Diteror Massa Bercadar, Kraton Tetap Lestarikan Sedekah Laut

Pebriansyah Ariefana

Senin, 15 Oktober 2018 | 11:51 WIB
Diteror Massa Bercadar, Kraton Tetap Lestarikan Sedekah Laut
Foto ilustrasi. [Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara]

Suara.com - Kawedanan Hageng Punakawan (KHP) Widya Budaya Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat menegaskan ritual sedekah laut di Bantun atau labuhan akan tetap diadakan tiap tahun. Sedekah laut Labuhan adalah warisan budaya yang harus dilestarikan.

Sedekah laut Labuhan, menurut KHP Widya Budaya Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, adalah bentuk rasa syukur kepada Sang Pencipta yang sudah dilakukan oleh raja-raja Mataram sejak dahulu kala.

“Benda-benda yang ada dalam setiap Labuhan yang dilakukan oleh Kraton punya makna masing-masing. Itu adalah filosofi rasa syukur,” kata KRT Rintaiswara dari Kawedanan Widya Budaya saat menjadi pembicara sarasehan labuhan di Balai Desa Pleret, Bantul, Minggu (14/10/2018) kemarin.

KHP Widya Budaya adalah institusi yang mengurus, menyimpan, dan merawat buku ataupun manuskrip kuno milik Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat.

Sedekah laut Labuhan adalah upacara tradisional di tepi laut yang diadakan secara rutin setiap tahun pada tanggal kelahiran Sri Sultan HB X, 30 Rajab. Di lingkungan masyarakat, tradisi seperti ini juga masih dilestarikan dan populer dengan nama sedekah laut.

Ritual sedekah laut di Pantai Baru, Desa Poncosari, Kecamatan Srandakan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, yang sedianya digelar Sabtu (13/10/2018) pagi batal digelar.

Pasalnya, sejumlah properti acara dirusak oleh gerombolan bercadar pada Jumat (12/10/2018) tengah malam. Acara sedekah laut yang sudah berlangsung tiap tahun itu akhirnya hanya menggelar acara pentas keseniannya, tanpa acara pelarungan sesaji ke laut.

Seorang nelayan Pantai Baru, Tuwuh (48), membenarkan perusakan properti sedekah laut tersebut.

"Baru kali ini acara sedekah laut dibatalkan. Tenda dan panggung kehormatan sudah terpasang tapi tidak ada sedekah lautnya," kata Tuwuh.

baca juga

Menurut Tuwuh, perusakan terjadi sekitar pukul 23.30 WIB di sekitar pintu masuk Pantai Baru, tepatnya dekat patung ikan hiu dan macan yang menjadi ikon pantai tersebut.

Gerombolan orang sekitar 50 orang datang mengendarai sekitar 20 kendaraan roda empat dan sejumlah kendaraan roda dua. Mereka langsung merusak gapura tempat acara, meja, dan mengobrak-abrik kursi tamu yang sudah tertata rapi.

"Bilang Allahu Akbar, pakai cadar, nyacah bonggol [mencacah penjor] otomatis bawa senjata tajam," kata Tuwuh seperti diberitakan Harian Jogja—jaringan Suara.com.

Setelah melakukan perusakan, pelaku kemudian memasang spanduk bertuliskan, "Kami menolak Semua Kesyirikan Berbalut Budaya Sedekah Laut atau Selainnya".

Tuwuh mengakui menyaksikan langsung kejadian tersebut namun tidak bisa berbuat banyak karena ketakutan.

Akibat kejadian tersebut, sejumlah agenda termasuk agenda puncak berupa labuhan pun batal digelar. Acara hanya menggelar pentas kesenian reog. Makanan sesajian juga akhirnya dibagikan langsung kepada warga.

Ia tidak tahu acara sedekah laut tersebut dianggap syirik. Sejauh ini, acara tersebut sudah rutin digelar setiap tahun. Dana untuk upacara pisungsung jaladri (sedekah laut) murni hasil swadaya dari masyarakat sekitar yang terkumpul sekitar Rp 50 juta.

"Sudah dipersiapkan 15 hari sebelumnya," ucap Tuwuh.

Berita ini kali pertama diterbitkan Harianjogja.com dengan judul "Widya Budaya Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat: Sedekah Laut Harus Dilestarikan"

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Massa Bercadar Serang Ritual Sedekah Laut, Polisi Periksa 9 Orang

Massa Bercadar Serang Ritual Sedekah Laut, Polisi Periksa 9 Orang

News | Minggu, 14 Oktober 2018 | 16:23 WIB

Dianggap Syirik, Massa Cadar Bersenjata Bubarkan Sedekah Laut

Dianggap Syirik, Massa Cadar Bersenjata Bubarkan Sedekah Laut

News | Minggu, 14 Oktober 2018 | 15:34 WIB

Teriak Allahu Akbar, Gerombolan Cadar Rusak Prosesi Sedekah Laut

Teriak Allahu Akbar, Gerombolan Cadar Rusak Prosesi Sedekah Laut

News | Minggu, 14 Oktober 2018 | 13:32 WIB

Sandiaga Sambangi Pasar Imogiri, Pedagang: Gak Kenal Tuh

Sandiaga Sambangi Pasar Imogiri, Pedagang: Gak Kenal Tuh

News | Jum'at, 12 Oktober 2018 | 10:27 WIB

Persija Lakoni Laga Kandang di Bantul, Gede Sindir Pemprov DKI

Persija Lakoni Laga Kandang di Bantul, Gede Sindir Pemprov DKI

Bola | Sabtu, 15 September 2018 | 22:02 WIB

Terkini

Liga Catur Nasional Segera Digulirkan, Percasi Bidik April 2027

Liga Catur Nasional Segera Digulirkan, Percasi Bidik April 2027

Sport | Minggu, 25 Oktober 2026 | 22:05 WIB

Media Vietnam Panas Bahas Adik Mitchell Baker yang Disebut Mau Gabung Timnas Indonesia

Media Vietnam Panas Bahas Adik Mitchell Baker yang Disebut Mau Gabung Timnas Indonesia

Bola | Minggu, 25 Oktober 2026 | 22:05 WIB

Keluarga Polisi Dihantam Tragedi: Avanza Ringsek di Tol Lampung, 6 Orang Tewas Seketika

Keluarga Polisi Dihantam Tragedi: Avanza Ringsek di Tol Lampung, 6 Orang Tewas Seketika

Lampung | Minggu, 25 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Drama Menit Akhir, Persib Tundukkan Garudayaksa FC

Drama Menit Akhir, Persib Tundukkan Garudayaksa FC

Bola | Minggu, 25 Oktober 2026 | 21:54 WIB

Singapura Siapkan Opsi Nuklir Usai Indonesia Stop Ekspor Gas

Singapura Siapkan Opsi Nuklir Usai Indonesia Stop Ekspor Gas

Bisnis | Minggu, 25 Oktober 2026 | 21:44 WIB

Kemenkraf Dorong Komersialisasi Penyiaran Melalui Program Akselerasi Ekonomi Kreatif

Kemenkraf Dorong Komersialisasi Penyiaran Melalui Program Akselerasi Ekonomi Kreatif

Bisnis | Minggu, 25 Oktober 2026 | 21:33 WIB

Pemerintah Tunda Kewajiban Sertifikasi Halal UMKM hingga 2028, Ini Kata Menkop

Pemerintah Tunda Kewajiban Sertifikasi Halal UMKM hingga 2028, Ini Kata Menkop

Bisnis | Minggu, 25 Oktober 2026 | 21:20 WIB

Puluhan Jemaat Gereja di Indragiri Hulu Diduga Keracunan Makanan

Puluhan Jemaat Gereja di Indragiri Hulu Diduga Keracunan Makanan

Riau | Minggu, 25 Oktober 2026 | 21:18 WIB

Bukan Cuma Merek dan Harga, Ini yang Perlu Diperhatikan Saat Membeli Jam Tangan Pre-Owned

Bukan Cuma Merek dan Harga, Ini yang Perlu Diperhatikan Saat Membeli Jam Tangan Pre-Owned

Lifestyle | Minggu, 25 Oktober 2026 | 21:05 WIB

Penasaran Kalahkan Persija Jakarta Racikan Shin Tae-yong, Pelatih Persik Rancang Strategi Khusus

Penasaran Kalahkan Persija Jakarta Racikan Shin Tae-yong, Pelatih Persik Rancang Strategi Khusus

Bola | Minggu, 25 Oktober 2026 | 21:05 WIB

×