Caleg PAN Tolak Kampanyekan Prabowo-Sandi, Ace: Mereka Rasional

Ade Indra Kusuma, Ummi Hadyah Saleh

Sabtu, 20 Oktober 2018 | 01:30 WIB
Caleg PAN Tolak Kampanyekan Prabowo-Sandi, Ace: Mereka Rasional
Prabowo-Sandi, pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden periode 2019-2024.[Suara.com/Oke Dwi Atmaja]

Suara.com - Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional Eddy Soeparno mengakui sejumlah caleg PAN menolak mengkampanyekan pasangan calon presiden Prabowo Subianto dan calon wakil presiden Sandiaga Uno.

Padahal, PAN merupakan partai pengusung Prabowo -Sandiaga di Pemilihan Presiden 2019.

Menanggapi hal tersebut, Juru Bicara Tim Kampanye Nasional pasangan calon presiden Joko Widodo dan calon wakil presiden Ma'ruf Amin, Ace Hasan Syadzily mengatakan hal tersebut menunjukkan kecenderungan partai politik berbeda dengan piliihan calon presiden dan calon wakil presiden.

Namun ia mencontohkan Presiden Jokowi yang kembali maju di Pilpres 2019, tentu dipilih kader partai pendukung karena memiliki kinerja yang baik.

"Itu menunjukkan kecenderungan partai politik tidak sama dengan pilihan presiden. Dalam kaitan dengan Jokowi sebagai capres tentu dipilih oleh kader partai pendukung memang memiliki capaian kinerja baik," ujar Ace kepada wartawan, Jumat (19/10/2018).

Ace pun meyakini sejumlah kader PAN yang menolak mendukung Prabowo-Sandiaga dikarenakan penilaian objektif dari kader PAN.

"Mereka akhirnya lebih rasional. Kita tidak bisa maksa mereka untuk memilih. Tapi semata-mata bukan hanya orientasi parpol, mereka lihat secara objektif pada periode ini dinilai sangat baik kinerjanya," kata dia.

Politisi Partai Golkar itu menyebut pihaknya tidak menakuti-nakuti kasus hukum yang menjerat kader parpol pendukung Jokowi-Ma'ruf.

Kata Ace, siapapun yang terjerat kasus hukum harus di proses hukum seperti kasus korupsi yang menimpa Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin yang menjadi tersangka kasus dugaan suap perizinan proyek properti Meikarta.

baca juga

"Tidak ada tekanan dari TKN takuti dengan kasus hukum. Semua diproses hukum kalau salah termasuk Bupati Bekasi," tutur Ace.

Sementara itu, Sekretaris TKN Jokowi -Ma'ruf, Hasto Kristiyanto mengatakan pihaknya memililki perbedaan dalam menempatkan posisi strategis caleg partai politik pengusung.

Adapun pihaknya menempatkan seluruh caleg sebagai Juru Kampanye dari tingkat nasional, provinsi dan kabupaten atau kota.

"Mereka bekerjasama secara baik karena sama-sama meyakini terhadap kepemimpinan pak Jokowi yang membawa perubahan yang progresif bagi Indonesia. Kami juga terus lakukan komunikasi politik sehingga bagi kami seluruh caleg dan kepala daerah dan kader partai, yang kami sebut sebagai tiga pilar partai, itu bergerak aktif dalam memberikan dukungan kepada pak Jokowi-Ma'ruf," ucap Hasto.

"Karena kami melihat indonesia yang maju hanya bisa dicapai dengan kerjasama seluruh komponen bangsa khususnya pemprov, pemda kabupaten atau kota," sambungnya.

Ia juga mencontohkan pengalaman Pilpres 2014 saat Jokowi memerlukan waktu satu tahun untuk melakukan konsolidasi politik di DPR.

"Maka untuk periode ke depan kami harap berbagai persoalan di putaran satu tak terjadi lagi, karena kuatnya dukungan dari koalisi Indonesia kerja pada pak Jokowi-Ma'ruf. Kami punya instrumen untuk mengukur bagaimana dukungan dari tiap parpol ke pak Jokowi dan Kiyai Ma'ruf," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Tim Prabowo: Make Indonesia Great Again Bukan Tiru Donald Trump

Tim Prabowo: Make Indonesia Great Again Bukan Tiru Donald Trump

News | Jum'at, 19 Oktober 2018 | 20:48 WIB

Sejumlah Caleg PAN Membelot, Faizal: Kubu Prabowo Kocar Kacir

Sejumlah Caleg PAN Membelot, Faizal: Kubu Prabowo Kocar Kacir

News | Jum'at, 19 Oktober 2018 | 13:58 WIB

TKN Jokowi Apresiasi 1 Tahun Kepemimpinan Anies Baswedan, Tapi...

TKN Jokowi Apresiasi 1 Tahun Kepemimpinan Anies Baswedan, Tapi...

News | Kamis, 18 Oktober 2018 | 04:00 WIB

Terkini

23 Perusahaan Buang Limbah ke Sungai Cileungsi

23 Perusahaan Buang Limbah ke Sungai Cileungsi

Bogor | Minggu, 20 September 2026 | 22:35 WIB

Dua Legenda Liverpool Sambangi Jakarta, Antusiasme Fans Indonesia Bikin Sami Hyypia Terkejut

Dua Legenda Liverpool Sambangi Jakarta, Antusiasme Fans Indonesia Bikin Sami Hyypia Terkejut

Bola | Minggu, 20 September 2026 | 22:24 WIB

64 Pesawat dan 54.394 Personel Dikerahkan Tangani Karhutla di Indonesia

64 Pesawat dan 54.394 Personel Dikerahkan Tangani Karhutla di Indonesia

News | Minggu, 20 September 2026 | 21:45 WIB

98 Resolution Network Kirim Ratusan Tenda dan Bantuan Pendidikan ke Lokasi Gempa NTT

98 Resolution Network Kirim Ratusan Tenda dan Bantuan Pendidikan ke Lokasi Gempa NTT

News | Minggu, 20 September 2026 | 21:32 WIB

Denny Indrayana Tantang Gibran Hadir di Sidang MK soal Keabsahan Cawapres

Denny Indrayana Tantang Gibran Hadir di Sidang MK soal Keabsahan Cawapres

News | Minggu, 20 September 2026 | 21:18 WIB

Houthi Ultimatum Arab Saudi: Serang Yaman, Bandara Bakal Hancur Lebur

Houthi Ultimatum Arab Saudi: Serang Yaman, Bandara Bakal Hancur Lebur

News | Minggu, 20 September 2026 | 21:05 WIB

Prabowo Minta Sanksi Pembakar Hutan Masuk Kategori Terorisme Ekologi

Prabowo Minta Sanksi Pembakar Hutan Masuk Kategori Terorisme Ekologi

Video | Minggu, 20 September 2026 | 21:01 WIB

5 Alasan Tarik Tunai di ATM Masih Terasa Merepotkan di Era Digital

5 Alasan Tarik Tunai di ATM Masih Terasa Merepotkan di Era Digital

Jabar | Minggu, 20 September 2026 | 20:58 WIB

Gibran Sentil Pegawai SPPG yang Olok-olok Korban Keracunan MBG: Jangan Bully Anak-anak

Gibran Sentil Pegawai SPPG yang Olok-olok Korban Keracunan MBG: Jangan Bully Anak-anak

News | Minggu, 20 September 2026 | 20:51 WIB

6 Masalah Tarik Tunai Konvensional yang Bikin Orang Beralih ke Dompet Digital

6 Masalah Tarik Tunai Konvensional yang Bikin Orang Beralih ke Dompet Digital

Sulsel | Minggu, 20 September 2026 | 20:48 WIB

×