Bawaslu RI Tak Konfrontir Keterangan Sri Mulyani dan Luhut

Dwi Bowo Raharjo | Suara.com

Jum'at, 02 November 2018 | 17:20 WIB
Bawaslu RI Tak Konfrontir Keterangan Sri Mulyani dan Luhut
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan. (Suara.com/Ummi Hadyah Saleh)

Suara.com - Badan Pengawas Pemilu RI memintai keterangan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan dan Menteri Keuangan Sri Mulyani. Namun dalam proses pemeriksaan keduanya dilakukan secara terpisah di Gedung Bawaslu, Jakarta, Jumat (2/11/2018) sore.

Keduanya diperiksa atas dugaan menunjukkan keberpihakan kepada salah satu pasangan calon Presiden dan Wapres dalam forum IMF di Bali, beberapa waktu lalu.

Berdasarkan keterangan dan foto yang diterima wartawan, tampak Luhut dan Sri Mulyani diterima Ketua Bawaslu RI Abhan dan sejumlah komisioner Bawaslu RI di sebuah ruang tamu.

Pada foto yang kedua memperlihatkan Luhut tengah dimintai keterangan oleh Ketua Bawaslu RI di ruangan berbeda. Pada sesi pemeriksaan tersebut Luhut tidak bersama dengan Sri Mulyani. Luhut pun kemudian keluar dari Gedung Bawaslu lebih dulu.

Kepada wartawan Luhut mengaku sudah menjelaskan kepada Bawaslu RI. Luhut kemudian mengklaim yang dilakukannya dalam penutupan acara IMF di Bali tidak ada unsur kampanye.

"Ya dijelaskan. Nggak ada (unsur kampanye), boro-boro mikir kampanye, kita masih sibuk dengan kerja di sana. Kan semua nggak ada, tidak ada dalam urusan kampanye," jelas Luhut.

Dia mengatakan apa yang dilakukannya di forum itu hanya merupakan spontanitas atas kegembiraan.

"Kita bilang Indonesia nomor satu, 'great Indonesia'. Meluapkan kegembiraan bersama, karena Lagarde dan Kim bilang bahwa tidak terbayangkan bahwa Indonesia mampu membuat pertemuan IMF-World Bank ini pada tataran kelas dunia," jelas Luhut.

Lebih jauh Luhut menekankan, bahwa kesuksesan penyelenggaraan forum itu dinilai berhasil mengangkat Indonesia pada standar yang lebih tinggi dari yang dibayangkan.

"Jadi kami boro-boro mikirin kampanye," ucap Luhut.

Selain itu Luhut mengaku telah membaca undang-undang yang mengatur mengenai pelaksanaan Pemilu dan kampanye. Dia mengatakan tidak ada satu pun ketentuan yang dilanggarnya.

"Kan saya baca undang-undangnya, nggak ada satu pun saya melanggar," jelasnya.

Sebelumnya kelompok Advokat Nusantara mengadukan Luhut dan Sri Mulyani ke Bawaslu RI, karena keduanya selaku pejabat diduga menunjukkan keberpihakan kepada salah satu pasangan calon Presiden dan Wapres. Keduanya dianggap mengacungkan salam satu jari saat penutupan acara IMF di Bali.

Mengenai tudingan yang dilakukannya itu termasuk mempromosikan citra diri pasangan capres-cawapres tertentu, Luhut menegaskan bahwa dirinya hanya ingin menyatakan Indonesia nomor satu.

"Dan waktu itu bu Ani (Sri Mulyani) hanya mengingatkan, memberitahu bahwa nomor satu itu apa, nomor dua itu apa," ujarnya. (Antara) 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Luhut dan Sri Mulyani Panuhi Panggilan Bawaslu  RI

Luhut dan Sri Mulyani Panuhi Panggilan Bawaslu RI

News | Jum'at, 02 November 2018 | 15:56 WIB

Bawaslu Panggil Luhut dan Sri Mulyani Soal Pelanggaran Pemilu

Bawaslu Panggil Luhut dan Sri Mulyani Soal Pelanggaran Pemilu

News | Jum'at, 02 November 2018 | 11:40 WIB

Pemerintah Klaim Kondisi Sistem Keuangan Indonesia Stabil

Pemerintah Klaim Kondisi Sistem Keuangan Indonesia Stabil

Bisnis | Kamis, 01 November 2018 | 17:53 WIB

Gempa Kerap Terjadi, Pemerintah Naikan Anggaran Belanja Negara

Gempa Kerap Terjadi, Pemerintah Naikan Anggaran Belanja Negara

Bisnis | Kamis, 01 November 2018 | 12:20 WIB

Ini Peran Pemerintah Menuju Indonesia Emas 2045

Ini Peran Pemerintah Menuju Indonesia Emas 2045

Bisnis | Rabu, 31 Oktober 2018 | 18:51 WIB

Terkini

Respons Arahan Presiden, BGN Segera Operasikan 900 SPPG untuk Jangkau Daerah Terpencil

Respons Arahan Presiden, BGN Segera Operasikan 900 SPPG untuk Jangkau Daerah Terpencil

News | Kamis, 16 April 2026 | 12:30 WIB

Tentara Angkatan Laut Bunuh Istri Sendiri, Mayatnya Disimpan di Kulkas

Tentara Angkatan Laut Bunuh Istri Sendiri, Mayatnya Disimpan di Kulkas

News | Kamis, 16 April 2026 | 12:28 WIB

Harga Plastik Melejit, Zulhas Dorong Transisi ke Kemasan Ramah Lingkungan

Harga Plastik Melejit, Zulhas Dorong Transisi ke Kemasan Ramah Lingkungan

News | Kamis, 16 April 2026 | 12:28 WIB

Iran Sebut Blokade AS di Selat Hormuz Bisa Ganggu Gencatan Senjata

Iran Sebut Blokade AS di Selat Hormuz Bisa Ganggu Gencatan Senjata

News | Kamis, 16 April 2026 | 12:24 WIB

Cari Sensasi Berujung Jeruji: 3 'Bang Jago' Tawuran di Taman Sari Diciduk, Satu Pelaku Positif Sabu!

Cari Sensasi Berujung Jeruji: 3 'Bang Jago' Tawuran di Taman Sari Diciduk, Satu Pelaku Positif Sabu!

News | Kamis, 16 April 2026 | 12:23 WIB

Anak Joe Biden: Founding Father Pasti Malu AS Punya Presiden seperti Donald Trump

Anak Joe Biden: Founding Father Pasti Malu AS Punya Presiden seperti Donald Trump

News | Kamis, 16 April 2026 | 12:20 WIB

Pramono Anung Klarifikasi Jual Nama Halte ke Parpol: Cuma Bercanda

Pramono Anung Klarifikasi Jual Nama Halte ke Parpol: Cuma Bercanda

News | Kamis, 16 April 2026 | 12:19 WIB

Bukan Hanya Hutan, Blue Carbon Jadi Kunci Baru Redam Krisis Iklim: Seberapa Efektif?

Bukan Hanya Hutan, Blue Carbon Jadi Kunci Baru Redam Krisis Iklim: Seberapa Efektif?

News | Kamis, 16 April 2026 | 12:15 WIB

Senat AS Menolak Lagi! Upaya Rem Kewenangan Perang Donald Trump ke Iran Kandas

Senat AS Menolak Lagi! Upaya Rem Kewenangan Perang Donald Trump ke Iran Kandas

News | Kamis, 16 April 2026 | 12:10 WIB

Napi Korupsi Ngopi di Kendari Viral, Ini 7 Fakta Supriadi Eks Syahbandar Kolaka

Napi Korupsi Ngopi di Kendari Viral, Ini 7 Fakta Supriadi Eks Syahbandar Kolaka

News | Kamis, 16 April 2026 | 12:08 WIB