Plesetan Make Indonesia Orba Again, Kubu Prabowo Sindir Jokowi

Reza Gunadha, Ria Rizki Nirmala Sari

Senin, 15 Oktober 2018 | 13:54 WIB
Plesetan Make Indonesia Orba Again, Kubu Prabowo Sindir Jokowi
Politisi Demokrat, Ferdinand Hutahaean. (Suara.com/Muhammad Yasir)

Suara.com - Jargon Capres nomor urut 2 Prabowo Subianto saat berpidato, yakni “Make Indonesia Great Again (membuat Indonesia kembali jaya), diplesetkan oleh warganet menjadi Make Indonesia Orba Again (membuat Orde Baru kembali di Indonesia).

Warganet ramai-ramai memplesetkan slogan Prabowo yang mirip dengan jargon Presiden AS Donald Trump tersebut, karena latar belakangi sejarah sang capres dari lingkaran dalam penguasa Orba Soeharto.

Namun, Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto – Sandiaga Uno, yakni Ferdinand Hutahaean mengklaim publik salah kaprah terhadap maksud slogan patronnya itu.

Ferdinand menjelaskan, maksud slogan Prabowo Subianto adalah seruan agar rakyat bersemangat mengembalikan kejayaan yang pernah dicapai Indonesia.

"Yang memplesetkan itukan adalah orang-orang yang kehilangan makna great (kejayaan). Great itu harus dimaknai bahwa Indonesia memang pernah great, sebelum bangsa Indonesia ini terbentuk, masih Nusantara dan terbagi-bagi dalam banyak kerajaan," kata Ferdinand di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senin (15/10/2018).

Prabowo, kata dia, melalui slogan itu bertekad mengembalikan kejayaan Indonesia di mata dunia. Sebab, Presiden Jokowi yang menjadi capres petahana dianggap kurang komunikatif dengan bangsa-bangsa lain sehingga peran Indonesia di tingkat global menjadi lemah.

“Indonesia kehilangan peran di pergaulan dunia internasional sejak Pak Jokowi memimpin. Mungkin, kami paham sih keterbatasan komunikatif Pak Jokowi terhadap pemimpin-pemimpin dunia, sehingga mengakibatkan itu," ujarnya.

Ferdinand lantas menjelaskan, pihak-pihak yang memplesetkan slogan menjadi “Make Indonesia Orba Again” hanya memandang negatif masa Orde Baru.

"Mereka hanya orang yang melihat sesuatu yang negatif yang tidak paham indoensia seperti apa, tidak paham nusantara, jadi pemahamannya hanya menyalahkan dan menjelekkan Orde Baru," tuturnya.

baca juga

Padahal, kata Ferdinand, masih ada prestasi-prestasi yang bisa diadaptasi dari zaman Orde Baru, yakni pembangunan.

"Padahal Orba punya prestasi luar biasa juga, meskipun punya kekurangan di bidang demokrasi. Nah demokrasinya itu akan kami perbaiki, tetapi era pembangunannya kan harus ditiru," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Menlu Palestina: Terima Kasih Jokowi dan Rakyat Indonesia

Menlu Palestina: Terima Kasih Jokowi dan Rakyat Indonesia

News | Senin, 15 Oktober 2018 | 13:39 WIB

Ratna Sarumpaet Legawa Tak Dijenguk Prabowo - Sandiaga Uno

Ratna Sarumpaet Legawa Tak Dijenguk Prabowo - Sandiaga Uno

News | Senin, 15 Oktober 2018 | 13:27 WIB

Cerita Jokowi Soal Jess No Limit Hingga Main Mobile Legend

Cerita Jokowi Soal Jess No Limit Hingga Main Mobile Legend

News | Senin, 15 Oktober 2018 | 12:26 WIB

Intip Obrolan Ma'ruf Amin dengan Sultan Hamengkubuwono X

Intip Obrolan Ma'ruf Amin dengan Sultan Hamengkubuwono X

News | Senin, 15 Oktober 2018 | 12:19 WIB

Terkini

Detik-detik Gempa Susulan NTT saat Konpers Wamendikdasmen

Detik-detik Gempa Susulan NTT saat Konpers Wamendikdasmen

Video | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 18:25 WIB

Tawuran Warga di Manggarai Pecah, 14 Perjalanan Commuter Line Bogor-Jakarta Tertahan

Tawuran Warga di Manggarai Pecah, 14 Perjalanan Commuter Line Bogor-Jakarta Tertahan

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 18:24 WIB

Intip Rahasia Skin Booster DNA Salmon yang Ampuh Pudarkan Flek Hitam, Kulit Glowing Tanpa Iritasi

Intip Rahasia Skin Booster DNA Salmon yang Ampuh Pudarkan Flek Hitam, Kulit Glowing Tanpa Iritasi

Lifestyle | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 18:13 WIB

Laba BSI Tumbuh 11,8 Persen

Laba BSI Tumbuh 11,8 Persen

Bisnis | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 18:07 WIB

Modal Kunci Duplikat, Mantan Karyawan Sate Babi Curi 2 Motor Milik Bos di Tambora

Modal Kunci Duplikat, Mantan Karyawan Sate Babi Curi 2 Motor Milik Bos di Tambora

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 18:04 WIB

Purbaya Siapkan Anggaran Rp 31 Triliun buat Angkat Guru PPPK Jadi PNS

Purbaya Siapkan Anggaran Rp 31 Triliun buat Angkat Guru PPPK Jadi PNS

Bisnis | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 18:02 WIB

Modern Dad dan Warisan Patriarki: Mengubah Cara Ayah Hadir dalam Pengasuhan

Modern Dad dan Warisan Patriarki: Mengubah Cara Ayah Hadir dalam Pengasuhan

Your Say | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 18:00 WIB

DPR Tantang Nyali Menteri Haji, Minta Negosiasi Langsung ke Saudi soal Dana DP Haji Rp66 Miliar

DPR Tantang Nyali Menteri Haji, Minta Negosiasi Langsung ke Saudi soal Dana DP Haji Rp66 Miliar

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 17:57 WIB

Mengapa RAPBN 2027 Dinilai Belum Cukup Mendukung Ekonomi Hijau?

Mengapa RAPBN 2027 Dinilai Belum Cukup Mendukung Ekonomi Hijau?

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 17:55 WIB

Danantara Pastikan PT PP Akan Dimerger

Danantara Pastikan PT PP Akan Dimerger

Bisnis | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 17:52 WIB

×