Kemenpar Minta Media Sebarkan Optimisme Pariwisata Indonesia

Fabiola Febrinastri

Kamis, 25 Oktober 2018 | 09:07 WIB
Kemenpar Minta Media Sebarkan Optimisme Pariwisata Indonesia
Staf Khusus Menteri Pariwisata Bidang Komunikasi dan Media, Don Sardono. (Dok: Kemenpar)

Suara.com - Rentannya Indonesia pada bencana menjadi perhatian Kementerian Pariwisata (Kemenpar). Selama ini, banyak terjadi pemberitaan yang tidak proposional, yang akhirnya merugikan pariwisata Indonesia.

Terkait hal tersebut, Kemenpar menggelar “Focus Group Discussion (FGD) Pencanangan Gerakan Jurnalisme Ramah Pariwisata”, di Hotel Sari Pan Pasific, Jakarta, Rabu (24/10/2018).

Kegiatan ini adalah hasil kerja bareng Kemenpar, Serikat Media Siber Indonesia (SMSI), dan Cyber Indonesia Network (CIN).

Menurut Menteri Pariwisata, Arief Yahya, media sebagai komponen pentahelix (akademisi, industri, komunitas, pemerintah, dan media) mempunyai peran strategis, khususnya dalam pencitraan. 

Hal ini dilakukan untuk menjaga ekosistem kepariwisataan nasional, sehingga tidak dirugikan. Benchmark-nya adalah pemerintah dan media Thailand. Mereka berintegrasi secara baik untuk menjaga citra negaranya di kancah internasional.

“Pemerintah mereka itu juga committed. Saya kasih contoh, media di sana juga menjaga sekali pemberitaan buruk negaranya. Kalau ada kudeta, mereka cepat sekali kan mengatasinya. Mereka juga sudah paham pentingnya pemberitaan di negaranya itu," kata menpar.

Ia mengajak seluruh media untuk ikut berkolaborasi dengan Kemenpar. Saat ini, media telah menjadi guardian pariwisata Indonesia. Apalagi di era digitalisasi seperti ini, dimana semua informasi bisa didapat dengan mudah.

Menurutnya, itu semua bukan tanpa tantangan. Saat ini, semua sangat bebas dan longgar, bahkan terkadang kebablasan dan bebas nilai. Hampir sebagian besar media mengejar impresi, viewers, pembaca, pendengar, pemirsa, dan customers.

“Arus informasi di tengah kemajuan teknologi informasi dan komunikasi tak dapat dibendung. Setiap orang dengan mudah mendapatkan dan berbagi informasi yang tingkat kebenarannya belum pasti. Informasi hoaks, horor, menakutkan beredar setiap saat, dan memiliki daya rusak yang kuat terhadap ekosistem pariwisata. Ini harus ditangkal dan ini merupakan tugas media sebagai pengawal pariwisata Indonesia. Jika hoaks berlanjut, yang dirugikan adalah kita semua,” katanya.

baca juga

Hal itu juga diamini Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho. Tampil sebagai salah satu pembicara, Sutopo mengatakan sudah hafal dengan serangan berita bohong atau hoaks. Menurutnya, biasanya hoaks muncul pasca terjadinya bencana.

Ia dan timnya sudah tahu bagaimana pola hoaks  bekerja.

"Kami sudah hafal betul itu. Saat terjadi bencana, seperti gempa, gunung meletus atau tsunami, berita bohong atau hoaks muncul. Ini jelas merugikan pariwisata Indonesia," ujarnya.

Lantas dari mana hoaks itu datang?

"Ini asalnya dari luar, dari pesaing-pesaing pariwisata Indonesia. Mereka mengambil kesempatan, sehingga pariwisata kita sepi. Ini sudah saya cross check langsung dengan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN). Klarifikasi soal hoaks menjadi sesuatu yang bersifat segera untuk dilakukan," imbuh Sutopo.

Sementara itu, Staff Khusus Menteri Pariwisata Bidang Komunikasi dan Media, Don Sardono, menjelaskan, peran media sangat besar untuk menangkal pemberitaan yang merugikan. Banchmark-nya tidak perlu jauh.

Negara persaing seperti Thailand dan Malaysia telah melakukan itu. Salah satu kunci keberhasilan pariwisata mereka adalah karena kuatnya dukungan media dalam memberikan persepsi positif, khususnya terhadap kejadian negatif yang dapat merugikan industri pariwisata mereka.

“Kalau ini bisa kita lakukan, pariwisata nasional akan cepat maju. Di sini dibutuhkan kepiawaian para jurnalis dalam membuat lead berita yang negatif agar dapat memberikan persepsi positif ,” katanya.

Ia menambahkan, saat ini Indonesia telah menetapkan sektor pariwisata sebagai sektor prioritas dan core economy negara. Pariwisata diproyeksikan menjadi penyumbang devisa nomor satu di Indonesia.

Untuk itu, ekosistem pariwisata harus diupayakan tumbuh, hidup, dan berkembang dalam iklim yang aman, nyaman, dan kondusif, sehingga memberi effort besar terhadap citra negara dan pencapaian target kinerja pariwisata.

"Ini merupakan tugas kita bersama, terlebih lagi media sebagai salah satu garda terdepan pariwisata Indonesia," ujar Don.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pembangunan Sementara Desa Adat Sade Ditargetkan Tuntas Sebelum Agenda MotoGP Mandalika

Pembangunan Sementara Desa Adat Sade Ditargetkan Tuntas Sebelum Agenda MotoGP Mandalika

Bisnis | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 09:59 WIB

Kemenpar Buka Suara soal Polemik Foto Baju Kurung di Situs Indonesia.travel

Kemenpar Buka Suara soal Polemik Foto Baju Kurung di Situs Indonesia.travel

News | Minggu, 02 Agustus 2026 | 17:23 WIB

Menpar Widi Minta Anggaran Rp709 Miliar, Keponakan Prabowo: Sudah Lapor Presiden? Belum?

Menpar Widi Minta Anggaran Rp709 Miliar, Keponakan Prabowo: Sudah Lapor Presiden? Belum?

Video | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:56 WIB

Kemenpar Bakal Tertibkan Penginapan Ilegal di OTA, 1.600 Akomodasi Terancam Dihapus

Kemenpar Bakal Tertibkan Penginapan Ilegal di OTA, 1.600 Akomodasi Terancam Dihapus

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 07:30 WIB

Jadwal dan Lokasi Geopark Run Series 2026-2027: Dari Ijen hingga Belitong

Jadwal dan Lokasi Geopark Run Series 2026-2027: Dari Ijen hingga Belitong

News | Sabtu, 23 Mei 2026 | 10:00 WIB

Indonesia Tourism Xchange 2026, Forum Baru untuk Membaca Masa Depan Pariwisata Indonesia

Indonesia Tourism Xchange 2026, Forum Baru untuk Membaca Masa Depan Pariwisata Indonesia

Lifestyle | Kamis, 12 Maret 2026 | 20:35 WIB

Jakarta Bangun Ekosistem Wisata Terpadu: Satukan Kuliner, Pantai, dan Sejarah

Jakarta Bangun Ekosistem Wisata Terpadu: Satukan Kuliner, Pantai, dan Sejarah

Lifestyle | Jum'at, 13 Februari 2026 | 08:10 WIB

Jawab Kritik DPR, Menpar Widiyanti Jelaskan Soal Ratusan Penghargaan Pariwisata

Jawab Kritik DPR, Menpar Widiyanti Jelaskan Soal Ratusan Penghargaan Pariwisata

News | Rabu, 04 Februari 2026 | 16:23 WIB

Kemenpar Klarifikasi Isu Larang Airbnb, Ini Fakta Terkait Penataan OTA di Bali

Kemenpar Klarifikasi Isu Larang Airbnb, Ini Fakta Terkait Penataan OTA di Bali

News | Rabu, 10 Desember 2025 | 11:14 WIB

Kemenpar Dukung Pesta Diskon Nasional 2025: Potongan Harga 20-80 Persen!

Kemenpar Dukung Pesta Diskon Nasional 2025: Potongan Harga 20-80 Persen!

News | Sabtu, 22 November 2025 | 10:11 WIB

Terkini

Kasus Korupsi di Bogor Disorot Tajam

Kasus Korupsi di Bogor Disorot Tajam

Bogor | Rabu, 23 September 2026 | 13:05 WIB

5 Efek Samping Tranexamic Acid untuk Wajah yang Perlu Diperhatikan

5 Efek Samping Tranexamic Acid untuk Wajah yang Perlu Diperhatikan

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 13:05 WIB

KPK Telusuri Peran Ipda Yayat dalam Proyek Pengadaan di Pemkab Bekasi

KPK Telusuri Peran Ipda Yayat dalam Proyek Pengadaan di Pemkab Bekasi

News | Rabu, 23 September 2026 | 13:03 WIB

Danamon Travel Fair Hadir Kembali, Raih Promo Hemat hingga 70%

Danamon Travel Fair Hadir Kembali, Raih Promo Hemat hingga 70%

Kaltim | Rabu, 23 September 2026 | 13:01 WIB

Terjebak Situationship yang Melelahkan? Ini Alasan Sikap 'Si Paling Cuek' Tak Lagi Keren

Terjebak Situationship yang Melelahkan? Ini Alasan Sikap 'Si Paling Cuek' Tak Lagi Keren

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 13:00 WIB

Peringatan Gempa Bukan Ramalan: Stop Tunggu Bencana untuk Belajar Mitigasi

Peringatan Gempa Bukan Ramalan: Stop Tunggu Bencana untuk Belajar Mitigasi

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 13:00 WIB

Pemprov Targetkan Angka Kemiskinan Jateng Turun Menjadi 8,70 Persen di Akhir 2026

Pemprov Targetkan Angka Kemiskinan Jateng Turun Menjadi 8,70 Persen di Akhir 2026

Jawa Tengah | Rabu, 23 September 2026 | 12:56 WIB

Pemkab Solok Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana 14 Hari, Keselamatan Warga Jadi Prioritas

Pemkab Solok Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana 14 Hari, Keselamatan Warga Jadi Prioritas

Sumbar | Rabu, 23 September 2026 | 12:55 WIB

Menperin Sebut Industri Padat Karya Mulai Bangkit Usai Sempat Dihantam Badai PHK

Menperin Sebut Industri Padat Karya Mulai Bangkit Usai Sempat Dihantam Badai PHK

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 12:53 WIB

6 Fasilitas Kereta Kelas Luxury yang Membuat Perjalanan Berbeda

6 Fasilitas Kereta Kelas Luxury yang Membuat Perjalanan Berbeda

Jogja | Rabu, 23 September 2026 | 12:52 WIB

×