3 Fitnah La Nyalla Mattalitti yang Bikin Jokowi Gerah Banget

Pebriansyah Ariefana

Rabu, 12 Desember 2018 | 19:25 WIB
3 Fitnah La Nyalla Mattalitti yang Bikin Jokowi Gerah Banget
La Nyalla Mahmud Mattalitti saat menjalani sidang putusan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Selasa (27/12/2016). 

Suara.com - La Nyalla Mattalitti akhirnya meminta maaf ke Joko Widodo atau Jokowi. La Nyalla mengaku memfitnah Jokowi dengan 3 isu.

Setelah meninggalkan kubu Prabowo La Nyalla menyatakan dukunganya untuk pasangan Jokowi - Maruf Amin pada Pilpres 2019. La Nyalla mengaku capek menjadi oposisi.

"Sekarang dukung yang pasti-pasti saja, yang programnya sudah nyata dan jelas," ujarnya beberapa waktu lalu.

La Nyalla baru-baru ini juga memberikan pengakuan yang mengejutkan. Ia mengaku sebelum menyatakan dukungan untuk Jokowi - Maruf Amin dirinya sudah memfitnah calon petahana tersebut, saat masih menjadi pendukung Prabowo Subianto.

"Saya datang ke beliau, saya minta maaf. Bahwa saya yang isukan Pak Jokowi PKI. Saya yang fitnah Pak Jokowi, Kristen, China. Saya yang sebarkan Obor di Jawa Timur, Madura," ungkap La Nyalla usai menemui Cawapres Ma'ruf Amin di kediaman Jalan Situbondo, Menteng, Jakarta.

Awal mencuarnya isu Jokowi PKI adalah dari majalah Obor Rakyat yang kini sudah dibekuk dan dilarang. Selain PKI, dalam Obor Rakyat Jokowi juga dituduh sebagai ketururnan Tionghoa dan kaki tangan atau antek asing. La Nyalla mengaku sebagai penyebar majalah Obor Rakyat di wilayah Jawa Timur dan Madura pada Pilpres 2014 lalu.

Isu Jokowi PKI, keturunan Tionghoa dan antek asing ini sampai sekarang pun masih beredar di kalangan masyarakat. Bahkan ada beberapa bukti foto dimana tertangkap potret D.N Aidit, ketua PKI yang sedang berpidato, ada sosok diduga Jokowi yang berdiri di sebelah D.N Aidit.

Klarifikasi Jokowi

Jokowi mengaku isu bahwa dirinya PKI tidak lah masuk akal. Logikanya bahwa PKI bubar pada tahun 1965, sedang Jokowi lahir tahun 1961, “Masa ada PKI balita?” tegas Jokowi.

baca juga

Lalu soal foto dirinya yang berada di sebelah D.N Aidit Jokowi mengatakan, setelah diteliti foto tersebut diambil tahun 1955, “Ya saya lahir aja belom masa udah berjejer (dengan D.N Aidit), kata Jokowi.

Mengenai diisukan sebagai antek asing, Jokowi menyebutkan beberapa pencapaiannya dalam mengambil alih saham mayoritas di PT Freeport setelah bertahun-tahun. Selain itu Jokowi menyinggung pengambilan alih kepemilikan blok Mahakam dan juga blok Rokan. Inilah yang dinamakan dinamika politik, pindah kubu, ganti usungan. (Keepo.me)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Menanti Janji La Nyalla, Gerindra: Jangan Kaya Ruhut, Kupingnya Masih Dua

Menanti Janji La Nyalla, Gerindra: Jangan Kaya Ruhut, Kupingnya Masih Dua

News | Rabu, 12 Desember 2018 | 19:07 WIB

Deddy Mizwar Klaim Laporkan Pejabat Bermain Proyek Meikarta ke Jokowi

Deddy Mizwar Klaim Laporkan Pejabat Bermain Proyek Meikarta ke Jokowi

News | Rabu, 12 Desember 2018 | 18:49 WIB

Perludem: 2,5 Bulan Kampanye Tak Ada Capres-Cawapres Tawarkan Ide

Perludem: 2,5 Bulan Kampanye Tak Ada Capres-Cawapres Tawarkan Ide

News | Rabu, 12 Desember 2018 | 17:44 WIB

Ditantang Jadi Imam, Tim Prabowo: Bagi Prabowo NKRI adalah Keberagaman

Ditantang Jadi Imam, Tim Prabowo: Bagi Prabowo NKRI adalah Keberagaman

News | Rabu, 12 Desember 2018 | 17:09 WIB

Tebus Kekalahan Jokowi, Maruf: Kita Fokuskan di Jabar, Banten dan Jakarta

Tebus Kekalahan Jokowi, Maruf: Kita Fokuskan di Jabar, Banten dan Jakarta

News | Rabu, 12 Desember 2018 | 16:38 WIB

Terkini

TNI Siaga di Jakarta Usai Penetapan Tersangka Eks Kapolri, Dua Kapal Dikerahkan

TNI Siaga di Jakarta Usai Penetapan Tersangka Eks Kapolri, Dua Kapal Dikerahkan

News | Rabu, 04 November 2026 | 12:20 WIB

Sekuritas Terafiliasi Pandu Sjahrir Setop Transaksi, Nasabah Tak Bisa Jual-Beli Saham

Sekuritas Terafiliasi Pandu Sjahrir Setop Transaksi, Nasabah Tak Bisa Jual-Beli Saham

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 12:17 WIB

Pemutihan Pajak Kendaraan di Sumut Berlangsung Selama November 2026, Ini Kemudahan yang Diberikan

Pemutihan Pajak Kendaraan di Sumut Berlangsung Selama November 2026, Ini Kemudahan yang Diberikan

News | Rabu, 04 November 2026 | 12:15 WIB

Persija Gagal Kalahkan PSMS, Asisten Shin Tae-yong Akui Anak Asuhnya Kewalahan

Persija Gagal Kalahkan PSMS, Asisten Shin Tae-yong Akui Anak Asuhnya Kewalahan

Bola | Rabu, 04 November 2026 | 12:12 WIB

Jokowi: Saya Disadap, Tapi Saya Diam Saja

Jokowi: Saya Disadap, Tapi Saya Diam Saja

News | Rabu, 04 November 2026 | 12:10 WIB

Skandal Penyadapan Prabowo: Mendesak Penataan Ulang Kuasa Intelijen agar Tak Jadi Senjata Politik

Skandal Penyadapan Prabowo: Mendesak Penataan Ulang Kuasa Intelijen agar Tak Jadi Senjata Politik

News | Rabu, 04 November 2026 | 12:09 WIB

Bobby Nasution Percepat Pembangunan Kawasan Pertanian Langkat, Irigasi 7,5 Km Dibangun 2027

Bobby Nasution Percepat Pembangunan Kawasan Pertanian Langkat, Irigasi 7,5 Km Dibangun 2027

News | Rabu, 04 November 2026 | 12:08 WIB

Listyo Sigit Prabowo Siapanya Prabowo? Heboh Kasus Penyadapan Presiden

Listyo Sigit Prabowo Siapanya Prabowo? Heboh Kasus Penyadapan Presiden

News | Rabu, 04 November 2026 | 12:08 WIB

Biaya Trading Emas Diam-Diam Membengkak, Ini Biang Keroknya

Biaya Trading Emas Diam-Diam Membengkak, Ini Biang Keroknya

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 12:06 WIB

Suahasil Umumkan Pendapatan Negara Tembus Rp 2.341,5 T di Q3 2026, Belanja Negara Rp 2.660,5 T

Suahasil Umumkan Pendapatan Negara Tembus Rp 2.341,5 T di Q3 2026, Belanja Negara Rp 2.660,5 T

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 12:05 WIB

×