Aktivis PGC Against IMF-WB Pidato Protes di Hadapan Direktur IMF

Reza Gunadha | Suara.com

Kamis, 11 Oktober 2018 | 18:26 WIB
Aktivis PGC Against IMF-WB Pidato Protes di Hadapan Direktur IMF
Direktur IMF Christine Lagarde (kiri) dan Kurniawan Sabar (kanan). [dok.PGC Against IMF-WB]

Suara.com - Aktivis The People's Global Conference Against IMF - World Bank, berpidato menyampaikan protes dalam pertemuan sesi civil society organization di Mangunpura Hall, BICC, Nusa Dua, Bali, Rabu (10/10/2018) sore.

Kurniawan Sabar, aktivis Institute for National and Democracy Studies (INDIES) sekaligus Komite Nasional PGC Against IMF – WB, mengkritik dua lembaga donor tersebut serta menyampaikan adanya represi aparat kepolisian terhadap rencana penyelenggaraan konferensi tandingan yang juga digelar di Bali.

Kritik tersebut diutarakan Kurniawan Sabar di hadapan Direktur IMF Christine Lagarde dan Presiden World Bank Group Jim Yong Kim serta ratusan delegasi pertemuan tersebut.

Berikut isi pidato Sabar tersebut yang disampaikan memakai bahasa Inggris:

Pertama-tama, kami mengucapkan terima kasih kepada IMF – Bank Dunia yang telah mengelola ruang bagi organisasi masyarakat sipil. Akan tetapi, karena tidak semua memiliki kapasitas untuk berada di sini pada hari ini, di luar pertemuan Tahunan IMF-WBG ini, berbagai organisasi masyarakat sipil dari seluruh dunia akan mengadakan Konferensi Rakyat Global di Denpasar.

Kegiatan ini dikelola secara kolektif agar berbagai organisasi masyarakat sipil dan gerakan rakyat mampu secara bebas menyampaikan sikap mereka terhadap dampak program yang didukung oleh IMF-WB.

Namun, kegiatan Konferensi Rakyat Global terus-menerus menerima ancaman. Setelah pelarangan acara publik di seluruh Bali dan adanya upaya untuk membatasi penyelenggaraan Konferensi Rakyat Global, pejabat negara menggunakan berbagai bentuk ‘stigma teroris’ melalui poster di ruang-ruang publik.

Tak hanya itu, ada pula pesan melalui SMS dan WA yang mengancam untuk menghentikan Konferensi Rakyat Global, dan langkah-langkah lainnya yang telah dilakukan untuk membatasi kebebasan berkumpul.

Sore ini, Rabu, 10 Oktober 2018, pimpinan RRI membatalkan pemesanan tempat penyelenggaraan Konferensi Rakyat Global. Mabes Polri juga menggunakan alasan yang tidak masuk akal dengan meminta salinan paspor para delegasi internasional, meskipun tidak ada dasar hukum untuk persyaratan tersebut.

Banyak organisasi masyarakat sipil yang terakreditasi sebagai peserta dalam Pertemuan Tahunan ini juga akan bergabung dalam acara Konferensi Rakyat Global.

Ini adalah ketidakadilan. Dalam hal ini, kami menyerukan kepada IMF – Bank Dunia untuk menguji kebijakan terkait inklusi, investasi terhadap sumber daya manusia, dan kapasitas sektor publik. Jadi, pertanyaan kami adalah: Akankah kita bergantung pada dukungan IMF – Bank Dunia untuk mengadakan kegiatan paralel, seperti Konferensi Rakyat Global ini? Terima kasih. Bersama-sama, mari kita membela hak-hak demokratis rakyat.

Sementara Koordinator PGC Against IMF-WB Mohammad Ali, Kamis (11/10), mengatakan konferensi tandingan Pertemuan Tahunan IMF-WBG yang seyogyanya digelar di Auditorium RRI gagal dilakukan.

Setelahnya, kata Ali, PGC Against IMF-WB mencoba menyeleggarakan konferensi tandingan dengan menyewa ruangan di Nirmala Hotel & Convention Centre, Denpasar, Kamis hari ini.

Namun, sama seperti pengelola Auditorium RRI, pihak pengelola hotel membatalkan pada menit-menit penyelenggaraan konferensi tandingan.

“Mereka awalnya mengatakan konferensi kami belum mendapat izin dari polisi. Tapi, akhirnya mereka mengakui, didatangi intel. Padahal peserta konferensi sudah datang ke hotel,” tuturnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Konjen AS di Bali Didemo, Bubarkan IMF dan World Bank

Konjen AS di Bali Didemo, Bubarkan IMF dan World Bank

News | Kamis, 11 Oktober 2018 | 17:49 WIB

Konferensi Tandingan IMF - World Bank di Bali Diberedel Polisi

Konferensi Tandingan IMF - World Bank di Bali Diberedel Polisi

News | Kamis, 11 Oktober 2018 | 15:52 WIB

Pertemuan IMF Tak Terdampak Gempa Situbondo

Pertemuan IMF Tak Terdampak Gempa Situbondo

Bisnis | Kamis, 11 Oktober 2018 | 13:49 WIB

Gempa Situbondo Terasa Hingga Jembrana, Rumah Warga Rusak

Gempa Situbondo Terasa Hingga Jembrana, Rumah Warga Rusak

News | Kamis, 11 Oktober 2018 | 07:40 WIB

Terkini

Viral! Modus Uang Lewat' di Tanah Abang, Pelaku Palak Pemotor hingga Rp300 Ribu

Viral! Modus Uang Lewat' di Tanah Abang, Pelaku Palak Pemotor hingga Rp300 Ribu

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 18:14 WIB

Siapa Juwono Sudarsono? Profil Menhan Sipil Pertama dan Tokoh Reformis TNI

Siapa Juwono Sudarsono? Profil Menhan Sipil Pertama dan Tokoh Reformis TNI

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 17:20 WIB

Pengembang Game: Proteksi Belum Cukup, Anak Harus Diawasi 24 Jam

Pengembang Game: Proteksi Belum Cukup, Anak Harus Diawasi 24 Jam

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 17:02 WIB

Perang Klaim AS-Iran: Teheran Tepis Kabar Damai yang Digagas Trump

Perang Klaim AS-Iran: Teheran Tepis Kabar Damai yang Digagas Trump

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 16:56 WIB

Kabar Duka, Eks Menhan Juwono Sudarsono Meninggal Dunia di RSPI

Kabar Duka, Eks Menhan Juwono Sudarsono Meninggal Dunia di RSPI

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 16:39 WIB

Waspada Child Grooming, Pengamat Sebut PP Tunas Jadi Senjata Baru Lindungi Anak di Dunia Digital

Waspada Child Grooming, Pengamat Sebut PP Tunas Jadi Senjata Baru Lindungi Anak di Dunia Digital

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 16:32 WIB

PP Tunas Berlaku, Menag Tekankan Fondasi Agama dan Etika untuk Lindungi Anak di Ruang Digital

PP Tunas Berlaku, Menag Tekankan Fondasi Agama dan Etika untuk Lindungi Anak di Ruang Digital

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 16:26 WIB

Krisis Selat Hormuz Memanas, Negara Teluk Siapkan Jalur Alternatif

Krisis Selat Hormuz Memanas, Negara Teluk Siapkan Jalur Alternatif

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 16:12 WIB

Siap-Siap! Besok Puncak Arus Balik Kedua di Kampung Rambutan, 6 Ribu Orang Bakal Tiba di Jakarta

Siap-Siap! Besok Puncak Arus Balik Kedua di Kampung Rambutan, 6 Ribu Orang Bakal Tiba di Jakarta

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 15:30 WIB

Fenomena Pendatang Baru: DPRD Ingatkan Pemprov DKI Jakarta Soal Bom Waktu Sosial

Fenomena Pendatang Baru: DPRD Ingatkan Pemprov DKI Jakarta Soal Bom Waktu Sosial

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 15:21 WIB