Ratna Sarumpaet Dicurigai Dipaksa Berbohong Agar Jokowi Menang

Pebriansyah Ariefana, Walda Marison

Minggu, 28 Oktober 2018 | 14:55 WIB
Ratna Sarumpaet Dicurigai Dipaksa Berbohong Agar Jokowi Menang
Aktivis Ratna Sarumpaet (tengah) dengan rompi tahanan usai menjalani pemeriksaan di Dirkrimum Polda Metrojaya, Jakarta, Jumat (5/10). [ANTARA FOTO/Reno Esnir]

Suara.com - Ratna Sarumpaet dicurigai dipaksa berbohong dalam kasus hoaks pemukulan yang tengah menjeratnya. Tujuannya agar calon presiden Jokowi menang dan lawannya, Prabowo Subianto kalah.

Hal itu dicurigai Juru Bicara Persaudaraan Alumni (PA), Novel Bamukmin. Novel mengatakan Ratna Sarumpaet menjadi korban jebakan dari pihak pendukung Joko Widodo.

"Jadi ini diasosiakan supaya Prabowo jadi tersangka sehingga tidak bisa jadi calon presiden," kata Novel dalam sebuah diskusi di Hotel di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Minggu (28/10/2018).

Novel menceritakan jika dia sempat menghubungi Rarna Sarumpaet, namun tidak direspon. Begitu juga sebelum jumpa pers pengakuan Ratna Sarumpaet telah berbohong.

"Kita sudah curiga dan sempat menghubungi Ibu Ratna soal masalah penganiayaan. Kita telepon nggak pernah diangkat, dia ini masih klien kita. Sampai satu jam sebelum konferensi pers ibu Ratna, tetap nggak dijawab. Kita mencurigai Ratna disusuki pihak lawan," ujar Novel.

Lebih Lanjut, Novel menjelaskan jika Ratna Sarumpaet diduga dipaksa mengaku berbohong di muka publik. Sehingga semua yang terlibat membenarkan Ratna menjadi korban pemukulan pun dilaporkan ke Kepolisian.

Buntut dari kebohongan Ratna Sarumpaet memang beberapa orang yang dilaporkan ke Polisi, salah satunya Prabowo Subianto dengan tuduhan menyebar hoaks.

Sebelumnya, Ratna Sarumpaet ditangkap oleh jajaran Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya di Bandara Internasional Soekarno Hatta. Penangkapan yang terjadi pada 4 Oktober itu terjadi saat Ratna hendak pergi ke Cile.

Ratna Sarumpaet pun ditetapkan sebagai tersangka keesokan harinya oleh Polda Metro Jaya karena dugaan penyebaran informasi palsu terkait pemukulan yang dialami dirinya yang sempat viral. Ratna mengaku dipukuli segerombolan orang tidak dikenal di Bandung hingga wajahnya babak belur. Padahal wajah tersebut akibat dari operasi plastik yang dijalaninya.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ngaku Sebar Isu PKI, Kini La Nyalla Janji Menangkan Jokowi

Ngaku Sebar Isu PKI, Kini La Nyalla Janji Menangkan Jokowi

News | Minggu, 28 Oktober 2018 | 14:14 WIB

Jokowi Curhat ke Tim Sukses Diserang Terus soal Isu PKI

Jokowi Curhat ke Tim Sukses Diserang Terus soal Isu PKI

News | Minggu, 28 Oktober 2018 | 13:53 WIB

Selalu Unggul di Survei, Jokowi ke Timses: Jangan Terlena

Selalu Unggul di Survei, Jokowi ke Timses: Jangan Terlena

News | Minggu, 28 Oktober 2018 | 13:33 WIB

Jawaban Jokowi saat La Nyalla Minta Maaf Sebar Isu Keturunan PKI

Jawaban Jokowi saat La Nyalla Minta Maaf Sebar Isu Keturunan PKI

News | Minggu, 28 Oktober 2018 | 13:13 WIB

Terkini

Fauzi Bowo: Tata Ruang Tak Boleh Tersekat Masa Jabatan 5 Tahunan

Fauzi Bowo: Tata Ruang Tak Boleh Tersekat Masa Jabatan 5 Tahunan

News | Senin, 02 November 2026 | 18:39 WIB

Respons Polemik Pajak Pembalut 11 Persen, MenPPPA: Tunggu, Semoga Ada Kabar Menggembirakan

Respons Polemik Pajak Pembalut 11 Persen, MenPPPA: Tunggu, Semoga Ada Kabar Menggembirakan

News | Senin, 02 November 2026 | 18:38 WIB

Kritik Penggeledahan Ponpes di Sukoharjo, Rudianto Lallo: Penegakan Hukum Tak Boleh Sewenang-wenang!

Kritik Penggeledahan Ponpes di Sukoharjo, Rudianto Lallo: Penegakan Hukum Tak Boleh Sewenang-wenang!

News | Senin, 02 November 2026 | 18:35 WIB

7 Arti Mimpi Kehilangan HP atau Dompet Menurut Psikologi

7 Arti Mimpi Kehilangan HP atau Dompet Menurut Psikologi

Lifestyle | Senin, 02 November 2026 | 18:35 WIB

Lebih Higienis! 4 Pelembap Korea Kemasan Tube Buat Perkuat Skin Barrier

Lebih Higienis! 4 Pelembap Korea Kemasan Tube Buat Perkuat Skin Barrier

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 18:35 WIB

BMKG Belum Bisa Pastikan Asal Bongkahan Es 20 Cm yang Timpa Rumah di Bantul

BMKG Belum Bisa Pastikan Asal Bongkahan Es 20 Cm yang Timpa Rumah di Bantul

News | Senin, 02 November 2026 | 18:32 WIB

Viva Milk Cleaner Spirulina untuk Kulit Apa? Cuma Rp9 ribu Ampuh Cegah Penuaan Dini

Viva Milk Cleaner Spirulina untuk Kulit Apa? Cuma Rp9 ribu Ampuh Cegah Penuaan Dini

Lifestyle | Senin, 02 November 2026 | 18:30 WIB

Hadapi Gejolak Pasar hingga 2027, Investor Diminta Disiplin dan Diversifikasi

Hadapi Gejolak Pasar hingga 2027, Investor Diminta Disiplin dan Diversifikasi

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 18:30 WIB

MBG untuk Cegah Stunting: Dapur Menumpuk di Jawa, Papua Tetap Tertinggal?

MBG untuk Cegah Stunting: Dapur Menumpuk di Jawa, Papua Tetap Tertinggal?

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 18:30 WIB

Pemprov DKI Jakarta Gelar Pemutihan Denda Pajak Kendaraan Hingga Akhir Desember 2026

Pemprov DKI Jakarta Gelar Pemutihan Denda Pajak Kendaraan Hingga Akhir Desember 2026

Otomotif | Senin, 02 November 2026 | 18:25 WIB

×