Usai 7 Orang Tewas, Petani Ngawi Gunakan Bom untuk Lawan Tikus

Bangun Santoso

Rabu, 28 November 2018 | 09:25 WIB
Usai 7 Orang Tewas, Petani Ngawi Gunakan Bom untuk Lawan Tikus
Ilustrasi tikus. (unsplash)

Suara.com - Berbagai cara dilakukan untuk membasmi hama tikus yang terus menyarang lahan persawahan di Ngawi. Apalagi saat jebakan listrik untuk tikus dilarang karena telah mengakibatkan tujuh jiwa melayang. Salah satunya dengan menggunakan bom tikus.

Bom tikus ini mulai digunakan oleh para petani di Ngawi mulai Selasa (27/11/2018). Hal ini mengingat ada ribuan hektare sawah milik petani di enam Kecamatan di Ngawi yang terancam serangan hama tikus. Populasi tikus yang terus meningkat itu kini telah menyerang lokasi pembenihan padi mereka.

"Untuk mengantisipasi serangan hama tikus pada musim tanam, nantinya akan diberikan bom tikus secara gratis kepada petani," ungkap Kepala Dinas Pertanian Ngawi Marsudi seperti dilansir laman Beritajatim.com, Rabu (28/11/2018).

Dikatakannya, para petani saat ini kebingungan mengendalikan hama tikus. Mereka tidak bisa berbuat banyak menyusul pelarangan penggunakan alat jebakan tikus dari listrik. Tikus dengan sporadis menyerang pembenihan padi mereka pada malam hari.

Marsudi mengatakan, ada sekitar seribu hektare lebih sawah yang tersebar di enam kecamatan yang terancam hama tikus. Kecamatan-kecamatan tersbeut adalah Paron, Ngawi, Geneng, Kwadungan, Padas dan Kasreman.

"Kalau terancam ada di enam kecamatan. Di situ populasi naik, luasnya seribu hektaran sawah," ujarya.

Dibantu personel TNI dan Polri serta petugas dari Dinas Pertanian setempat, para petani mencoba mengendalikan hama tikus itu dengan menggunakan bom tikus. Upaya tersbeut kemarin dilakukan para petani di Desa Beran, Kecamatan Kota Ngawi.

Seluruh lubang tikus yang ada di pasang bom. Tak sedikit tikus mati setelah menghirup asap yang keluar dari bom tikus itu.

"Nyerangnya malam, siang di dalam lubangnya, ngumpet. Yang bisa dilakukan para petani ya gropyokan tikus saja," ungkap Suharno, salah satu petani.

baca juga

Petani menyatakan pemusnahan hama tikus sangat penting apalagi saat ini masuk masa pembenihan. Jika ini gagal maka petani harus mengulur waktu lagi.

"Petani sudah kebingungan menangani hama tikus. Sebenarnya yang efektif pakai jebakan tikus (berlistrik) itu tapi sekarang dilarang dan harus kita tinggalkan karena sering memakan korban jiwa," kata Suharno.

Marsudi menambahkan, pengengendalian hama tikus hanya bisa dilakukan secara terpadu menggunakan umpan tikus, gropyokan maupun musuh alami. Karena jika menggunakan jebakan tikus dari listrik akan membahayakan banyak orang. Selama 2018 saja ada tujuh orang tewas akibat tersengat aliran listrik untuk jebakan tikus milik petani.

Para petani hanya bisa berharap hama tikus segera dapat di kendalikan menjelang musim tanam ini.Jika tidak ribuan hektare sawah milik petani di Ngawi akan terancam gagal panen.

Artikel ini pertama kali terbit di laman Beritajatim.com dengan judul: "Petani Ngawi Pakai Bom Demi Basmi Tikus"

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ngeri, Dada dan Perut Jumani Gosong Usai Tersambar Petir di Sawah

Ngeri, Dada dan Perut Jumani Gosong Usai Tersambar Petir di Sawah

News | Selasa, 27 November 2018 | 11:35 WIB

Sedang Narik, Driver Ojol Kaget Temukan Tikus di Motor

Sedang Narik, Driver Ojol Kaget Temukan Tikus di Motor

Tekno | Selasa, 20 November 2018 | 20:00 WIB

Apes... Kadi Tewas Kena Jebakan Tikus Berlistrik Miliknya Sendiri

Apes... Kadi Tewas Kena Jebakan Tikus Berlistrik Miliknya Sendiri

News | Selasa, 13 November 2018 | 07:15 WIB

Kisah Berubah, Tikus Pemberani Kejar Kucing Penakut

Kisah Berubah, Tikus Pemberani Kejar Kucing Penakut

Tekno | Senin, 12 November 2018 | 20:39 WIB

Keluarga Ungkap Rahasia Rini Puspitawati Sebelum Kecelakaan

Keluarga Ungkap Rahasia Rini Puspitawati Sebelum Kecelakaan

News | Jum'at, 19 Oktober 2018 | 14:16 WIB

Terkini

PPAD Bekali Calon Wisudawan Purnawira 2026, Tegaskan Pensiun Bukan Akhir Pengabdian

PPAD Bekali Calon Wisudawan Purnawira 2026, Tegaskan Pensiun Bukan Akhir Pengabdian

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:45 WIB

Jelang COP31, Jaringan Orang Muda Kritik Eksploitasi Alam di Jogja, Rakyat yang Tanggung Akibatnya

Jelang COP31, Jaringan Orang Muda Kritik Eksploitasi Alam di Jogja, Rakyat yang Tanggung Akibatnya

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:40 WIB

Layanan Bedah Jantung Hadir di Ciayumajakuning Tandai HUT ke-23 Mitra Plumbon

Layanan Bedah Jantung Hadir di Ciayumajakuning Tandai HUT ke-23 Mitra Plumbon

Health | Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:34 WIB

Hari Listrik Nasional ke-81, Pertamina Kilang Plaju Dukung Kemandirian Energi lewat PLTMh

Hari Listrik Nasional ke-81, Pertamina Kilang Plaju Dukung Kemandirian Energi lewat PLTMh

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:32 WIB

Bonus Bukan Semata Hadiah, Prabowo Ingatkan Atlet Jangan Cepat Puas

Bonus Bukan Semata Hadiah, Prabowo Ingatkan Atlet Jangan Cepat Puas

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:30 WIB

Polisi Tangkap Host Live TikTok Bermuatan Pornografi di Deli Serdang, Raup Rp80 Juta

Polisi Tangkap Host Live TikTok Bermuatan Pornografi di Deli Serdang, Raup Rp80 Juta

Sumut | Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:25 WIB

Bahas Opsi Pemakzulan Gibran, Denny Indrayana Jalin Komunikasi Dengan Petinggi PDIP

Bahas Opsi Pemakzulan Gibran, Denny Indrayana Jalin Komunikasi Dengan Petinggi PDIP

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:25 WIB

Korban Luka Kericuhan Malioboro Capai 116 Orang, 13 Jalani Dirawat Inap

Korban Luka Kericuhan Malioboro Capai 116 Orang, 13 Jalani Dirawat Inap

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:19 WIB

Harga Token Pi Turun di Tengah Peluncuran Fitur Pi Desktop v0.6.4, Bagaimana Prospeknya?

Harga Token Pi Turun di Tengah Peluncuran Fitur Pi Desktop v0.6.4, Bagaimana Prospeknya?

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:17 WIB

26 Orang Belum Diketahui Keberadaannya usai Kericuhan Malioboro, LBH Soroti Transparansi Polisi

26 Orang Belum Diketahui Keberadaannya usai Kericuhan Malioboro, LBH Soroti Transparansi Polisi

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:16 WIB

×