Nurdin, Nelayan Aceh Tewas Tenggelam saat Ditangkap di Myanmar

Pebriansyah Ariefana

Rabu, 14 November 2018 | 07:30 WIB
Nurdin, Nelayan Aceh Tewas Tenggelam saat Ditangkap di Myanmar
Ilustrasi nelayan. [Suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Seorang nelayan asal Aceh Timur, Nurdin tewas tenggelam saat ditangkap otoritas Myanmar bersama 15 nelayan lainnya. Nurdin meninggal dunia karena tenggelam ketika penangkapan terjadi di perairan negara itu.

Kepala Dinas Sosial Provinsi Aceh Alhudri mengemukakan bahwa informasi meninggal dunianya seorang nelayan tersebut disampaikan Duta Besar RI untuk Myanmar Prof Iza Fadri.

"Korban atas nama Nurdin (41), warga Aceh Timur. Korban meninggal dunia karena diduga tidak bisa berenang. Korban bersama belasan nelayan lainnya dilaporkan melompat dari kapal saat ditangkap Angkatan Laut Myanmar," kata Alhudri di Banda Aceh, Selasa (13/11/2018).

Sebelumnya, 16 nelayan yang melaut dengan KM Bintang Jasa dari Kuala Idi, Aceh Timur, ditangkap kapal patroli Angkatan Laut, Myanmar, Selasa (6/11/2018). Saat didekati, belasan nelayan tersebut melompat ke laut. Seorang di antaranya meninggal dunia karena tenggelam.

Ke-15 nelayan Aceh Timur yang selamat yakni Jamaludin (36), kapten kapal, Samidan (41), Amat Dani (23), Rukni (43 tahun), Efendi alias Ek Amni Alias (28), Umar Saputra (23), Jamaludin Amno (37), Nazarudin (33), Safrizal (38), Darman (30), Muhammad Yais (20), Muhammad Akbar (15), Saipudin (33), Faturahman (15), dan Sulaiman (25).

Nelayan yang meninggal dunia tersebut sudah dikebumikan sesuai Islam dibantu oleh Asosiasi Muslim dan organisasi muslim lainnya di Kawthoung, Provinsi Tanintharyi, Myanmar.

"Penguburan korban atas permintaan rekan-rekan mereka karena rumah sakit di sana tidak memiliki pendingin untuk jenazah. Selain itu, pertimbangan menurut Islam, penguburan disegerakan," kata dia.

Terkait dengan 15 nelayan lainnya, Alhudri menyebutkan, 13 di antaranya ditahan Penjara Kawthoung. Sedangkan dua lainnya tidak ditahan karena berusia di bawah umur, yakni Muhammad Akbar dan Faturahman.

"Laporan kami terima, Muhammad Akbar dan Faturahman diurus masyarakat Islam Kawthaung. Kami terus memantau untuk memastikan kondisi mereka dalam keadaan baik," katanya.

baca juga

Selain itu, Alhudri juga mengapresiasi Duta Besar Iza Fadri karena banyak membantu mengurus dan menginformasikan kondisi belasan nelayan Aceh yang ditangkap di Myanmar tersebut.

"Bapak Duta Besar juga sudah berkomunikasi dengan keluarga almarhum Nurdin. Selain itu, beliau juga selalu memberi informasi terkini terkait perkembangan mereka," katanya.

Alhudri menyebutkan, Pemerintah Provinsi Aceh berkomitmen memulangkan belasan nelayan Aceh Timur tersebut. Mereka berada di perairan Myanmar bukan untuk mencuri ikan tetapi karena masalah teknis mesin kapal. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Bardiman Tewas Mengenaskan Diserang Tawon Belang Hitam Misterius

Bardiman Tewas Mengenaskan Diserang Tawon Belang Hitam Misterius

News | Selasa, 13 November 2018 | 10:45 WIB

Melaut Tanpa Izin, 16 Nelayan Aceh Ditangkap Otoritas Myanmar

Melaut Tanpa Izin, 16 Nelayan Aceh Ditangkap Otoritas Myanmar

News | Senin, 12 November 2018 | 10:12 WIB

KAI Klaim Tak Ada Kesalahan Saat Kereta Melintas Viaduk

KAI Klaim Tak Ada Kesalahan Saat Kereta Melintas Viaduk

News | Jum'at, 09 November 2018 | 23:01 WIB

Selain Dua Tewas, Enam Penonton Drama Kolosal Surabaya Luka-luka

Selain Dua Tewas, Enam Penonton Drama Kolosal Surabaya Luka-luka

News | Jum'at, 09 November 2018 | 22:39 WIB

16 Nelayan Aceh Dilaporkan Ditangkap di Perairan Thailand

16 Nelayan Aceh Dilaporkan Ditangkap di Perairan Thailand

News | Jum'at, 09 November 2018 | 11:02 WIB

Terkini

Donald Trump Sebut Perang Iran Segera Berakhir Usai Pemilu AS

Donald Trump Sebut Perang Iran Segera Berakhir Usai Pemilu AS

News | Minggu, 13 September 2026 | 07:25 WIB

Apa Perbedaan antara Cleansing Gel dan Cleansing Foam?

Apa Perbedaan antara Cleansing Gel dan Cleansing Foam?

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 07:18 WIB

Saat Cinta Datang Terlambat: Belajar Merelakan dari Lagu Raim Laode "Dunia yang Nanti"

Saat Cinta Datang Terlambat: Belajar Merelakan dari Lagu Raim Laode "Dunia yang Nanti"

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 07:15 WIB

Kata-kata Andika Mahesa Setelah Kangen Band Bubar

Kata-kata Andika Mahesa Setelah Kangen Band Bubar

Entertainment | Minggu, 13 September 2026 | 07:05 WIB

Update Terkini 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda, SAR Temukan 4 Benda Ini

Update Terkini 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda, SAR Temukan 4 Benda Ini

News | Minggu, 13 September 2026 | 07:03 WIB

294 Karhutla Terjadi di Ogan Ilir hingga September 2026

294 Karhutla Terjadi di Ogan Ilir hingga September 2026

Foto | Minggu, 13 September 2026 | 07:00 WIB

Pejabat Desa di Bengkalis Jual Hutan Cagar Biosfer UNESCO Senilai Rp2 Miliar

Pejabat Desa di Bengkalis Jual Hutan Cagar Biosfer UNESCO Senilai Rp2 Miliar

Riau | Minggu, 13 September 2026 | 06:58 WIB

Denis Kolinger Puji Dukungan Jakmania Saat Persija Bungkam Persib di Menit Akhir

Denis Kolinger Puji Dukungan Jakmania Saat Persija Bungkam Persib di Menit Akhir

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 06:57 WIB

4 Shio yang Menarik Keberuntungan 13 September 2026: Masa Sulit Segera Berlalu

4 Shio yang Menarik Keberuntungan 13 September 2026: Masa Sulit Segera Berlalu

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 06:56 WIB

Kemarau Jabar: 325 Hektare Lahan Terbakar dan 215 Ribu KK Terdampak Kekeringan

Kemarau Jabar: 325 Hektare Lahan Terbakar dan 215 Ribu KK Terdampak Kekeringan

Jabar | Minggu, 13 September 2026 | 06:50 WIB

×