Pendakwah Lebanon Sebut Indonesia Barometer Negara Islam di Dunia

Agung Sandy Lesmana, Walda Marison

Sabtu, 08 Desember 2018 | 15:56 WIB
Pendakwah Lebanon Sebut Indonesia Barometer Negara Islam di Dunia
Ketua NU Care-LAZISNU, Ahmad Sudrajat (Suara.com/Walda Marison)

Suara.com - Acara peringatan Maulid Akbar Nabi Muhammad SAW yang digelar Fatayat NU di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat pada Minggu (8/12/2018) mendatangkan penceramah asal Lebanon, Syekh Zuher Usman Asuaid.

Dalam isi ceramahnya, Zuher mengaku kagum dengan Indonesia karena kaya dengan beragam etnis, agama dan budaya.

Menurut Ketua NU Care-LAZISNU, Ahmad Sudrajat, hal yang dikagumi Zuher yakni masyarakat Indonesia tak mudah terpecah belah karena banyak perbedaan.

"Banyak tatanan keberagaman di Indonesia yang menarik. Di mana suku-suku bangsa, bahasa, adat istiadat tetapi bermacam macam karakter itu tidak membuat di antara kita pecah. Justru ketika ada perbedaan-perbedaan itu, justru perbedaan itu bisa menyatukan kita," kata Ahmad menyimpulkan isi ceramah Zuher.

Lebih lanjut, Ahmad menyampaikan hal lain yang ikut disoroti pendakwah asal Timur Tengah itu jumlah masyarakat Muslim di tanah air. Menurutnya, Zuher pun menganggap Indonesia sebagai barometer untuk negara-negara Islam. Hal itu, kata Ahmad karena minimnya konflik agama yang terjadi di masyarakat Indonesia.

"Mengapa jadi barometer? Karena 200 juta umat Islam itu bisa damai sementara mereka cuma 4 juta tapi tidak bisa bersatu. Di Irak, di Lebanon, Libya, Yaman. Mereka jumlahnya katakanlah Yaman, itu jumlahnya 25 juta tapi tidak bersatu," bebernya.

Bahkan, lanjut Ahmad, Syekh Zuber meyakini jika sumber kedamaian itu berada di Indonesia. Untuk itu, ulama tersebut sangat menginginkan agar Indonesia bisa menyebarkan virus keberagamannnya kepada negara lain terutama di Timur Tengah.

Zuher juga berharap persatuan Indonesia dalam keberagaman bisa terus dipertahankan. Supaya Indonesia bisa menjadi representasi agama Islam yang identik dengan perdamaian.

"Nah maka beliau (Zuher) meyakini sumber kedamaian itu berumber dari dalam Indonesia. Makanya beliau menginginkan supaya umat Islam Indonesia menjadi striker perdamaian Islam di dunia. Nah ini yang disebut konsep Islam nusantara," jelasnya.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Maulid Nabi yang Digelar Fatayat NU Diundur karena Reuni Aksi 212

Maulid Nabi yang Digelar Fatayat NU Diundur karena Reuni Aksi 212

News | Sabtu, 08 Desember 2018 | 15:11 WIB

Ma'ruf Doakan Indonesia Terhindar dari Tsunami Hoaks dan Fitnah

Ma'ruf Doakan Indonesia Terhindar dari Tsunami Hoaks dan Fitnah

News | Rabu, 14 November 2018 | 21:03 WIB

Anggia Ermarini Terpilih Sebagai Ketua Umum Fatayat NU

Anggia Ermarini Terpilih Sebagai Ketua Umum Fatayat NU

News | Selasa, 22 September 2015 | 02:49 WIB

Terkini

Roadshow WMM 2026 di Yogyakarta, Bank Mandiri Dorong Lahirnya Wirausaha Muda Inovatif

Roadshow WMM 2026 di Yogyakarta, Bank Mandiri Dorong Lahirnya Wirausaha Muda Inovatif

Jogja | Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:06 WIB

Syarat Ganti E-KTP Rusak atau Hilang Terbaru, Ini Dokumen yang Harus Disiapkan

Syarat Ganti E-KTP Rusak atau Hilang Terbaru, Ini Dokumen yang Harus Disiapkan

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:05 WIB

Daihatsu Akui Daya Beli Masih Jadi Tantangan Pembeli Mobil Pertama

Daihatsu Akui Daya Beli Masih Jadi Tantangan Pembeli Mobil Pertama

Otomotif | Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:05 WIB

Bahlil Klarifikasi Impor Minyak dari UEA Masih Belum Pasti

Bahlil Klarifikasi Impor Minyak dari UEA Masih Belum Pasti

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:03 WIB

Insentif Bebas Ganjil Genap untuk Mobil Listrik Mau Dicabut? Ini Kata Menperin

Insentif Bebas Ganjil Genap untuk Mobil Listrik Mau Dicabut? Ini Kata Menperin

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:01 WIB

Mitsubishi Destinator Ultimate: 7-Seater Family Car yang Bikin Perjalanan Keluarga Lebih Mewah

Mitsubishi Destinator Ultimate: 7-Seater Family Car yang Bikin Perjalanan Keluarga Lebih Mewah

Jatim | Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:01 WIB

Bentrok Pecah di Grand Indonesia, Massa Demo Kena Hantam Baton dan Helm Aparat

Bentrok Pecah di Grand Indonesia, Massa Demo Kena Hantam Baton dan Helm Aparat

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:56 WIB

Bisnis Properti Sumsel Tak Lagi Baik-Baik Saja, REI Ungkap Penurunan Permintaan di Semua Segmen

Bisnis Properti Sumsel Tak Lagi Baik-Baik Saja, REI Ungkap Penurunan Permintaan di Semua Segmen

Sumsel | Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:50 WIB

Internet Mati, Hidup Tiba-Tiba Lumpuh: Mengapa Aplikasi Kita Ringkih?

Internet Mati, Hidup Tiba-Tiba Lumpuh: Mengapa Aplikasi Kita Ringkih?

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:50 WIB

Beautiful Pain: Kisah Nyata Perjuangan Perempuan Bangkit dari Luka KDRT

Beautiful Pain: Kisah Nyata Perjuangan Perempuan Bangkit dari Luka KDRT

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:50 WIB

×