Muncul Kubah Lava di Gunung Merapi, Begini Penjelasan PVMBG

Bangun Santoso | Suara.com

Selasa, 27 November 2018 | 09:14 WIB
Muncul Kubah Lava di Gunung Merapi, Begini Penjelasan PVMBG
Ilustrasi puncak Gunung Merapi

Suara.com - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyatakan potensi terjadinya awan panas Gunung Merapi belum bisa diprediksi karena tergantung pertumbuhan volume dan kestabilan kubah lava.

Kepala PVMBG Kasbani menjelaskan saat ini pertumbuhan volume kubah lava mencapai 3.000 meter kubik per hari. Tercatat hingga 22 November 2018 lalu volume total kubah lava mencapai 308.000 meter kubik dengan radius sekitar 90 meter, jumlah itu masih jauh karena kawah mampu menampung sekitar 10 juta meter kubik.

Kubah lava sendiri muncul karena erupsi efusif atau keluarnya magma dari dalam perut gunung dalam bentuk lelehan secara pelan. Secara umum kondisi kubah lava masih sangat stabil kecuali pada ujung kubah lava yang bisa menimbulkan guguran lava seperti yang terjadi pada 23 November 2018 lalu.

Ia menyebut potensi awan panas belum bisa diprediksikan, tetapi perkiraannya butuh volume kubah lava mencapai dua kali lipatnya saat ini. Pihaknya enggan berspekulasi lebih detail soal waktu untuk terjadinya awan panas dengan dihitung dari rata-rata pertumbuhan awan panas.

Tetapi Kasbani sempat melontarkan pernyataan potensi adanya awan panas bisa terjadi ketika volume kubah lava mencapai 600.000 meter kubik dengan catatan kondisinya tidak stabil.

"Tetapi ini belum pasti tergantung pertumbuhannya bisa cepat atau melambat. Selain itu, saat ini kubah itu sumbernya di tengah, jadi relatif stabil paling di ujungnya saja sehingga kemungkinan hanya guguran-guguran lava saja," kata Kasbani seperti dilansir Harianjogja.com di Kantor BPPTKG DIY Jalan Cendana, Umbulharjo, Kota Jogja, Senin (26/11/2018).

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) DIY Hanik Humaida mengatakan potensi terjadinya awan panas tidak bisa diprediksikan waktunya. Karena pertumbuhan kubah lava bisa cepat atau lambat.

Namun berdasarkan pemodelan, kata dia, jika sebagian besar volume material kubah lava saat ini runtuh, maka awan panas dapat meluncur ke arah Kali Gendol sejauh 2,2 kilometer atau masih dalam radius aman.

Perhitungan itu berdasarkan asumsi jika kondisi kubah lava tidak stabil. Tetapi ia menegaskan saat ini kondisi kubah lava masih stabil berada tepat di tengah kawah.

"Data pemantauan menunjukkan aktivitas vulkanik cukup tinggi yang menandakan masih berlangsungnya suplai magma. Berdasarkan laporan mingguan tanggal 16 hingga 22 November [2018] tercatat kegempaan Merapi, 28 kali gempa hembusan [DG], dua kali gempa vulkanik dangkal [VTB], dua kali gempa fase banyak [MP], 261 kali gempa guguran [RF] dan 21 kali gempa low frekuensi [LF]," katanya. (Harianjogja.com)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Masa Depan Anak-anak Lereng Merapi di Sekolah Gunung Merapi

Masa Depan Anak-anak Lereng Merapi di Sekolah Gunung Merapi

Lifestyle | Rabu, 12 September 2018 | 19:00 WIB

Diameter Lubang Misterius di Sukabumi Terus Bertambah

Diameter Lubang Misterius di Sukabumi Terus Bertambah

News | Selasa, 11 September 2018 | 12:46 WIB

Jazz Gunung Ijen 2018 Hanya 1 Hari, Ini Jadwal dan Harga Tiketnya

Jazz Gunung Ijen 2018 Hanya 1 Hari, Ini Jadwal dan Harga Tiketnya

Lifestyle | Senin, 10 September 2018 | 20:30 WIB

5 Gunung Ini Jadi Lokasi Upacara Hari Kemerdekaan RI

5 Gunung Ini Jadi Lokasi Upacara Hari Kemerdekaan RI

Lifestyle | Jum'at, 17 Agustus 2018 | 20:15 WIB

Status Gunung Merapi Waspada, Jalur Pendakian Ditutup

Status Gunung Merapi Waspada, Jalur Pendakian Ditutup

Lifestyle | Rabu, 15 Agustus 2018 | 15:51 WIB

Terkini

BPJS Kesehatan Berkolaborasi dengan BPKP Memperkuat Tata Kelola Jaga Keberlanjutan JKN

BPJS Kesehatan Berkolaborasi dengan BPKP Memperkuat Tata Kelola Jaga Keberlanjutan JKN

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 06:52 WIB

BPJS Kesehatan dan BPKP Perkuat Tata Kelola Jaga Keberlanjutan JKN

BPJS Kesehatan dan BPKP Perkuat Tata Kelola Jaga Keberlanjutan JKN

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 06:46 WIB

Letjen TNI Agus Widodo Dikabarkan Resmi Jabat Wakil Kepala BIN, Gantikan Komjen Imam Sugianto

Letjen TNI Agus Widodo Dikabarkan Resmi Jabat Wakil Kepala BIN, Gantikan Komjen Imam Sugianto

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 22:52 WIB

Nyawa di Ujung Shift: Mengungkap Jam Kerja Tak Manusiawi Dokter Internship dan Regulasi Kemenkes

Nyawa di Ujung Shift: Mengungkap Jam Kerja Tak Manusiawi Dokter Internship dan Regulasi Kemenkes

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 22:21 WIB

Sama dengan TNI, Prabowo Batasi Jabatan Anggota Polri di Luar Institusi

Sama dengan TNI, Prabowo Batasi Jabatan Anggota Polri di Luar Institusi

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:45 WIB

Komitmen ESG Meningkat, Mengapa Data Logistik Masih Jadi Tantangan di Lapangan?

Komitmen ESG Meningkat, Mengapa Data Logistik Masih Jadi Tantangan di Lapangan?

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:31 WIB

KPK Ingatkan Tunjangan Hakim Ad Hoc Harus Beriringan dengan Perbaikan Sistem Peradilan

KPK Ingatkan Tunjangan Hakim Ad Hoc Harus Beriringan dengan Perbaikan Sistem Peradilan

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:26 WIB

AI Diklaim Bisa Jadi Solusi Mitigasi Banjir Rob dan Krisis Air Bersih, Gimana Caranya?

AI Diklaim Bisa Jadi Solusi Mitigasi Banjir Rob dan Krisis Air Bersih, Gimana Caranya?

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:20 WIB

Indonesian Proposal Jadi Fokus Pertemuan Indonesia dan United Kingdom Intellectual Property Office

Indonesian Proposal Jadi Fokus Pertemuan Indonesia dan United Kingdom Intellectual Property Office

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:16 WIB

Idul Adha 2026 Tanggal Berapa? Penetapan Versi Muhammadiyah dan Pemerintah Diprediksi Sama

Idul Adha 2026 Tanggal Berapa? Penetapan Versi Muhammadiyah dan Pemerintah Diprediksi Sama

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:13 WIB