KPK Cermati Simpang Siur Soal Data Beras

M. Reza Sulaiman, Welly Hidayat

Senin, 29 Oktober 2018 | 22:46 WIB
KPK Cermati Simpang Siur Soal Data Beras
KPK cermati simpang siur data beras. (Dok: Kementan)

Suara.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah mencermati dugaan penyimpangan dalam hal sandang, pangan dan papan, termasuk mengenai kekisruhan dan simpang siur yang terjadi dalam data pengelolaan beras.

KPK turut mengkaji tata kelola serta mencermati data beras, sejak mencuatnya kasus beras impor Vietnam pada tahun 2014 lalu.

"Tentu untuk itu dari sisi penindakan dan pencegahan hal-hal yang langsung tidak langsung dapat mempengaruhi ketahanan pangan menjadi perhatian KPK," kata Wakil Ketua KPK Saut Situmorang, saat dikonfirmasi, Senin (29/10/2018).

Meski belum dapat dibutikan dari sisi penindakan, simpang siur data impor beras ini memperkuat dugaan adanya persoalan dalam tata niaga beras. Saut meyebut persoalan ini secara langsung maupun tidak langsung berkaitan dengan ketidak pastian data mengenai stok beras.

KPK beranggapan persoalan beras maupun bahan pokok lainnya kerap menjadi pintu masuk terjadinya konflik kepentingan pihak-pihak lain. Hal ini karena bahan pokok tersebut menyangkut jumlah permintaan penduduk Indonesia yang mencapai jutaan jiwa.

Dengan permintaan cukup besar, maka adanya potensi para pemburu rente berupaya mencari keuntungan.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), surplus beras 2018 sebesar 2,85 juta ton. Hal ini didasarkan pada potensi produksi gabah kering giling sampai akhir tahun yang sebanyak 56,54 juta ton atau setara dengan 32,42 juta ton beras.

Dengan jumlah kebutuhan yang diperkirakan hampir sama dengan 2017, yakni sebesar 29,57 juta ton, maka surplus diperkirakan hanya 2,85 juta ton.

Sementara itu, Kementerian Pertanian menyatakan ada potensi surplus sebanyak 16,31 juta ton tahun ini. Angka tersebut berasal dari prediksi produksi sebesar 46,7 juta ton dan perkiraan kebutuhan sebanyak 30,37 juta ton.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Suap PLTU Riau-1, KPK Perpanjang Masa Penahanan Idrus Marham

Suap PLTU Riau-1, KPK Perpanjang Masa Penahanan Idrus Marham

News | Senin, 29 Oktober 2018 | 22:05 WIB

Usai 2 Hari Buron, Tersangka Suap Teguh Dudy Menyerah ke KPK

Usai 2 Hari Buron, Tersangka Suap Teguh Dudy Menyerah ke KPK

News | Senin, 29 Oktober 2018 | 21:01 WIB

Amien Rais: Agus Rahardjo Jangan Remehkan Kami

Amien Rais: Agus Rahardjo Jangan Remehkan Kami

News | Senin, 29 Oktober 2018 | 17:01 WIB

Tak Bertemu Pimpinan, Amien Rais Pertanyakan Janji Ketua KPK

Tak Bertemu Pimpinan, Amien Rais Pertanyakan Janji Ketua KPK

News | Senin, 29 Oktober 2018 | 16:14 WIB

Dampingi Amien Rais, Waketum Gerindra Minta KPK Berani

Dampingi Amien Rais, Waketum Gerindra Minta KPK Berani

News | Senin, 29 Oktober 2018 | 15:20 WIB

Terkini

Program 'Speling' Jateng di Banyumas, Wagub Taj Yasin Dekatkan Dokter Spesialis ke Tingkat Kecamatan

Program 'Speling' Jateng di Banyumas, Wagub Taj Yasin Dekatkan Dokter Spesialis ke Tingkat Kecamatan

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 20:49 WIB

Rencana Kemasan Rokok Polos Tuai Protes, Dinilai Rugikan Petani dan Industri Tembakau

Rencana Kemasan Rokok Polos Tuai Protes, Dinilai Rugikan Petani dan Industri Tembakau

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 20:00 WIB

Roy Suryo Ajukan Praperadilan Lagi, Padahal Putusan Gugatan Pertama Tinggal Hitungan Hari

Roy Suryo Ajukan Praperadilan Lagi, Padahal Putusan Gugatan Pertama Tinggal Hitungan Hari

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 19:00 WIB

OTT Diduga Bocor di Kasus Bupati Kuansing dan Langkat, KPK Bakal Evaluasi

OTT Diduga Bocor di Kasus Bupati Kuansing dan Langkat, KPK Bakal Evaluasi

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 18:39 WIB

Agus Jabo Minta Kader PRIMA Kawal Program Kerakyatan Pemerintahan Prabowo

Agus Jabo Minta Kader PRIMA Kawal Program Kerakyatan Pemerintahan Prabowo

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 17:59 WIB

Pengembalian Gratifikasi Tak Hapus Pidana, KPK Bakal Dalami Pernyataan Raja Juli

Pengembalian Gratifikasi Tak Hapus Pidana, KPK Bakal Dalami Pernyataan Raja Juli

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 17:27 WIB

Tawuran Remaja di Cengkareng Digagalkan Patroli Gabungan, Celurit hingga Petasan Disita

Tawuran Remaja di Cengkareng Digagalkan Patroli Gabungan, Celurit hingga Petasan Disita

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 17:22 WIB

Transportasi dan Wisata Jakarta Bakal Digratiskan 5 Hari Saat HUT Ke-500

Transportasi dan Wisata Jakarta Bakal Digratiskan 5 Hari Saat HUT Ke-500

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 16:54 WIB

Sambut HUT ke-80, BNI Hadirkan Program Terus Ada, Ada Terus bagi Pengabdian untuk Negeri

Sambut HUT ke-80, BNI Hadirkan Program Terus Ada, Ada Terus bagi Pengabdian untuk Negeri

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 16:47 WIB

Biaya Haji 2027 Berpotensi Naik, DPR Minta Pemerintah Cari Celah Efisiensi

Biaya Haji 2027 Berpotensi Naik, DPR Minta Pemerintah Cari Celah Efisiensi

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 16:30 WIB

×