Kamis Sore, Pencarian Korban Gempa Palu - Donggala Dihentikan

Pebriansyah Ariefana

Kamis, 11 Oktober 2018 | 11:43 WIB
Kamis Sore, Pencarian Korban Gempa Palu - Donggala Dihentikan
Alat berat dikerahkan untuk membantu pemulihan dan evakuasi gempa di Sulteng. (Suara.com/Muhammad Yasir)

Suara.com - Tim gabungan pencarian korban gempa Palu dan Donggala, Sulawesi Selatan akan menghentikan pencarian korban gempa, Kamis (11/10/2018) sore ini. Proses pencarian dan evakuasi korban gempa juga dihentikan di Kabupaten Sigi, dan Kabupaten Parigi Moutong.

Perkembangan informasi yang dikeluarkan oleh Komando Tugas Gabungan Terpadu (Kogasgabpad) Sulawesi Tengah, dari bencana alam itu telah dapat dievakuasi 2.065 jenazah. Dari jumlah tersebut, sebanyak 924 jenazah telah dimakamkan di pemakaman masal di Paboya, 35 jenazah di pekuburan massal di Pantoloan, 35 jenazah di pekuburan massal di Donggala, dan 1.071 jenazah telah dimakamkan oleh keluarga masing-masing.

Terdapat korban luka-luka sebsnyak 4.612 orang, korban hilang sesuai laporan keluarga sebanyak 680 orang, korban tertimbun sebanyak 152 orang.

Masih banyak korban yang belum dapat dievakuasi, kecil kemungkinannya masih hidup karena sudah 12 hari setelah gempa, terutama di pemukiman padat penduduk di Kelurahan Balaroa (Kecamatan Palu Barat), di Kelurahan Petobo (Kecamatan Palu Selatan) di Kota Palu, dan di Desa Jono Oge (Kecamatan Biromaru) di Kabupaten Sigi.

Bila ditanya seberapa banyak korban gempa yang belum dapat dievakuasi dari tiga lokasi padat penduduk itu. Patut diduga dalam bilangan ribuan orang.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik terbaru 5 Juli 2017, seluruh enam kelurahan di Kecamatan Palu Barat rata-rata penduduknya 9.915 orang. Sementara dari lima kelurahan di Palu Selatan rata-rata berpenduduk 13.424 orang.

Belum lagi ditambah penduduk di Desa Jono Oge yang juga dalam bilangan ribuan.

Penduduk dari tiga lokasi bencana, banyak penduduk saat gempa sedang berada di rumah atau masjid karena berbarengan dengan waktu Sholat Maghrib sehingga terjebak dalam tanah yang bergolak dan bergerak serta mengeluarkan air bercampur lumpur dari dalam tanah.

Berakhir, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) mengakhiri operasi evakuasi korban meninggal pada sore hari, 11 Oktober 2018. Direktur Operasi Basarnas Brigjen TNI (Mar) Bambang Suryo menyampaikan bahwa Basarnas sepenuhnya mengakhiri operasi evakuasi pada tanggal tersebut. Pihaknya akan menyerahkan tugas kepada Basarnas wilayah Kota Palu.

baca juga

"Kami tetap menyiapsiagakan personel Basarnas dari Kantor Palu untuk melakukan asistensi. Dan bila mendapatkan laporan (korban) dari masyarakat, mereka akan melakukan evakuasi," katanya.

Basarnas telah berupaya keras untuk melakukan operasi pencarian dan pertolongan serta evakuasi di lokasi-lokasi yang teridentifikasi adanya korban tertimbun maupun laporan warga. Selama melakukan operasi itu, medan terberat terkonsentrasi pada lokasi-lokasi terdampak fenomena likuifaksi, seperti Petobo, Balaroa, dan Jono Oge.

Hingga kini di tiga lokasi gempa itu juga masih labil sehingga bila tak hati-hati akan membuat petugas terperosok, sedangkan di Petobo juga memunculkan gundukan lumpur di atas ketinggian orang dewasa normal.

Di Petobo dan Balaroa, tanah menjadi labil sedangkan di Jono Oge, personel Basarnas kesulitan untuk melakukan evakuasi meskipun dengan menggunakan alat berat amphibi. Medan berlumpur dan kondisi tanah labil menyulitkan alat berat untuk beroperasi.

Melihat kondisi yang sulit, personel lapangan sangat memperhatikan aspek keselamatan. Bambang menggambarkan bagaimana tanah labil menjadi amblas ketika mereka menginjakkan kaki ke tanah. Estimasi untuk menyisir lokasi terdampak membutuhkan waktu sekitar lima bulan.

Citra satelit menunjukkan bahwa luas areal terdampak di Balaroa mencapai 47,8 hektare, Petobo 180 hektare, dan Jono Oge 202 hektare. Setelah operasi dinyatakan selesai, Basarnas menyerahkan kepada keputusan pemerintah daerah setempat terhadap para korban yang masih terkubur.

Dalam operasi pencarian, pertolongan dan evakuasi tersebut, Basarnas telah mengerahkan ratusan personel. Berdasarkan data Pospenas, total personel yang terlibat dalam upaya pencarian korban sebanyak 404 orang yang terdiri atas 154 personel Basarnas, 13 ABK SAR Wisanggeni, dan 11 ABK KM SAR Laksmana ditambah 230 potensi personel.

Hingga 9 Oktober 2018, pukul 17.45 Wita Basarnas berhasil mengevakuasi korban sejumlah 895 orang, yang terdiri dari 809 korban meninggal dunia dan 86 selamat. Evakuasi korban meninggal dunia pada tanggal tersebut berjumlah 26 jiwa dengan rincian sebagai berikut Kota Palu 20 jiwa, Sigi 4, dan Donggala 2. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Puluhan Artis Gelar Konser dan Penggalangan Dana untuk Palu

Puluhan Artis Gelar Konser dan Penggalangan Dana untuk Palu

Entertainment | Kamis, 11 Oktober 2018 | 10:59 WIB

Gempa Jawa Timur, Pakde Karwo Ajak Pejabat Jatim ke Pulau Sapudi

Gempa Jawa Timur, Pakde Karwo Ajak Pejabat Jatim ke Pulau Sapudi

News | Kamis, 11 Oktober 2018 | 09:45 WIB

Jawa Timur Diguncang Gempa, Warga Surabaya Panik Dikira Ada Hantu

Jawa Timur Diguncang Gempa, Warga Surabaya Panik Dikira Ada Hantu

News | Kamis, 11 Oktober 2018 | 09:02 WIB

Jawa Timur Diguncang Gempa, Pakde Karwo Sibuk Kumpulkan Pejabat

Jawa Timur Diguncang Gempa, Pakde Karwo Sibuk Kumpulkan Pejabat

News | Kamis, 11 Oktober 2018 | 08:44 WIB

Terkini

IHSG Betah di Level 6.300, TINS dan MEDC Wajib Dipantau

IHSG Betah di Level 6.300, TINS dan MEDC Wajib Dipantau

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 09:17 WIB

Sidang Banding Kasus Chromebook Digelar Hari Ini, Nadiem Minta Hakim Uji Ulang Pertimbangan Putusan

Sidang Banding Kasus Chromebook Digelar Hari Ini, Nadiem Minta Hakim Uji Ulang Pertimbangan Putusan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 09:11 WIB

Dua Titik Lokasi Demo di Jakarta Hari Ini

Dua Titik Lokasi Demo di Jakarta Hari Ini

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 09:01 WIB

Review Film CODA: Harmoni Keheningan, Musik, dan Cinta Keluarga

Review Film CODA: Harmoni Keheningan, Musik, dan Cinta Keluarga

Your Say | Rabu, 05 Agustus 2026 | 09:00 WIB

Bromo Dilanda Kebakaran Hutan, Akses Jemplang hingga Senduro Ditutup

Bromo Dilanda Kebakaran Hutan, Akses Jemplang hingga Senduro Ditutup

Foto | Rabu, 05 Agustus 2026 | 09:00 WIB

Cegah Campak hingga ISPA, Bulan Suplementasi Vitamin A Akan Berlangsung Selama Agustus

Cegah Campak hingga ISPA, Bulan Suplementasi Vitamin A Akan Berlangsung Selama Agustus

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:54 WIB

Strategi Mitsubishi Fuso Perkuat Hubungan Konsumen dan Edukasi Perawatan Mesin B50 di GIIAS 2026

Strategi Mitsubishi Fuso Perkuat Hubungan Konsumen dan Edukasi Perawatan Mesin B50 di GIIAS 2026

Otomotif | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:47 WIB

Solusi Dana PIP Tidak Cair, Ini Informasi Resmi dari Kemendikdasmen

Solusi Dana PIP Tidak Cair, Ini Informasi Resmi dari Kemendikdasmen

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:45 WIB

Cara Membedakan Cinta, Manipulasi, dan Penipuan Menurut Detektif Jubun

Cara Membedakan Cinta, Manipulasi, dan Penipuan Menurut Detektif Jubun

Lifestyle | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:45 WIB

OJK Jatuhkan Sanksi Rp91,09 Miliar kepada 104 Pihak di Pasar Modal

OJK Jatuhkan Sanksi Rp91,09 Miliar kepada 104 Pihak di Pasar Modal

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:36 WIB

×