Kubu Romy Sebut PPP Humphrey Cs Ilegal dan Cari Perhatian

Dwi Bowo Raharjo, Muhammad Yasir

Jum'at, 16 November 2018 | 15:54 WIB
Kubu Romy Sebut PPP Humphrey Cs Ilegal dan Cari Perhatian
Partai Persatuan Pembangunan atau PPP kubu Muktamar Jakarta resmi mendukung pasangan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto - Sandiaga Salahuddin Uno di Pilpres 2019. (Suara.com/Yasir)

Suara.com - Kubu Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang diketuai Romahurmuziy alias Romy angkat bicara terkait keputusan PPP Muktamar Jakarta yang mendukung pasangan Capres dan Cawapres Prabowo Subianto – Sandiaga Uno di Pilpres 2019. Keputusan tersebut justru bertentangan dengan keputusan PPP yang lebih dulu mendukung pasangan Capres dan Cawapres Jokowi – Ma’ruf Amin.

Sekretaris Jenderal PPP kubu Romi, Asrul Sani menyebut Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) III yang digelar PPP kubu Humphrey Djemat itu ilegal dan hanya untuk mencari perhatian.

"Sama sekali tidak bisa disebut Mukernas, karena mereka tidak punya legal standing untuk bikin kegiatan mengatasnamakan DPP PPP. Tidak satupun sandaran yang bisa mereka pergunakan," kata Asrul kepada wartawan, Jumat (16/11/2018).

Asrul kemudian menilai Mukernas III PPP Muktamar Jakarta yang dipimpin oleh Humphrey hanya untuk mencai perhatian publikm khususnya media.

Selain itu Asrul menuding pembahasan terkait pilpres yang dimasukan dalam agenda Mukernas tersebut tidak lain juga untuk mencari perhatian dari pasangan capres dan cawapres peserta Pilpres 2019.

"Apa yang kemarin dilakukan sekelompok orang PPP di bawah pimpinan Humphrey Djemat itu tidak ubahnya hanya kumpul-kumpul untuk cari perhatian dari media,” kata dia.

“Dan karena membicarakan soal pilpres juga, maka sekaligus mencari perhatian barangkali nanti ada Timses Jokowi - Ma'ruf Amin atau Prabowo - Sandiaga Uno yang mau mendekat," Asrul menambahkan.

Terkait ini kubu PPP Muktamar Pondok Gede yang dipimpin oleh Romi, kata Asrul, akan segera mengambil tindakan hukum. Ia menyebut kubu Humphrey kerap membuat masalah.

"Mereka sudah berkali-kali bikin ulah dengan memalsukan kop surat, stempel, membohongi publik dengan menyatakan sebagai DPP PPP, maka kesabaran kami sdh habis. Kami akan ambil tindakan hukum secara pidana," pungkasnya.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Dilecehkan Justru Dipenjara, Baiq Nuril Kirim Surat ke Jokowi

Dilecehkan Justru Dipenjara, Baiq Nuril Kirim Surat ke Jokowi

News | Jum'at, 16 November 2018 | 15:27 WIB

4 Kritik Keluarga Cendana ke Jokowi, dari Utang Sampai Cangkul

4 Kritik Keluarga Cendana ke Jokowi, dari Utang Sampai Cangkul

News | Jum'at, 16 November 2018 | 15:20 WIB

Tim Jokowi Sebut Prabowo - Sandiaga Penuh Pencitraan dan Blunder

Tim Jokowi Sebut Prabowo - Sandiaga Penuh Pencitraan dan Blunder

News | Jum'at, 16 November 2018 | 14:48 WIB

Ajak Islah PPP Kubu Jokowi, PPP Kubu Prabowo: Dibalas Air Tuba

Ajak Islah PPP Kubu Jokowi, PPP Kubu Prabowo: Dibalas Air Tuba

News | Jum'at, 16 November 2018 | 13:29 WIB

Paket Kebijakan Jokowi untuk Pancing Modal Asing

Paket Kebijakan Jokowi untuk Pancing Modal Asing

Bisnis | Jum'at, 16 November 2018 | 13:15 WIB

Terkini

Awas! Harga Bitcoin di Ambang Jurang, Ini Level Kritis yang Wajib Dipantau

Awas! Harga Bitcoin di Ambang Jurang, Ini Level Kritis yang Wajib Dipantau

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 21:25 WIB

Ponpes HQ Sukoharjo Digeledah Polisi, Menag Tegaskan Hukum Berbicara

Ponpes HQ Sukoharjo Digeledah Polisi, Menag Tegaskan Hukum Berbicara

Jogja | Rabu, 04 November 2026 | 21:18 WIB

Dari Modal Rp 400 Ribu, Ade Sukses Kembangkan Usaha Rumahan hingga Beromzet Rp 98 Juta

Dari Modal Rp 400 Ribu, Ade Sukses Kembangkan Usaha Rumahan hingga Beromzet Rp 98 Juta

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 21:14 WIB

20.980 Prajurit TNI Disiapkan ke Jakarta, TNI AD Ungkap Alasan Pengerahan Pasukan

20.980 Prajurit TNI Disiapkan ke Jakarta, TNI AD Ungkap Alasan Pengerahan Pasukan

Sumsel | Rabu, 04 November 2026 | 21:14 WIB

Daftar Angka Keberuntungan 12 Shio dari Tikus hingga Babi

Daftar Angka Keberuntungan 12 Shio dari Tikus hingga Babi

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 21:05 WIB

Kepala Bappeda DKI Atika Nur Rahmania Meninggal Dunia

Kepala Bappeda DKI Atika Nur Rahmania Meninggal Dunia

News | Rabu, 04 November 2026 | 21:04 WIB

Lagu Anak-anak Berjaya Lagi! Sikilku Iso Muni Sabet AMI Awards 2026

Lagu Anak-anak Berjaya Lagi! Sikilku Iso Muni Sabet AMI Awards 2026

Entertainment | Rabu, 04 November 2026 | 21:02 WIB

Ulasan Cerpen Senyum Karyamin: Ironi Kemiskinan dan Kritik Ahmad Tohari

Ulasan Cerpen Senyum Karyamin: Ironi Kemiskinan dan Kritik Ahmad Tohari

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 21:00 WIB

Isu Pengerahan Warga Berbayar Rp50 Ribu di Jogja, RANS Akui Rombak Ulang Agenda

Isu Pengerahan Warga Berbayar Rp50 Ribu di Jogja, RANS Akui Rombak Ulang Agenda

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 20:56 WIB

Puluhan Ribu TNI Dikerahkan Masuk Jakarta, Yusril Tegaskan Tak Ada Gejolak

Puluhan Ribu TNI Dikerahkan Masuk Jakarta, Yusril Tegaskan Tak Ada Gejolak

News | Rabu, 04 November 2026 | 20:50 WIB

×