Air Tercemar, Puluhan Warga Tangerang Idap Penyakit Kulit Menahun

Bangun Santoso

Sabtu, 13 Oktober 2018 | 08:01 WIB
Air Tercemar, Puluhan Warga Tangerang Idap Penyakit Kulit Menahun
Seorang warga di Kampung Picung menunjukkan bekas penyakit kulit yang diduga akibat pencemaran air di daerah itu. (Suara.com/Anggy Muda)

Suara.com - Sebanyak 54 warga yang berada di RT 01/05, Kampung Picung, Desa Pasar Kemis, Kecamatan Pasar Kemis, Tangerang, Banten mendadak mengalami gatal-gatal dan penyakit kulit di sekujur tubuhnya.

Diduga hal itu terjadi setelah air yang mengalir di pemukiman setempat tercemar bahan kimia yang berasal dari bekas gudang kimia yang berjarak sekitar 100 meter dari pemukiman warga.

Robiah (36) salah seorang warga Kampung Picung mengatakan, air yang diduga tercemar itu berubah warna menjadi cerah kekuningan. Bila air itu terkena kulit, dalam beberapa saat langsung terasa gatal dan panas.

"Ini airnya kalau kena kulit pertama gatal, terus panas dan gak lama langsung merah-merah. Kita juga terpaksa pakai air ini untuk mencuci. Bahkan terkadang untuk mandi. Tapi, kalau untuk makan dan minum itu pakai air beli, air galon," ujar Robiah di Tangerang, Jumat (12/10/2018).

Wanita dua anak ini mengungkapkan, penyakit kulit yang melanda kawasan tersebut telah terjadi sejak tujuh tahun terakhir. Berbagai upaya dilakukan warga, bahkan sampai mengadu ke pemerintah setempat. Namun, hingga saat ini belum ada hasil.

"Kita sudah lapor ke pemerintah tapi sampai saat ini belum ada hasil apa-apa. Kami masih gunakan air kuning ini untuk sehari-hari. Terkadang ada juga pabrik yang kasih kita air bersih tapi gak sering," terangnya.

Bahkan warga menduga, wabah penyakit kulit yang menyerang warga sudah menelan satu korban jiwa. Hal itu dialami salah seorang warga setempat yang meninggal setelah setelah menderita penyakit kulit di sekujur tubuhnya selama satu tahun.

"Ada yang meninggal dua tahun kemarin, namanya pak Bob, dia sudah tua kurang lebih umur 50 tahun lalu, dia meninggal sakit karena gatal-gatal itu," ujar Robiah.

Agus, warga lain mengatakan, warga sudah mendapatkan bantuan dari puskesmas kecamatan yang setiap bulan melakukan pemeriksaan.

baca juga

"Kalau soal penyakitnya ada dibantu sama pihak puskesmas pengobatannya. Tinggal air bersihnya ini karena kalau tidak ada air bersih kita terpaksa tetap pakai air ini," ujar dia.

Agus pun berharap pemerintah setempat dapat membantu masyarakat mendapatkan air bersih untuk kebutuhn sehari-hari.

Kontributor : Anggy Muda

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

3 Hari Dicekoki Ciu, Gadis Putus Sekolah Pingsan Digilir 4 Pemuda

3 Hari Dicekoki Ciu, Gadis Putus Sekolah Pingsan Digilir 4 Pemuda

News | Jum'at, 12 Oktober 2018 | 15:27 WIB

Cari Uang Tambahan, Buruh Diciduk Polisi Karena  Jual Narkoba

Cari Uang Tambahan, Buruh Diciduk Polisi Karena Jual Narkoba

News | Jum'at, 12 Oktober 2018 | 14:06 WIB

Mau Berangkat Kerja, Warga Dihebohkan dengan Ular Sanca 4 Meter

Mau Berangkat Kerja, Warga Dihebohkan dengan Ular Sanca 4 Meter

News | Kamis, 11 Oktober 2018 | 17:42 WIB

Mayat Pakai Baju Batik Kagetkan Emak-emak Saat Cuci Baju di Kali

Mayat Pakai Baju Batik Kagetkan Emak-emak Saat Cuci Baju di Kali

News | Rabu, 10 Oktober 2018 | 17:01 WIB

Malas Kerja dan Jadi Calo, 6 Polisi di Tangerang Dipecat

Malas Kerja dan Jadi Calo, 6 Polisi di Tangerang Dipecat

News | Selasa, 09 Oktober 2018 | 07:42 WIB

Terkini

Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal

Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:11 WIB

Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering

Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:02 WIB

Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026

Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026

Bola | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:55 WIB

Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain

Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:42 WIB

Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar

Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:26 WIB

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:53 WIB

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:52 WIB

Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor

Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:46 WIB

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:42 WIB

×