- Pemerintah menargetkan perbaikan fasilitas sementara di Desa Adat Sade rampung sebelum ajang MotoGP Mandalika.
- Kebakaran pada Agustus 2026 menghancurkan puluhan rumah adat serta berdampak pada ratusan keluarga dan pelaku usaha.
- Pemerintah pusat dan daerah menyiapkan rencana rekonstruksi jangka panjang untuk memulihkan kawasan wisata tersebut.
Suara.com - Penanganan sementara fasilitas di Desa Adat Sade, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), ditargetkan rampung sebelum puncak musim kunjungan wisatawan (peak season), khususnya menjelang agenda balap MotoGP di Mandalika.
Fasilitas sementara yang masuk dalam target percepatan penanganan tersebut mencakup pembangunan museum sementara dan sarana ibadah.
Museum sementara disiapkan sebagai sarana bagi wisatawan untuk mengenal sejarah dan budaya Suku Sasak, sedangkan rumah ibadah dibangun guna menunjang kenyamanan pengunjung.
Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, menyampaikan bahwa target tersebut disepakati dalam rapat koordinasi pemulihan pascakebakaran bersama Pemerintah Provinsi NTB dan Pemkab Lombok Tengah.
“Mudah-mudahan melalui upaya, kolaborasi, dan gotong royong seluruh pihak, baik ekosistem pariwisata, pemerintah pusat, pemerintah daerah, maupun swasta, kita bisa bersama-sama membangun kembali desa ini. Tentunya masyarakat desa sendiri harus dilibatkan dalam seluruh prosesnya," kata Widiyanti lewat keterangannya yang dikutip pada Sabtu (29/8/2026).
Data sementara per 27 Agustus 2026 mencatat musibah kebakaran menghanguskan 75 unit rumah adat, 69 unit artshop, 8 lumbung alang, serta sejumlah bangunan pendukung lainnya.
![Desa Adat Sade, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) pascakebakaran. [Kementerian Pariwisata]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/08/29/48247-desa-adat-sade-lombok-tengah-nusa-tenggara-barat-ntb-pascakebakaran.jpg)
Bencana ini berdampak langsung pada 189 kepala keluarga dan 320 pelaku usaha pariwisata lokal.
Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, menegaskan bahwa penanganan darurat akan segera ditindaklanjuti dengan langkah rekonstruksi desa secara terukur.
"Ibu Menteri tadi sudah mengarahkan fondasi bagi kita untuk mulai berpikir jangka menengah dan jangka panjang, yaitu ke arah rekonstruksi untuk membangun Sade, mencakup penyiapan fasilitas-fasilitas yang dibutuhkan untuk keberlanjutan desa tersebut," jelas Iqbal.
Selain penanganan jangka pendek berupa bantuan logistik dan pendampingan, pemerintah menyusun skema rekonstruksi jangka panjang yang meliputi penyusunan master plan kawasan, pembentukan akun donasi terpadu, hingga penyediaan sistem proteksi kebakaran terintegrasi.
Sementara itu, perwakilan warga Desa Adat Sade, Amak Pani, menegaskan komitmen masyarakat untuk mempertahankan keaslian arsitektur tradisional selama proses pemulihan.
"Kami tidak akan menghilangkan nilai tradisional dari bentuk rumah kami di sini. Semoga dengan adanya aktivitas ini banyak mengundang para donatur yang berkunjung sehingga kami bisa membangun rumah tradisional kami seperti semula," tutur Amak Pani.