PKPI: Pernyataan Presiden PKS Cederai Kampanye Damai

Bangun Santoso, Muhammad Yasir

Senin, 15 Oktober 2018 | 11:29 WIB
PKPI: Pernyataan Presiden PKS Cederai Kampanye Damai
Presiden PKS Sohibul Iman [dok. PKS]

Suara.com - Ketua Umum Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), Diaz Hendropriyono menyayangkan pernyataan Presiden PKS, Sohibul Iman yang mempersilakan kadernya untuk berkampanye negatif. Hal itu dinilai dapat mencederai semangat kampanye damai yang telah disepakti.


Dewan Pengarah Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin itu mengungkapkan, kampanye negatif dalam arti menyerang kelemahan lawan memang sah-sah saja dilakukan selagi bukanlah kampanye hitam yang memuat berita bohong. Bahkan mudah saja jika memang pihaknya mau untuk melakukan kampanye negatif terhadap pasangan Capres-Cawapres Nomor urut 02 Prabowo-Sandiaga Uno.

Namun, kata dia, hal itu dinilai tidaklah mendidik dan justru mencederai semangat kampanye damai yang telah disepakti bersama oleh seluruh partai politik peserta Pemilu 2019.

"Namun ini akan membuka adu kampanye negatif yang terbuka, yang tidak mendidik, tidak berbudaya dan tentu saja mencederai semangat kampanye damai yang telah kita tanda tangani bersama," kata Diaz melalui keterang tertulis Minggu, (14/10/2018).

Sementara itu, Sekjen PKPI, Verry Surya Hendrawan menilai pernyataan Sohibul Iman menunjukan kelemahan di tubuh PKS yang telah kehabisan bahan kampanye positif. Pasalnya, jika kader PKS mempunyai prestasi, maka hal itu lah yang seharusnya ditonjolkan.

"Ini kontra produktif dan justru dapat mengaminkan pernyataan beberapa pihak, bahwa PKS kesulitan atau telah kehabisan bahan untuk kampanye positif," ujar dia.

Diketahui, Presiden PKS Sohibul Iman mempersilakan kadernya untuk melakukan kampanye negatif pada Pemilu 2019. Hal itu ia sampaikannya dalam acara Konsolidasi Akbar Nasional PKS di Hotel Bumi Wiyata, Depok, Jawa Barat, Minggu (14/10) kemarin.

"Saya dalam beberapa kesempatan 80 persen dalam kampanye kita harus positive campaign. Silakan antum masuk ke negative campaign cukup 20 persen," kata Sohibul di Hotel Bumi Wiyata, Depok, Jawa Barat, Minggu (14/10).

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Senang Sering Diundang, GNPF-U Dukung PKS pada Pemilu 2019

Senang Sering Diundang, GNPF-U Dukung PKS pada Pemilu 2019

News | Minggu, 14 Oktober 2018 | 17:57 WIB

Sohibul Iman: Banyak Orang Ingin PKS Nangis Bombay Kalah Pemilu

Sohibul Iman: Banyak Orang Ingin PKS Nangis Bombay Kalah Pemilu

News | Minggu, 14 Oktober 2018 | 17:39 WIB

Caleg PKS Teken Pakta Integritas, Disaksikan Wakil Ketua KPK

Caleg PKS Teken Pakta Integritas, Disaksikan Wakil Ketua KPK

News | Minggu, 14 Oktober 2018 | 16:38 WIB

PKS Gelar Konsolidasi Akbar Nasional Guna Memenangkan Pemilu

PKS Gelar Konsolidasi Akbar Nasional Guna Memenangkan Pemilu

News | Minggu, 14 Oktober 2018 | 14:09 WIB

Presiden PKS: Silakan Kampanye Negatif!

Presiden PKS: Silakan Kampanye Negatif!

News | Minggu, 14 Oktober 2018 | 13:22 WIB

Terkini

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

×