Remembrance Sunday 2018: 100 Tahun Armistice Day

RR Ukirsari Manggalani
Remembrance Sunday 2018: 100 Tahun Armistice Day
Para veteran ambil bagian dalam upacara Remembrance Sunday di Cenotaph, Whitehall, London, 11 November 2018. Pada peringatan ke-100 dari gencatan senjata Perang Dunia I, acara ini menandai acara peringatan Perang Dunia Pertama yang diselenggarakan Inggris. Diadakan setiap tahun di seluruh negara-negara Persemakmuran, untuk memperingati prajurit, lelaki dan perempuan yang telah gugur dalam tugas sejak Perang Dunia I [AFP/Ben Stansall].

100 Tahun Gencatan Senjata (1918 - 2018), lebih dari 10 ribu hadirin padati Cenotaph, London.

Suara.com - Minggu kemarin (11/11/2018) pada pukul 11.00 GMT telah berlangsung acara penghormatan kepada para pahlawan Perang Dunia Pertama di monumen Cenotaph, London, Inggris. Dikenal sebagai Remembrance Sunday di Britania Raya serta negara-negara Commonwealth atau persemakmuran.

Tahun ini, seperti dilansir The Evening Standard, disebutkan bahwa lebih dari 10 ribu warga mengambil bagian dalam upacara yang dilengkapi hening mengenang para pahlawan selama dua menit (two-minute silence). Dan acara semakin sarat makna karena Armistice Day atau Hari Gencatan Senjata kini bertepatan dengan peringatan ke-100 tahun.

Perhelatan yang khidmad diawali dengan jalan kaki dari St James' Park, menyusuri Mall dan berhenti di Cenotaph, lewat rute sepanjang dua km. Seluruh tamu mengenakan pakaian dinas upacara atau yang mewakili instansi masing-masing, dengan menyematkan bunga poppy terbuat dari kertas maupun pin pada salah satu sisi dada.

Bunga ini sendiri adalah lambang dari bebungaan poppy yang tumbuh di Flanders Fields, salah satu medan peperangan paling berdarah dalam Perang Dunia Pertama.

Sementara para anggota Kerajaan Inggris juga hadir, termasuk Ratu Elizabeth II dan Putra Mahkota, Pangeran Charles, Prince of Wales. Sedangkan dari pihak pemerintahan, mulai perdana menteri, seluruh pengurus kabinet sampai politisi juga hadir.

Akan tetapi, paling istimewa adalah kemunculan para veteran Perang Dunia Pertama dan Kedua yang kebanyakan didorong dengan kursi roda. Dua di antaranya yang tertua adalah Prajurit Donald Smith (98), dan Jeff Watkins (97).

Menteri Kebudayaan Jeremy Wright menyatakan, "Ini akan menjadi kesempatan yang tepat dalam memperingati seratus tahun Perang Dunia Pertama dan memastikan bahwa kisah-kisah dari periode penting sejarah kita diwariskan kepada generasi mendatang."

Suara.Com

Suara.com adalah portal berita yang
menyajikan informasi terhangat, baik peristiwa politik, bisnis, hukum, entertainment...

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS