alexametrics

Kesaksian Relawan, Semalaman RS Indonesia Dihujani Rudal Israel

Bangun Santoso
Kesaksian Relawan, Semalaman RS Indonesia Dihujani Rudal Israel
Ilustrasi serangan udara militer Israel di kota Rafah, Jalur Gaza, dekat perbatasan dengan Mesir. Tujuan penyerangan ini menyasar kelompok Hamas setelah serangan mereka atas bagian selatan Israel [Said Khatib/AFP].

Pesawat-pesawat jet dan helikopter hilir mudik menembaki target di Gaza selama lebih dari dua bulan

Suara.com - Israel hingga hari ini, Sabtu (27/10/2018) terus mengerahkan serangan udara ke sejumlah target yang ada di Jalur Gaza. Mereka tak pandang bulu, Rumah Sakit Indonesia yang ada di Jalur Gaza ikut jadi sasaran.

Pesawat-pesawat jet dan helikopter hilir mudik menembaki target di Gaza selama lebih dari dua bulan, termasuk wilayah yang dikuasi Hamas, kata pasukan Israel melalui pernyataan pers yang dikutip kantor berita Anadolu.

Medical Emergency Rescue Committee (MER-C), dalam keterangan tertulis yang diterima Suara.com, Sabtu (27/10/2018) menyebutkan, Reza Aldilla Kurniawan selaku relawan MER-C melaporkan, sejak malam hari hingga Sabtu pagi, militer zionis Israel masih menggempur sejumlah wilayah di Jalur Gaza.

Reza melaporkan, beberapa waktu yang lalu pesawat tempur F16 Israel mengirim tidak kurang dari lima roket yang jatuh tidak jauh dari lokasi RS Indonesia yang berada di Bayt Lahiya, Gaza Utara, Palestina.

Baca Juga: Penampakan Rumah Sakit Indonesia di Gaza Usai Diserang Jet Israel

RS Indonesia di Jalur Gaza hancur diserang Israel. (Foto: MER-C)
RS Indonesia di Jalur Gaza hancur diserang Israel. (Foto: MER-C)

Rumah sakit Indonesia itu merupakan rumah sakit asing terakhir yang dibuka di Jalur Gaza setelah RS Turki-Palestina yang disponsori Turki pada 2010 lalu. Rumah sakit Indonesia di Gaza itu sebelumnya diresmikan Wakil Presiden Jusuf Kalla pada 2016.

Dalam laporannya Reza menyebut, dentuman keras kelima roket tersebut menyebabkan guncangan keras di area sekitar. Bahkan mengakibatkan kerusakan di beberapa bagian RS Indonesia. Ruangan yang mengalami kerusakan di antaranya ruangan kantor administrasi, toilet, koridor, ICU, dan lainnya.

Reza yang saat itu berada di dalam bangunan Wisma Rakyat Indonesia yang terletak di belakang RS Indonesia mengatakan guncangan terasa besar sekali.

“Guncangan besar sekali, debu-debu jatuh dari atap. Saya langsung keluar dari wisma dan melihat kondisi Rumah Sakit Indonesia mengalami kerusakan di beberapa bagian,” ungkapnya.

Akibat pengeboman yang terjadi di dekat RS Indonesia, pasien-pasien dipindahkan dan ditempatkan di lorong-lorong yang aman untuk menjaga keselamatan mereka.

Baca Juga: Kemendagri Ungkap 7 Area Rawan Korupsi yang Perlu Diwaspadai

Sampai rilis ini dibuat, kata Reza, suara deru pesawat tempur masih terdengar jelas mengitari langit Gaza.