Awal Pekan Rupiah Diprediksi Menguat di Rp 15.188 - Rp 15.215

Vania Rossa | Achmad Fauzi | Suara.com

Senin, 15 Oktober 2018 | 06:08 WIB
Awal Pekan Rupiah Diprediksi Menguat di Rp 15.188 - Rp 15.215
Rupiah Melemah, JK Himbau Tidak Belanja Tas Branded (instagram)

Suara.com - Pergerakan nilai tukar rupiah pada Senin (15/10/2018) terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bakal kembali positif. Diprediksikan, rupiah bakal menguat.

Analis Senior dari CSA Research Institute, Reza Priyambada, mengatakan pergerakan dolar AS yang masih cenderung melemah di pasar valas Asia yang juga diikuti dengan penurunan imbal hasil obligasi AS diharapkan dapat mengurangi tekanan pada rupiah yang sedang mencoba berbalik naik.

Selain itu, jelas Reza, masih adanya sejumlah sentimen positif terutama dari penilaian lembaga asing dan sejumlah negara terhadap kemampuan Indonesia menghadapi krisis perang dagang yang disampaikan dalam Annual Meeting IMF-WB juga diharapkan dapat memperkuat laju rupiah.

"Diperkirakan Rupiah akan bergerak di kisaran Rp 15.188 - Rp 15.215," ujar Reza di Jakarta, Senin (15/10/2018).

Sementara, Kepala Riset Monex Investindo Futures, Ariston Tjendra, mengatakan peluang penguatan dan pelemahan masih terbuka di hari ini. Menurut dia, kalau dari sisi teknikal, terbentuk doji yang menunjukkan potensi reversal alias penguatan.

Namun, sambung dia, dari sisi fundamental, sentimen eksternal yang melemahkan rupiah masih belum hilang seperti potensi kenaikan suku bunga Fed, perang dagang, dan pelambatan laju ekonomi Global. Sedangkan, dari sisi internal adalah defisit transaksi berjalan atau current account defisit (CAD).

"Rupiah berpeluang bergerak di kisaran Rp 15.170 - Rp 15.230," imbuh Ariston.

Berdasarkan pasar Spot Bloomberg, nilai tukar rupiah pada akhir pekan kemarin (12/10/2018) di level Rp 15.197 per dolar AS. Posisi tersebut menguat dibandingkan pada pergerakan hari sebelumnya di level Rp 15.235 per dolar AS.

Sementara, berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia, Rupiah pada akhir pekan kemarin (12/10/2018) kemarin berada di level Rp 15.194 per dolar AS. Posisi itu juga menguat dari hari sebelumnya di level Rp 15.235 per dolar AS.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Rupiah Terus Melemah, Prabowo Sebut Ada Elit yang Berkhianat

Rupiah Terus Melemah, Prabowo Sebut Ada Elit yang Berkhianat

News | Kamis, 11 Oktober 2018 | 14:09 WIB

Kenaikan Harga BBM Bersubsidi Buat Nilai Tukar Rupiah Menguat?

Kenaikan Harga BBM Bersubsidi Buat Nilai Tukar Rupiah Menguat?

Bisnis | Kamis, 11 Oktober 2018 | 05:52 WIB

Bengkaknya Impor Migas Jadi Penyebab Tertekannya Rupiah

Bengkaknya Impor Migas Jadi Penyebab Tertekannya Rupiah

Bisnis | Jum'at, 05 Oktober 2018 | 16:48 WIB

Terkini

DKBN Batal Dibentuk, Pemerintah Bentuk Satgas PHK Dipimpin Menteri Senior

DKBN Batal Dibentuk, Pemerintah Bentuk Satgas PHK Dipimpin Menteri Senior

News | Senin, 04 Mei 2026 | 19:35 WIB

Viral Buruh Teriak Tidak Soal Makan Bergizi Gratis, Ini Penjelasan Lengkap KSPSI

Viral Buruh Teriak Tidak Soal Makan Bergizi Gratis, Ini Penjelasan Lengkap KSPSI

News | Senin, 04 Mei 2026 | 19:31 WIB

Jakarta Darurat Sampah: Pemprov DKI Percepat Pembangunan PSEL untuk Kurangi Beban Bantargebang

Jakarta Darurat Sampah: Pemprov DKI Percepat Pembangunan PSEL untuk Kurangi Beban Bantargebang

News | Senin, 04 Mei 2026 | 18:58 WIB

Jakarta Selatan Mulai Tergenang Banjir, Layanan Transjakarta Pangkas Rute

Jakarta Selatan Mulai Tergenang Banjir, Layanan Transjakarta Pangkas Rute

News | Senin, 04 Mei 2026 | 18:42 WIB

Siap Lawan Sikap Rasis, Habib Rizieq Ingatkan Prabowo Yaman Bukan Musuh

Siap Lawan Sikap Rasis, Habib Rizieq Ingatkan Prabowo Yaman Bukan Musuh

News | Senin, 04 Mei 2026 | 18:30 WIB

Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran

Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran

News | Senin, 04 Mei 2026 | 18:30 WIB

Pembacokan Mengerikan di Cengkareng, Karyawan Pabrik Roti Tewas Bersimbah Darah

Pembacokan Mengerikan di Cengkareng, Karyawan Pabrik Roti Tewas Bersimbah Darah

News | Senin, 04 Mei 2026 | 18:29 WIB

Kisah Cindy Wanner, Kematian Paling Misterius di California Hingga 30 Tahun Tak Terpecahkan

Kisah Cindy Wanner, Kematian Paling Misterius di California Hingga 30 Tahun Tak Terpecahkan

News | Senin, 04 Mei 2026 | 18:19 WIB

Habib Rizieq Sorot Pernyataan Prabowo soal Yaman, Sebut Terpengaruh 'Jenderal Baliho'

Habib Rizieq Sorot Pernyataan Prabowo soal Yaman, Sebut Terpengaruh 'Jenderal Baliho'

News | Senin, 04 Mei 2026 | 18:16 WIB

Merz Sebut Kebijakan Donald Trump 'Pukulan Telak', Jerman Tetap Upayakan Damai Dagang

Merz Sebut Kebijakan Donald Trump 'Pukulan Telak', Jerman Tetap Upayakan Damai Dagang

News | Senin, 04 Mei 2026 | 18:14 WIB