40 titik prioritas di Pulau Jawa dan Sumatera. Beberapa wilayah sasaran antara lain Sumatera Selatan, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan DI Yogyakarta.

Penyaluran dilakukan melalui kolaborasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk mengidentifikasi wilayah yang membutuhkan bantuan.

Winny Yunitawati, Deputy Managing Director CCHC, PT Tempo Scan Pacific Tbk, mengatakan program tersebut merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap masyarakat yang menghadapi keterbatasan akses air bersih.

“Melalui Tempo Scan Air Bersih untuk Indonesia, kami ingin memberikan manfaat nyata dan berdampak langsung yang dirasakan oleh masyarakat khususnya untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih selama periode kekeringan,” pungkas Winny.

Pada akhirnya, ketersediaan air bersih bukan sekadar persoalan memenuhi kebutuhan dasar. Air juga menentukan kemampuan masyarakat untuk menjaga kesehatan, kebersihan, dan menjalankan aktivitas sehari-hari. Karena itu, menghadapi musim kemarau membutuhkan kolaborasi berbagai pihak agar masyarakat terdampak tetap mendapatkan akses terhadap kebutuhan penting tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

1.354 Hektare Sawah Bekasi Dilanda Kekeringan

1.354 Hektare Sawah Bekasi Dilanda Kekeringan

Foto | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 10:00 WIB

Kemarau Panjang, Gubernur Kalsel Bersama Warga Banjarmasin Gelar Shalat Istisqa

Kemarau Panjang, Gubernur Kalsel Bersama Warga Banjarmasin Gelar Shalat Istisqa

Video | Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:00 WIB

Lawan Kekeringan, Petani Tasikmalaya Swadaya Bikin Kincir Air

Lawan Kekeringan, Petani Tasikmalaya Swadaya Bikin Kincir Air

Foto | Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:18 WIB

Terkini

Pertamax Berpotensi Tembus Rp20 Ribu! Pemerintah Harus Siapkan Mitigasi  Sebelum Terlambat

Pertamax Berpotensi Tembus Rp20 Ribu! Pemerintah Harus Siapkan Mitigasi Sebelum Terlambat

News | Selasa, 15 September 2026 | 23:46 WIB

1765 Pelari dari 15 Negara Ramaikan Tangkuban Perahu

1765 Pelari dari 15 Negara Ramaikan Tangkuban Perahu

Sport | Selasa, 15 September 2026 | 23:05 WIB

Peringatan Bahaya di Makkah dan Jeddah Usai Rentetan Serangan Rudal

Peringatan Bahaya di Makkah dan Jeddah Usai Rentetan Serangan Rudal

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:59 WIB

YLBHI Kecam Pengiriman Anak Demonstran ke Barak Militer: Ini Preseden Berbahaya!

YLBHI Kecam Pengiriman Anak Demonstran ke Barak Militer: Ini Preseden Berbahaya!

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:55 WIB

Mau Liburan ke Luar Negeri? BRI dan Golden Rama Kasih Diskon hingga Rp1 Juta!

Mau Liburan ke Luar Negeri? BRI dan Golden Rama Kasih Diskon hingga Rp1 Juta!

Bri | Selasa, 15 September 2026 | 22:45 WIB

Awas! Lima Titik Karhutla di Cianjur Terjadi Hampir Bersamaan

Awas! Lima Titik Karhutla di Cianjur Terjadi Hampir Bersamaan

Jabar | Selasa, 15 September 2026 | 22:35 WIB

Kronologi Lengkap Kasus ATR/BPN, Peran Fahd A Rafiq Diduga Jadi Pengepul Terakhir Uang Haram

Kronologi Lengkap Kasus ATR/BPN, Peran Fahd A Rafiq Diduga Jadi Pengepul Terakhir Uang Haram

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:35 WIB

Gibran 'Blusukan' di Tengah Krisis: Ubah Citra Politik, Ambil Celah yang Luput dari Prabowo?

Gibran 'Blusukan' di Tengah Krisis: Ubah Citra Politik, Ambil Celah yang Luput dari Prabowo?

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:31 WIB

Gibran Temui Korban Keracunan MBG di Karo, Akademisi Dorong Evaluasi Menyeluruh

Gibran Temui Korban Keracunan MBG di Karo, Akademisi Dorong Evaluasi Menyeluruh

Sumut | Selasa, 15 September 2026 | 22:29 WIB

Sopir Truk KM Virgo Transport 8 Belum Ditemukan, Istri di Tulungagung Setia Menunggu Kabar

Sopir Truk KM Virgo Transport 8 Belum Ditemukan, Istri di Tulungagung Setia Menunggu Kabar

Jatim | Selasa, 15 September 2026 | 22:21 WIB

×