- Kementerian Luar Negeri Iran merilis pernyataan keras atas agresi militer AS dan Israel terhadap kedaulatan wilayahnya pada Minggu (01/03/2026).
- Teheran menuduh serangan tersebut melanggar Piagam PBB dan menegaskan kesiapan militer untuk membela diri dan membalas agresi.
- Iran menuntut DK PBB segera mengambil tindakan, mengutuk serangan, serta menyerukan dukungan regional terhadap tindakan balasan mereka.
Suara.com - Kementerian Luar Negeri Republik Islam Iran secara resmi merilis pernyataan keras menanggapi apa yang mereka sebut sebagai agresi militer kriminal oleh pasukan Amerika Serikat dan rezim Zionis (Israel) terhadap kedaulatan wilayahnya pada Minggu pagi (01/03/2026).
Serangan udara tersebut terjadi di tengah suasana sakral, tepat pada hari kesepuluh bulan suci Ramadan dan menjelang perayaan Nowruz (Tahun Baru Iran).
Otoritas Teheran melaporkan bahwa sejumlah target, termasuk infrastruktur pertahanan dan situs sipil di berbagai kota, telah menjadi sasaran serangan.
Dalam keterangan resminya, Pemerintah Iran mengungkapkan kekecewaan mendalam lantaran agresi ini terjadi justru saat Iran dan Amerika Serikat sedang berada dalam proses diplomasi.
Kemenlu Iran menegaskan bahwa keterlibatan mereka dalam negosiasi sebelumnya bertujuan untuk membuktikan kepada sistem internasional mengenai niat baik Iran dalam mencegah peperangan.
"Rakyat Iran bangga bahwa mereka telah melakukan segala hal yang diperlukan untuk mencegah perang. Sekarang adalah waktunya untuk membela tanah air dan menghadapi agresi militer musuh," tulis pernyataan resmi tersebut.
Iran menyatakan bahwa meskipun mereka siap untuk bernegosiasi, militer mereka jauh lebih siap untuk melakukan pertahanan.
Pelanggaran Hukum Internasional dan Piagam PBB
Teheran secara tegas menuduh Amerika Serikat dan Israel telah melanggar Pasal 2(4) Piagam PBB mengenai integritas teritorial dan kedaulatan nasional.
Baca Juga: Ancaman Iran ke AS-Israel Usai Serangan: Siapkan 'Pelajaran Bersejarah'!
Sebagai respons, Iran menyatakan akan menggunakan hak hukumnya untuk membela diri sesuai dengan Pasal 51 Piagam PBB.
"Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran akan menanggapi para agresor dengan otoritas. Kami akan menggunakan seluruh kekuatan dan sumber daya kami untuk menghadapi agresi kriminal ini dan membalas tindakan jahat musuh," tegas Kemenlu Iran.
Iran juga menuntut tindakan segera dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Dewan Keamanan (DK PBB) untuk menjalankan tugas mereka dalam menjaga perdamaian dan keamanan internasional.
Teheran menyerukan kepada Sekretaris Jenderal PBB dan anggota Dewan Keamanan untuk mengutuk tindakan agresi yang dianggap telah mengancam stabilitas kawasan secara tidak terprediksi.
Selain itu, Iran mengharapkan dukungan kolektif dari negara-negara regional, negara-negara Islam, serta anggota Gerakan Non-Blok untuk bersatu mengutuk serangan tersebut.
Sikap Menentukan: "Agresor Akan Menyesal"
Menutup pernyataan tersebut, Pemerintah Iran menegaskan bahwa sejarah telah membuktikan rakyatnya tidak pernah menyerah pada hegemoni asing.
Mereka menjanjikan respons yang "tegas dan menentukan" yang akan membuat pihak agresor menyesali tindakan mereka.
Hingga berita ini diturunkan, situasi di Iran, Israel dan negara sekitarnya memanas karena serangan militer.