Remembrance Sunday 2018: 100 Tahun Armistice Day

RR Ukirsari Manggalani

Senin, 12 November 2018 | 20:24 WIB
Remembrance Sunday 2018: 100 Tahun Armistice Day
Para veteran ambil bagian dalam upacara Remembrance Sunday di Cenotaph, Whitehall, London, 11 November 2018. Pada peringatan ke-100 dari gencatan senjata Perang Dunia I, acara ini menandai acara peringatan Perang Dunia Pertama yang diselenggarakan Inggris. Diadakan setiap tahun di seluruh negara-negara Persemakmuran, untuk memperingati prajurit, lelaki dan perempuan yang telah gugur dalam tugas sejak Perang Dunia I [AFP/Ben Stansall].

Suara.com - Minggu kemarin (11/11/2018) pada pukul 11.00 GMT telah berlangsung acara penghormatan kepada para pahlawan Perang Dunia Pertama di monumen Cenotaph, London, Inggris. Dikenal sebagai Remembrance Sunday di Britania Raya serta negara-negara Commonwealth atau persemakmuran.

Tahun ini, seperti dilansir The Evening Standard, disebutkan bahwa lebih dari 10 ribu warga mengambil bagian dalam upacara yang dilengkapi hening mengenang para pahlawan selama dua menit (two-minute silence). Dan acara semakin sarat makna karena Armistice Day atau Hari Gencatan Senjata kini bertepatan dengan peringatan ke-100 tahun.

Perhelatan yang khidmad diawali dengan jalan kaki dari St James' Park, menyusuri Mall dan berhenti di Cenotaph, lewat rute sepanjang dua km. Seluruh tamu mengenakan pakaian dinas upacara atau yang mewakili instansi masing-masing, dengan menyematkan bunga poppy terbuat dari kertas maupun pin pada salah satu sisi dada.

Bunga ini sendiri adalah lambang dari bebungaan poppy yang tumbuh di Flanders Fields, salah satu medan peperangan paling berdarah dalam Perang Dunia Pertama.

Sementara para anggota Kerajaan Inggris juga hadir, termasuk Ratu Elizabeth II dan Putra Mahkota, Pangeran Charles, Prince of Wales. Sedangkan dari pihak pemerintahan, mulai perdana menteri, seluruh pengurus kabinet sampai politisi juga hadir.

Akan tetapi, paling istimewa adalah kemunculan para veteran Perang Dunia Pertama dan Kedua yang kebanyakan didorong dengan kursi roda. Dua di antaranya yang tertua adalah Prajurit Donald Smith (98), dan Jeff Watkins (97).

Menteri Kebudayaan Jeremy Wright menyatakan, "Ini akan menjadi kesempatan yang tepat dalam memperingati seratus tahun Perang Dunia Pertama dan memastikan bahwa kisah-kisah dari periode penting sejarah kita diwariskan kepada generasi mendatang."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Akhir Pekan di London : Serangan Badai Debby

Akhir Pekan di London : Serangan Badai Debby

Tekno | Sabtu, 11 Agustus 2018 | 07:30 WIB

Gelombang Panas Berlanjut di Britania Raya, London "Panen" Tamu

Gelombang Panas Berlanjut di Britania Raya, London "Panen" Tamu

Lifestyle | Rabu, 08 Agustus 2018 | 10:00 WIB

Hore, Polisi London Siap Menguber Pengendara Tanpa Helm

Hore, Polisi London Siap Menguber Pengendara Tanpa Helm

Otomotif | Selasa, 22 Mei 2018 | 13:49 WIB

Terkini

Kelakuan Keluarga George Soros Borong Tanah di New York Picu Amarah Warga: Mereka Rakus!

Kelakuan Keluarga George Soros Borong Tanah di New York Picu Amarah Warga: Mereka Rakus!

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 03:28 WIB

Gelombang Panas di Eropa Tewaskan 1300 Orang, Pejabat Prancis Salahkan Warga AS dan Pengguna AC

Gelombang Panas di Eropa Tewaskan 1300 Orang, Pejabat Prancis Salahkan Warga AS dan Pengguna AC

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 03:05 WIB

Terjebak di Bawah Bangunan Runtuh Gempa Venezuela, Pria Ini 8 Hari Melawan Maut

Terjebak di Bawah Bangunan Runtuh Gempa Venezuela, Pria Ini 8 Hari Melawan Maut

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 02:30 WIB

Bom Meledak di Jantung Damaskus, Korban Bergelimpangan di Lokasi

Bom Meledak di Jantung Damaskus, Korban Bergelimpangan di Lokasi

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 22:41 WIB

Pilot Tabrak Gedung Tertinggi Beijing Diduga Bunuh Diri, Tinggalkan Catatan Harian Mengejutkan

Pilot Tabrak Gedung Tertinggi Beijing Diduga Bunuh Diri, Tinggalkan Catatan Harian Mengejutkan

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 22:41 WIB

Kualitas Udara di TPA Jatiwaringin Capai Level Berbahaya, 64 Warga Dievakuasi

Kualitas Udara di TPA Jatiwaringin Capai Level Berbahaya, 64 Warga Dievakuasi

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 22:07 WIB

KPK Perluas Kasus Pemerasan Izin Tinggal WNA Silmy Karim, Kini Bidik Imigrasi Depok

KPK Perluas Kasus Pemerasan Izin Tinggal WNA Silmy Karim, Kini Bidik Imigrasi Depok

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 21:34 WIB

Satu Polisi Gugur dan 2 Hilang saat Gerebek Bandar Narkoba di Kalteng

Satu Polisi Gugur dan 2 Hilang saat Gerebek Bandar Narkoba di Kalteng

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 21:02 WIB

Flyover Latumenten Capai 55,2 Persen, Ditargetkan Pangkas Kemacetan hingga 40 Persen

Flyover Latumenten Capai 55,2 Persen, Ditargetkan Pangkas Kemacetan hingga 40 Persen

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:45 WIB

Kelola Sampah Organik ala Warga Meruya Selatan Hingga Jadi Bernilai Ekonomi

Kelola Sampah Organik ala Warga Meruya Selatan Hingga Jadi Bernilai Ekonomi

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:05 WIB

×