Soal Poster Raja Jokowi, Kubu Prabowo Tak Tuntut PDIP Minta Maaf

Senin, 19 November 2018 | 19:02 WIB
Soal Poster Raja Jokowi, Kubu Prabowo Tak Tuntut PDIP Minta Maaf
Kendaraan melintas di depan Alat Peraga Kampanye (APK) bergambar Capres Joko Widodo yang terpasang di pagar Bandara Adi Sumarmo, Ngemplak, Boyolali, Senin (12/11 - 2018) siang. [Solopos/Nadia Lutfiana Mawarni]

Suara.com - Juru bicara Badan Pemenangan Nasional pasangan Prabowo Subianto - Sandiaga Uno, Suhud Aliyudin mengajak masyarakat untuk mewaspadai isu kampanye hitam di Pemilu 2019. Pernyataan Suhud merespon soal tudingan PDI Perjuangan kepada kubu Prabowo – Sandiaga terkait pemasangan poster ‘Raja Jokowi’.

Masyarakat, kata Suhud, harus bisa membaca situasi apabila ada salah satu tim sukses pasangan Capres - Cawapres yang menuding pihak lawan melakukan kampanye hitam. Menurutnya, hal itu sebagai bentuk untuk memanaskan jalan menuju Pemilihan Presiden 2019.

"Harus diwaspadai oleh masyarakat, bahwa hal-hal negatif yang dimunculkan yang disebut black campaign boleh jadi diciptakan sendiri oleh elemen tertentu untuk tujuan memicu kegaduhan," kata Suhud kepada Suara.com, Senin (19/11/2018).

Sebelumnya PDI Perjuangan menuding kubu Prabowo – Sandiaga yang menyebarkan poster Capres nomor urut 01 Joko Widodo atau Jokowi bergaya ala Raja Jawa lengkap dengan mahkota bak raja. Menurutnya, tudingan black champaign itu harus bisa diwaspadai oleh masyarakat.

Selain itu, PDI Perjuangan sempat menyatakan pihaknya tak membuat Alat Peraga Kampanye (APK) berupa poster bergambar Jokowi yang bergaya ala Raja Jawa. Namun setelah ditelurusi, ternyata yang membuat poster itu ialah  kelompok Kaukus Anak Muda Indonesia (KAMI) Banyumas, Jawa Tengah, yang mengaku bahwa mereka adalah pendukung Jokowi.

Terkait itu, Suhud memastikan bahwa tim Prabowo - Sandiaga tidak akan menuntut PDI Perjuangan untuk meminta maaf atas tuduhan tak mendasar tersebut. Suhud menyerahkan kepada masyarakat untuk menilai akibat perbuatan partai yang diketuai Megawati Soekarnoputri tersebut.

"Kami tak mau menuntut, dikembalikan ke mereka saja. Biar masyarakat yang menilai," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI