Komisi II Usul Saksi Dibiayai Pemerintah, Sandiaga: Alhamdulillah

Dwi Bowo Raharjo, Ria Rizki Nirmala Sari

Kamis, 18 Oktober 2018 | 21:32 WIB
Komisi II Usul Saksi Dibiayai Pemerintah, Sandiaga: Alhamdulillah
Cawapres Sandiaga Uno. (Suara.com/ Ria Rizki)

Suara.com - Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno mengucap syukur usai mendengar usulan Komisi II DPR terkait dana saksi pada Pemilu 2019 dibebankan kepada pemerintah. Sandiaga menilai kalau usulan itu dapat mendukung politik yang lebih efisien dan bersih. 

"Alhamdulillah.. Pokoknya saya gini, bikin keputusannya dan keputusannya seperti apa kami akan ikuti. Ini domainnya DPR dan pemerintah. DPR kita tahu kan mayoritasnya ada di pemerintah," kata Sandiaga di Posko Pemenangan Prabowo - Sandiaga, Jalan Sriwijaya I, Jakarta Selatan, Kamis (18/10/2018). 

Menurut Sandiaga, antusias masyarakat terhadap politik semakin berkurang karena melihat citra dunia politik Indonesia yang kurang baik. Apabila nantinya Banggar menyetujui dana saksi dibiayai oleh pemerintah, Sandiaga meyakini akan mengubah citra perpolitikan di Indonesia semakin baik. 

"Kalau politik kita mau benar, ya, harus perbaiki diri. Kalau misalnya mau dibiayai oleh pemerintah, ya konsisten, jangan berubah-ubah," ujarnya. 

Namun, Sandiaga enggan menyampaikan apakah dirinya setuju dana saksi dibebankan kepada pemerintah, sebab dirinya memahami pemerintahan Indonesia kali ini sedang menjalani langkah berat dalam dunia ekonomi. 

"Pemerintah lagi ketar ketir sekarang, utangnya nambah, apakah bisa gitu. Kalau misalnya bisa dan menjadi keputusan, ya, saya support. Tapi saya tidak dalam kapasitas untuk setuju atau tidak setuju," pungkasnya.

Untuk diketahui, Komisi II DPR RI mengusulkan dana saksi Pemilu 2019 ditanggung pemerintah. Hal tersebut diusulkan dikarenakan melihat partai politik tidak memiliki dana yang cukup untuk menghadirkan saksi di setiap TPS. 

Usulan itu pun disetujui oleh 10 fraksi DPR dan sudah diserahkan kepada Badan Anggaran (Banggar) DPR. Akan tetapi, dana anggaran yang akan dikeluarkan negara masih akan diatur sesuai dengan dana yang tersedia. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Diminta Baca UU, Sandiaga Terima Kasih Sudah Ditegur Menteri Susi

Diminta Baca UU, Sandiaga Terima Kasih Sudah Ditegur Menteri Susi

News | Kamis, 18 Oktober 2018 | 21:06 WIB

Foto Sandiaga Uno saat di Pasar Cihapit Ini Bikin Netizen Cemas

Foto Sandiaga Uno saat di Pasar Cihapit Ini Bikin Netizen Cemas

Lifestyle | Kamis, 18 Oktober 2018 | 20:30 WIB

Ahmad Dhani Tersangka, Sandiaga: Saya Tak Mau Diganggu Soal Itu

Ahmad Dhani Tersangka, Sandiaga: Saya Tak Mau Diganggu Soal Itu

News | Kamis, 18 Oktober 2018 | 19:19 WIB

Sandiaga Uno: Cikini Godangdia, Aku Begini karena Nur Asia

Sandiaga Uno: Cikini Godangdia, Aku Begini karena Nur Asia

News | Kamis, 18 Oktober 2018 | 18:41 WIB

Ketua MPR Dukung Usulan Dana Saksi Pemilu Ditanggung Pemerintah

Ketua MPR Dukung Usulan Dana Saksi Pemilu Ditanggung Pemerintah

News | Kamis, 18 Oktober 2018 | 13:56 WIB

Terkini

KPK Ungkap Alasan Tak Menerbitkan Surat Panggilan untuk Silmy Karim

KPK Ungkap Alasan Tak Menerbitkan Surat Panggilan untuk Silmy Karim

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 21:30 WIB

Pemprov DKI Buka 2.843 Lowongan Padat Karya, Syaratnya Cukup KTP Jakarta

Pemprov DKI Buka 2.843 Lowongan Padat Karya, Syaratnya Cukup KTP Jakarta

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 20:56 WIB

Gus Ipul Kunjungi Al Falah Ploso, Minta Doa Kiai Huda untuk Munas-Konbes 2026

Gus Ipul Kunjungi Al Falah Ploso, Minta Doa Kiai Huda untuk Munas-Konbes 2026

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 20:12 WIB

Sepertiga Kelurahan di Jakarta Belum Punya Pos Pemadam Kebakaran

Sepertiga Kelurahan di Jakarta Belum Punya Pos Pemadam Kebakaran

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 19:37 WIB

Prasasti: Stabilitas Rupiah dan Inflasi Jadi Ujian Pemerintah

Prasasti: Stabilitas Rupiah dan Inflasi Jadi Ujian Pemerintah

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 18:38 WIB

Ekstradisi Paulus Tannos ke Indonesia Tunggu Sidang Lanjutan di Singapura pada Agustus 2026

Ekstradisi Paulus Tannos ke Indonesia Tunggu Sidang Lanjutan di Singapura pada Agustus 2026

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 17:40 WIB

ICW soal Kasus Silmy Karim: Pemerasan Masih Marak, Pemerintah Gagal Benahi Sistem Perizinan.

ICW soal Kasus Silmy Karim: Pemerasan Masih Marak, Pemerintah Gagal Benahi Sistem Perizinan.

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 17:18 WIB

4 Cara Mengelola Pengeluaran Bulanan agar Saldo Dompet Digital Lebih Hemat dengan ShopeePay

4 Cara Mengelola Pengeluaran Bulanan agar Saldo Dompet Digital Lebih Hemat dengan ShopeePay

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 16:48 WIB

Sengketa Tanah Kedoya Memanas, Tergugat Persoalkan Status Kuasa Hukum Penggugat

Sengketa Tanah Kedoya Memanas, Tergugat Persoalkan Status Kuasa Hukum Penggugat

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 16:35 WIB

Jakarta Siapkan Sistem Peringatan Dini Kualitas Udara, Warga Bisa Cek Polusi 3 Hari ke Depan

Jakarta Siapkan Sistem Peringatan Dini Kualitas Udara, Warga Bisa Cek Polusi 3 Hari ke Depan

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 14:54 WIB