Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Pemerintah Klaim Kondisi Sistem Keuangan Indonesia Stabil

Iwan Supriyatna, Dian Kusumo Hapsari

Kamis, 01 November 2018 | 17:53 WIB
Pemerintah Klaim Kondisi Sistem Keuangan Indonesia Stabil
Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) menyatakan kondisi stabilitas sistem keuangan pada triwulan III-2018 secara keseluruhan masih tetap terjaga. (Suara.com/Dian Kusumo Hapsari)

Suara.com - Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) menyatakan kondisi stabilitas sistem keuangan pada triwulan III-2018 secara keseluruhan masih tetap terjaga.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan, stabilnya sistem keuangan tersebut lantaran kondisi fundamental ekonomi yang kuat, kinerja lembaga keuangan yang membaik, serta kinerja emiten di pasar modal yang stabil.

Fundamental ekonomi yang kuat membuat sistem keuangan tetap stabil walaupun tekanan pada pasar keuangan mengalami peningkatan menjelang akhir tahun.

"Yang menopang stabilitas sistem keuangan itu pertumbuhan ekonomi yang masih terjaga 5,3 persen dan inflasi yang rendah dan stabil, serta cadangan devisa yang memadai. Kemudian dari sisi APBN itu defisit mengecil dan keseimbangan primer membaik," ujar Sri Mulyani di Jakarta, Kamis (1/11/2018).

Dia menjelaskan, kondisi yang terjaga juga ditunjukan pada indikator sistem keuangan yang tercermin dari kinerja perbankan. Di antaranya meningkatnya fungsi intermediasi, risiko kredit yang terkendali, serta kapasitas permodalan yang memadai.

“Tercatat pada September 2018, kredit perbankan tumbuh 12,69 persen di tengah volatilitas pasar. Dari sisi permodalan perbankan kita masih menunjukkan penguatan. CAR masih di kisaran 23 persen,” ujarnya.

Kendati demikian, potensi risiko yang dicermati masih berasal dari arah kebijakan pemerintah Amerika Serikat dalam upaya mendorong pertumbuhan ekonominya. Hal ini berdampak signifikan terhadap perekonomian dunia, terutama mitra dagang utama AS.

"Sebagai akibatnya, terjadi perlambatan dan ketidakseimbangan pertumbuhan ekonomi global yang berdampak negatif terhadap perekonomian domestik," kata dia.

Sedangkan dari dalam negeri, potensi risiko masih berasal dari defisit transaksi berjalan yang terus melebar, nilai tukar yang terus tertekan, serta ketergantungan pada ekspor komoditas tertentu.

Oleh karenanya, KSSK terus melakukan pemantauan dan mitigasi berkelanjutan atas dampak dari berbagai potensi risiko tersebut.

"Karena itu, kami (KSSK) sepakat akan menyelenggarakan rapat berkala kembali pada bulan Januari 2019," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Gempa Kerap Terjadi, Pemerintah Naikan Anggaran Belanja Negara

Gempa Kerap Terjadi, Pemerintah Naikan Anggaran Belanja Negara

Bisnis | Kamis, 01 November 2018 | 12:20 WIB

Ini Peran Pemerintah Menuju Indonesia Emas 2045

Ini Peran Pemerintah Menuju Indonesia Emas 2045

Bisnis | Rabu, 31 Oktober 2018 | 18:51 WIB

Sri Mulyani : RAPBN 2019 Disusun dengan Prinsip Kehati-hatian

Sri Mulyani : RAPBN 2019 Disusun dengan Prinsip Kehati-hatian

Bisnis | Rabu, 31 Oktober 2018 | 15:13 WIB

Terkini

Polemik Berkas Korupsi PLTU Batubara, Langkah Polri Dinilai Lawful dan Rasional

Polemik Berkas Korupsi PLTU Batubara, Langkah Polri Dinilai Lawful dan Rasional

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 23:57 WIB

Nobar Piala Dunia TNI AD di 25 Ribu Titik Sedot 1,1 Juta Penonton, Roda Ekonomi Tembus Rp5 Triliun

Nobar Piala Dunia TNI AD di 25 Ribu Titik Sedot 1,1 Juta Penonton, Roda Ekonomi Tembus Rp5 Triliun

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 23:38 WIB

Dimulai dari Reservasi, Hotel di Gading Serpong Ini Andalkan Pengalaman Serba Digital

Dimulai dari Reservasi, Hotel di Gading Serpong Ini Andalkan Pengalaman Serba Digital

Lifestyle | Kamis, 16 Juli 2026 | 23:06 WIB

Kronologi Dugaan Guru SD Hukum Murid Pakai Mistar di Lubuklinggau, Polisi Periksa TKP

Kronologi Dugaan Guru SD Hukum Murid Pakai Mistar di Lubuklinggau, Polisi Periksa TKP

Sumsel | Kamis, 16 Juli 2026 | 22:54 WIB

Daftar Brand yang Paling Sering Masuk Keranjang Belanja Warga Indonesia

Daftar Brand yang Paling Sering Masuk Keranjang Belanja Warga Indonesia

Lifestyle | Kamis, 16 Juli 2026 | 22:40 WIB

Kenapa Harga Pemain EA FC 26 Naik-Turun Setiap Pekan? Ini Polanya

Kenapa Harga Pemain EA FC 26 Naik-Turun Setiap Pekan? Ini Polanya

Sport | Kamis, 16 Juli 2026 | 22:32 WIB

Flu Singapura Merebak di Sumsel, Mengapa Palembang Jadi Daerah dengan Kasus Terbanyak?

Flu Singapura Merebak di Sumsel, Mengapa Palembang Jadi Daerah dengan Kasus Terbanyak?

Sumsel | Kamis, 16 Juli 2026 | 22:24 WIB

Statistik Apik Youri Tielemans, Pengganti Casemiro yang Lebih Efisien untuk MU

Statistik Apik Youri Tielemans, Pengganti Casemiro yang Lebih Efisien untuk MU

Bola | Kamis, 16 Juli 2026 | 22:10 WIB

Purbaya Jamin Kopdes Merah Putih Pasti Untung, Asal Tak Dikorupsi

Purbaya Jamin Kopdes Merah Putih Pasti Untung, Asal Tak Dikorupsi

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 21:48 WIB

Jembatan Musi V Segera Dibuka, Perjalanan Palembang-Betung Bakal Cuma 1 Jam

Jembatan Musi V Segera Dibuka, Perjalanan Palembang-Betung Bakal Cuma 1 Jam

Sumsel | Kamis, 16 Juli 2026 | 21:42 WIB

×