Siapa Sejatinya Jamal Khashoggi dan Mengapa Dilenyapkan ?

RR Ukirsari Manggalani

Kamis, 25 Oktober 2018 | 08:36 WIB
Siapa Sejatinya Jamal Khashoggi dan Mengapa Dilenyapkan ?
Sejumlah demonstran membawa foto Jamal Khashoggi dalam demonstrasi di depan gedung konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki pada 9 Oktober lalu [AFP/Ozan Kose].

Suara.com - Jamal Khashoggi, kolumnis Washington Post yang memasuki Konsulat Saudi, Istanbul, Turki pada 2 Oktober 2018, tidak pernah terdengar lagi keberadaannya, sampai diumumkan meninggal dunia di tangan satuan pasukan pribadi negara kerajaan itu. Para pejabat Saudi Arabia mengakui bahwa ia terbunuh.

Mengapa ia dilenyapkan?

Menurut Yasin Aktay, sosiolog dan penasihat Partai Keadilan dan Pembangunan (AK) yang tengah berkuasa di Turki, sebagaimana dituturkan lewat Anadolu Agency, Turki, hal ini disebabkan karena Riyadh (pusat pemerintahan Saudi) memandang Khashoggi sebagai seseorang yang berpotensi sebagai oposisi. Meskipun begitu, ia tidak pernah menganggap atau memposisikan diri seperti demikian.

"Dari mana kecurigaan atas dirinya itu berasal?" tanya Aktay, yang dikenal sebagai kawan Jamal Khashoggi pula.

"Saya pikir kecurigaan ini berkembang dari kondisi paranoid, kekuasaan, juga pemerintahan yang paranoid, sekaligus sedikit pengecut," tandasnya.

Jamal Khashoggi berasal dari keluarga sangat mapan. Kakeknya adalah Muhammed Halit Kasikci, yang berdarah Turki. Ia hanyalah salah satu dari ribuan warga Saudi keturunan negara Mustafa Kemal Ataturk itu, bermukim di Washington, D.C., Amerika Serikat dalam satu setengah tahun terakhir, sekaligus menjadi kolumnis di The Washington Post.

Ia berencana meresmikan pernikahan dengan Hatice Cengiz, tunangannya, juga berdarah Turki, yang menunggunya di luar gedung Konsulat Saudi pada hari di mana ia dibunuh.

Adapun alasannya mengunjungi konsulat adalah untuk memperoleh dokumen resmi  telah menceraikan istri sebelumnya, yang dibutuhkan untuk melengkapi keabsahannya menikahi Hatice Cengiz.

Selain itu, ia secara berkesinambungan mengunjungi Istanbul untuk ikut serta dalam pertemuan bersama para pakar dalam memberikan solusi bagi kemunduran perekonomian yang diderita dunia Islam.

baca juga

"Istanbul adalah pusat yang penting bagi komunitas Islam dunia. Sebagian besar pertemuan Islam kelas dunia diadakan di sini," papar Aktay.

“Dia selalu diundang ke pertemuan-pertemuan ini, hampir setiap bulan, dan tentu saja dalam setiap rapatnya dihadiri para tokoh terkemuka. Namanya sendiri sudah demikian dikenal, dan termasuk satu di antara mereka yang terlibat dalam acara-acara itu."

Turki sebagai model percontohan

Harapan Khashoggi tumbuh demi melihat berembusnya angin demokrasi dan kebebasan seiring Arab Spring atau Kebangkitan Arab pada 2011. Ia menulis serangkaian artikel dan berpidato tentang akan hadirnya era baru di Mesir, Libya, dan Yaman.

Baginya, dunia Islam bakal mampu mengatasi segala permasalahan lewat demokrasi. Terobosan demokratis dan perkembangan ekonomi yang dilihatnya pada Turki membuatnya tergugah. Ia menyatakan bahwa negara ini bisa dijadikan sebagai model percontohan dalam dunia Islam.

Berdasarkan pandangan Khashoggi, Aktay menyampaikan, "Ia akan menyatakan bahwa Turki, terutama untuk keberhasilannya dalam hal pembangunan dan demokratisasi, menjadi model yang tepat bagi dunia Arab. Dunia Arab bakal dipengaruhi, serta mengalami perubahan, cepat atau lambat. Tentu saja, ia sadar pada kenyataan bahwa tidak ada percontohan yang bisa dipindahkan secara keseluruhan. Akan tetapi inspirasi dan pengaruh dari Turki ini akan bakal bergaung, selama Kebangkitan Arab, dan ia benar-benar melihat bahwa analogi ini telah muncul."

Sayangnya, harapan Khashoggi tersendat di negara-negara di mana pemerintahan Saudi terlibat.

"Selama periode Kebangkitan Arab, ia mengambil sikap menentang negaranya sendiri. Dan ide-ide oposisi ini tidak membuatnya menjadi sosok yang benar-benar bisa dibungkam," ujar Aktay.

“Dia kecewa dengan kontribusi negatif yang dibuat negaranya dalam Kebangkitan Arab. Dia dipandang sebagai jurnalis oposisi, dan ini telah menjadi capnya selama satu setengah tahun terakhir. Sebelum itu, dia memiliki hubungan yang cukup baik [dengan otoritas Saudi]."

“Dia tidak berpikir soal alternatif. Misalnya pandangan tentang dinasti atau raja baru. Namun ia menginginkan negaranya agar menjadi lebih demokratis, meski berbentuk kerajaan namun dengan pemerintahan lebih baik, seperti Britania Raya. Itulah sebabnya, ia berharap bahwa kebijakan reformasi yang dicanangkan oleh [Raja] Salman bin Abdulaziz setelah mangkatnya Raja Abdullah [pada 2015]. Dia membuat banyak pernyataan yang diidamkan."

'Kepercayaan' pada Arab Saudi

Menggarisbawahi bahwa Khashoggi memiliki kepercayaan besar terhadap negara Turki, Aktay menyatakan: "Dia percaya bahwa bangsanya tidak akan menentangnya, bila ia mempercayai Turki. Dia terlalu yakin bahwa insiden semacam ini tidak akan terjadi di Turki. Dia tahu bahwa tidak akan ada penculikan di negara ini, karena Turki adalah negara hukum, dengan perlindungan polisi yang berkemampuan sangat baik. Nah, apalagi di konsulat. Rasa percaya dirinya adalah benar-benar milik seorang manusia biasa. Kepercayaan diri inilah yang merusaknya."

Aktay menambahkan: "Kejadian ini benar-benar mengerikan.Benarkah sebuah konsulat tak bisa dipercaya? Padahal setiap warga negara di luar negeri, dalam mengurusi hal tertentu mesti berkunjung ke konsulat negaranya sendiri. Bila konsulat-konsulat bisa  menjadi tempat yang mudah untuk melakukan pembunuhan lalu ditutup-tutupi, warga bakal kehilangan kepercayaan.

Padahal, dunia modern mengenal tingkat kepercayaan yang canggih, bukan? Tentu saja, negaranya tidak menuduh dia melakukan kejahatan. Bila pandangannya yang berseberangan dianggap sebagai kejahatan, maka pertentangan ini akan tetap ada sampai waktu yang demikian panjang. Ia terkadang memiliki pandangan berbeda dengan negaranya sendiri selama Kebangkitan Arab, namun tidak ada seorangpun yang menanyainya, "Mengapa Anda berada di pihak yang berbeda?"

"Ia berkeberatan atas kehadiran Saudi di Yaman [2015] saat terjadi gerakan Kebangkitan Arab yang berujung pada pelanggaran berat hak asasi manusia. Peran Saudi dalam pengamatannya justru memperdalam konflik, bukan memberikan solusi. Kini kita memiliki pandangan yang sama akan hal ini."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kasus Pembunuhan Khashoggi, AS Tarik Visa Pejabat Arab Saudi

Kasus Pembunuhan Khashoggi, AS Tarik Visa Pejabat Arab Saudi

News | Rabu, 24 Oktober 2018 | 15:44 WIB

Presiden Turki Sampaikan Duka Mendalam ke Keluarga Khashoggi

Presiden Turki Sampaikan Duka Mendalam ke Keluarga Khashoggi

News | Rabu, 24 Oktober 2018 | 15:06 WIB

Erdogan: Pembunuhan Sadis terhadap Khashoggi Direncanakan

Erdogan: Pembunuhan Sadis terhadap Khashoggi Direncanakan

News | Selasa, 23 Oktober 2018 | 18:59 WIB

Terkini

Buku Badai dalam Tungku, Abadikan Perjuangan Menjaga Seni dan Budaya Nusantara

Buku Badai dalam Tungku, Abadikan Perjuangan Menjaga Seni dan Budaya Nusantara

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 19:36 WIB

Dewa United Bidik Hattrick Juara EPC 2026, Waspadai CLS Knights dan MVP

Dewa United Bidik Hattrick Juara EPC 2026, Waspadai CLS Knights dan MVP

Sport | Minggu, 01 November 2026 | 19:30 WIB

Riset Global Ungkap 73 Persen Warga Indonesia Pangkas Pengeluaran demi Biaya Rumah

Riset Global Ungkap 73 Persen Warga Indonesia Pangkas Pengeluaran demi Biaya Rumah

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 19:28 WIB

Banjir Aceh Selatan Rendam Dua Desa, 674 Warga Terdampak dan Ratusan Mengungsi

Banjir Aceh Selatan Rendam Dua Desa, 674 Warga Terdampak dan Ratusan Mengungsi

News | Minggu, 01 November 2026 | 19:19 WIB

Tantangan Finansial Gen Z: Gaji Buat Hidup, Tagihan, Healing, dan Tabungan

Tantangan Finansial Gen Z: Gaji Buat Hidup, Tagihan, Healing, dan Tabungan

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 19:10 WIB

Dark Abis! XLOV Unjuk Transformasi Terliar dalam Diri di Lagu Terbaru, Hush

Dark Abis! XLOV Unjuk Transformasi Terliar dalam Diri di Lagu Terbaru, Hush

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 19:05 WIB

Hubungan Indonesia-Singapura Memanas, 60 Tahun Persahabatan Terancam Perselisihan

Hubungan Indonesia-Singapura Memanas, 60 Tahun Persahabatan Terancam Perselisihan

News | Minggu, 01 November 2026 | 19:00 WIB

Dari Tanah Papua ke Jakarta, Jejak Perlawanan di Balik Salib Merah PMKRI

Dari Tanah Papua ke Jakarta, Jejak Perlawanan di Balik Salib Merah PMKRI

News | Minggu, 01 November 2026 | 18:57 WIB

Wardah Crystal Secret Melting Milk Cleanser untuk Kulit Apa? Ini Jawaban Sesuai Klaim

Wardah Crystal Secret Melting Milk Cleanser untuk Kulit Apa? Ini Jawaban Sesuai Klaim

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 18:56 WIB

Apakah Arti Mimpi Berulang Kali dengan Orang yang Sama? Ini Tafsir Primbon dan Psikologinya

Apakah Arti Mimpi Berulang Kali dengan Orang yang Sama? Ini Tafsir Primbon dan Psikologinya

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 18:55 WIB

×