Kasus Pembunuhan Khashoggi, AS Tarik Visa Pejabat Arab Saudi

Bangun Santoso, Erick Tanjung

Rabu, 24 Oktober 2018 | 15:44 WIB
Kasus Pembunuhan Khashoggi, AS Tarik Visa Pejabat Arab Saudi
Jamal Khashoggi (Instagram/@jkhashoggi)

Suara.com - Amerika Serikat mencabut visa sejumlah pejabat Arab Saudi yang dicurigai terlibat dalam pembunuhan kolumnis Washington Post Jamal Khashoggi.

Seperti diberitakan Anadolu Agency, Rabu (24/10/2018), Menteri Luar Negeri Mike Pompeo mengatakan, para pejabat ini bekerja untuk kantor-kantor pemerintahan Saudi yang berbeda. Mulai yang bekerja di pengadilan kerajaan, badan intelijen, kementerian luar negeri dan kementerian-kementerian Saudi lainnya. Namun Pompeo tak menjelaskan detail nama-nama mereka karena catatan visa bersifat rahasia.

"Amerika Serikat tidak mentolerir tindakan kejam semacam ini untuk membungkam Pak Khashoggi, seorang jurnalis, melalui kekerasan," kata Pompeo.

Kementerian Luar Negeri AS membenarkan sebanyak 21 tersangka akan dicabut visanya. Tindakan ini merupakan sanksi pertama Washington terhadap Riyadh setelah kematian Khashoggi sedikit demi sedikit terkuak.

Diplomat tinggi tersebut mengatakan, kementeriannya bersama kementerian keuangan sedang mempertimbangkan hukum-hukum AS yang bisa diaplikasikan kepada pelanggar hak asasi yang diduga terlibat dalam kematian Khashoggi.

Empat orang senator mengusulkan penyelidikan atas menghilangnya Khashoggi pada 10 Oktober, di bawah pakta Global Magnitsky Act.

Pemimpin majelis minoritas dan mayoritas di Komite Hubungan Luar Negeri Senat serta para pemimpin subkomite Dana Senat yang bertanggung jawab kepada Kementerian Luar Negeri melayangkan surat kepada Presiden AS Donald Trump.

Dalam surat itu mereka meminta Trump untuk memutuskan apakah menjatuhkan sanksi "kepada warga luar negeri yang bertanggung jawab atas kekerasan terhadap Khashoggi" diperbolehkan.

Trump punya waktu 120 hari sejak surat tersebut dikeluarkan untuk memberikan keputusan.

baca juga

"Penalti-penalti ini tidak akan menjadi tindakan terakhir Amerika Serikat soal kasus ini," kata Pompeo. "Kami akan terus mengeksplor tindakan-tindakan tambahan yang bisa dilakukan untuk menuntut mereka yang harus bertanggung jawab."

Saat berbicara dalam pertemuan Partai Keadilan dan Pembangunan (AK) di parlemen pada Selasa kemarin, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan kasus pembunuhan Khashoggi terencana. Negaranya memiliki bukti-bukti kuat atas pernyataan tersebut.

Erdogan menyebutkan, semua informasi dan bukti menunjukkan Khashoggi adalah korban dari pembunuhan brutal. Tim Saudi melakukan eksplorasi di Hutan Belgard Istanbul dan Provinsi Yalova di Barat laut Turki sebelum membunuh Khashoggi, kata dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Presiden Turki Sampaikan Duka Mendalam ke Keluarga Khashoggi

Presiden Turki Sampaikan Duka Mendalam ke Keluarga Khashoggi

News | Rabu, 24 Oktober 2018 | 15:06 WIB

Potongan Tubuh Khashoggi Ditemukan di Sumur Rumah Konjen Saudi

Potongan Tubuh Khashoggi Ditemukan di Sumur Rumah Konjen Saudi

News | Rabu, 24 Oktober 2018 | 13:29 WIB

Kematian Nahas Paranormal Kondang karena Hobi Goda Istri Orang

Kematian Nahas Paranormal Kondang karena Hobi Goda Istri Orang

News | Rabu, 24 Oktober 2018 | 10:42 WIB

Perang Dagang Picu Biaya Produksi Harley-Davidson Meningkat

Perang Dagang Picu Biaya Produksi Harley-Davidson Meningkat

Bisnis | Rabu, 24 Oktober 2018 | 08:50 WIB

Menlu Arab Saudi Pastikan Kasus Khashoggi Segera Diusut Tuntas

Menlu Arab Saudi Pastikan Kasus Khashoggi Segera Diusut Tuntas

News | Selasa, 23 Oktober 2018 | 23:33 WIB

Terkini

Nur Alam Masuk PSI Meski Berstatus Bebas Bersyarat, KPK Ingatkan Parpol Utamakan Rekam Jejak Kader

Nur Alam Masuk PSI Meski Berstatus Bebas Bersyarat, KPK Ingatkan Parpol Utamakan Rekam Jejak Kader

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 13:30 WIB

Kondisi Selat Hormuz Terkini Setelah AS - Iran Damai

Kondisi Selat Hormuz Terkini Setelah AS - Iran Damai

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 13:18 WIB

Jangan Salahkan Rakyat! Ekonom Sebut Tata Kelola Pemerintah Jadi Biang Kerok Daya Beli Lesu

Jangan Salahkan Rakyat! Ekonom Sebut Tata Kelola Pemerintah Jadi Biang Kerok Daya Beli Lesu

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 13:13 WIB

PDIP Tegaskan Jadi Penyeimbang Pemerintah: Bukan Abu-abu, Tapi Teman yang Jujur

PDIP Tegaskan Jadi Penyeimbang Pemerintah: Bukan Abu-abu, Tapi Teman yang Jujur

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 13:07 WIB

Kabel Menjuntai Renggut Nyawa Siswi SMAN 6 Jakarta, Pramono Turun Tangan

Kabel Menjuntai Renggut Nyawa Siswi SMAN 6 Jakarta, Pramono Turun Tangan

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 13:06 WIB

Ketua DPR Iran ke AS: Jangan Minta Hal Berlebihan, Kami Tak Ragu Menghancurkan

Ketua DPR Iran ke AS: Jangan Minta Hal Berlebihan, Kami Tak Ragu Menghancurkan

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 12:56 WIB

Giliran Kelompok Tani Geruduk Patung Kuda, Suarakan Pengaruh MBG Hingga Reforma Agraria

Giliran Kelompok Tani Geruduk Patung Kuda, Suarakan Pengaruh MBG Hingga Reforma Agraria

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 12:42 WIB

Alasan KPK Belum Periksa Anggota Pansus Haji Diduga Terima 1 Juta Dolar AS

Alasan KPK Belum Periksa Anggota Pansus Haji Diduga Terima 1 Juta Dolar AS

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 12:33 WIB

Pagar Masih dari Bambu, Gibran Janjikan Revitalisasi Sekolah untuk Wilayah 3T

Pagar Masih dari Bambu, Gibran Janjikan Revitalisasi Sekolah untuk Wilayah 3T

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 12:22 WIB

Jakarta Ramai Unjuk Rasa, Pramono Ingatkan Massa Peserta Aksi: Jangan Sentuh Fasilitas Umum

Jakarta Ramai Unjuk Rasa, Pramono Ingatkan Massa Peserta Aksi: Jangan Sentuh Fasilitas Umum

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 12:15 WIB