Serangan Isu ke Jokowi, PDIP: La Nyalla Mudah-mudahan yang Terakhir

Agung Sandy Lesmana, Ummi Hadyah Saleh

Kamis, 13 Desember 2018 | 17:16 WIB
Serangan Isu ke Jokowi, PDIP: La Nyalla Mudah-mudahan yang Terakhir
Mantan Ketua PSSI La Nyalla Mattalitti menyambangi kediaman Cawapres nomor urut 1 Maruf Amin di Jalan Situbondo, Menteng, Jakarta, Selasa (11/12/2018). [Suara.com/Ummi Hadyah Saleh]

Suara.com - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto berharap tidak ada lagi isu yang dihembuskan kepada Calon Presiden petahana Joko Widodo setelah mantan politikus Partai Gerindra La Nyalla Mattaliti mengakui kesalahannya karena sudah menyebarkan isu Jokowi adalah kader PKI, Jokowi beragama non muslim dan Jokowi sebagai antek China.

Dia meminta pertobatan yang disampaikan La Nyalla itu merupakan hal terakhir sehingga tak ada lagi isu SARA yang dihembuskan kepada Jokowi. Buntut dari adanya tudingan itu, La Nyalla kini berbalik menjadi pendukung Jokowi.

"Dengan apa yang dilakukan pak La Nyalla tersebut, kami berharap tidak ada lagi fitnah -fitnah yang dilakukan, toh akhirnya La Nyalla mendukung pak Jokowi. Setelah bertemu pak Jokowi, (La Nyalla) tahu bahwa kepemimpinan pak Jokowi ini untuk bangsa dan negara. Bukan untuk kelompok tertentu, bukan untuk kepentingan tertentu," ujar Hasto di kantor PDI Perjuangan, Jalan Diponegoro, Jakarta, Kamis (13/12/2018).

Menurutnya, pemilu merupakan mekanisme untuk mencari pemimpin dalam hal ini presiden dan wakil presiden. Siapapun yang menjadi pemimpin, kata Hasto merupakan pilihan dari masyarakat.

"Kita mencari pemimpin untuk semua pemilu hanya alat siapapun yang terpilih sebagai presiden ya itu menjadi presiden kita semua. Dan pak Jokowilah yang benar-benar menunjukkan rekam jejak yang baik sebagai seorang pemimpin," kata dia.

Sebelumnya, La Nyalla mengakui menjadi dalang di balik penyebaran isu rasial kepada Jokowi. Isu yang sempat dihembuskan La Nyalla adalah Jokowi kader PKI, China dan beragama Kristen. Dia pun mengakui terlibat dalam penyebar majalah Obor di wilayah Jawa Timur dan Pulau Madura beberapa tahun lalu.

Pengakuan bersalah itu disampaikan La Nyalla saat berkunjung ke rumah Cawapres nomor urut 01, Ma'ruf Amin di Jalan Situbondo, Menteng, Jakarta Pusat pada Selasa (11/12/2018). Terkait pengakuan penyebaran isu ke Jokowi itu, Ma'ruf akhirnya memaafkan La Nyalla.

"Saya datang ke beliau, saya minta maaf. Bahwa saya yang isukan Pak Jokowi PKI. Saya yang fitnah Pak Jokowi Kristen, Cina. Saya yang sebarkan Obor di Jawa Timur, Madura. Akhirnya saya datang ke beliau dan sampaikan, saya mau minta maaf tiga kali. Alhamdulillah dimaafkan, ya sudah," ujar La Nyalla seusai menemui Maruf.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kandang Banteng Mau Direbut Prabowo, Sekjen PDIP: Nyatanya Dulu Nggak Bisa

Kandang Banteng Mau Direbut Prabowo, Sekjen PDIP: Nyatanya Dulu Nggak Bisa

News | Kamis, 13 Desember 2018 | 16:06 WIB

Sekjen Belum Terima Surat Permohonan Tertulis Ahok Mau Gabung PDIP

Sekjen Belum Terima Surat Permohonan Tertulis Ahok Mau Gabung PDIP

News | Kamis, 13 Desember 2018 | 14:57 WIB

PDIP Kirim Surat ke Anies Minta Siaga Bencana Gempa di Jakarta

PDIP Kirim Surat ke Anies Minta Siaga Bencana Gempa di Jakarta

News | Kamis, 13 Desember 2018 | 14:30 WIB

Ogah Tanggapi Januari Ahok Bebas, PDIP: Kami Fokus Pemilu

Ogah Tanggapi Januari Ahok Bebas, PDIP: Kami Fokus Pemilu

News | Selasa, 11 Desember 2018 | 14:43 WIB

Ahok Bebas Januari 2019, Kader Banteng Akan Sambut Jika Mau Masuk PDIP

Ahok Bebas Januari 2019, Kader Banteng Akan Sambut Jika Mau Masuk PDIP

News | Selasa, 11 Desember 2018 | 14:21 WIB

Terkini

Taruna Ikrar: AI Boleh Jadi Asisten Kesehatan, Tapi Bukan Pengganti Dokter

Taruna Ikrar: AI Boleh Jadi Asisten Kesehatan, Tapi Bukan Pengganti Dokter

Health | Senin, 02 November 2026 | 15:07 WIB

Pakar: Nasib Gibran Sebagai Wapres, Kuncinya di Prabowo Subianto

Pakar: Nasib Gibran Sebagai Wapres, Kuncinya di Prabowo Subianto

News | Senin, 02 November 2026 | 15:07 WIB

Menbud Fadli Zon Tegaskan Konser Andrea Bocelli di Borobudur Sejalan dengan Amanat Konstitusi

Menbud Fadli Zon Tegaskan Konser Andrea Bocelli di Borobudur Sejalan dengan Amanat Konstitusi

News | Senin, 02 November 2026 | 15:01 WIB

14 Tahun Mengabdi, Mantri BRI Wisnu Dampingi UMKM dari Kesulitan Modal hingga Naik Kelas

14 Tahun Mengabdi, Mantri BRI Wisnu Dampingi UMKM dari Kesulitan Modal hingga Naik Kelas

Jawa Tengah | Senin, 02 November 2026 | 15:01 WIB

11 Anggota DPRD Meranti Didesak Perjuangkan Hak Kelola Warga di Eks Lahan SRL

11 Anggota DPRD Meranti Didesak Perjuangkan Hak Kelola Warga di Eks Lahan SRL

Riau | Senin, 02 November 2026 | 15:00 WIB

Gaji Pas-pasan, Pajak Macam-macam: Menghitung Sisa Napas Finansial Pekerja

Gaji Pas-pasan, Pajak Macam-macam: Menghitung Sisa Napas Finansial Pekerja

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 15:00 WIB

Tak Cuma Menyedapkan Masakan, Minyak Wijen Juga Punya Manfaat untuk Penderita Hipertensi

Tak Cuma Menyedapkan Masakan, Minyak Wijen Juga Punya Manfaat untuk Penderita Hipertensi

Health | Senin, 02 November 2026 | 14:55 WIB

RANS Carnival Kena Cancel Culture, Pakar Komunikasi Sebut Ini Bukan Sekadar Retorika

RANS Carnival Kena Cancel Culture, Pakar Komunikasi Sebut Ini Bukan Sekadar Retorika

Jogja | Senin, 02 November 2026 | 14:55 WIB

Sukses Negara Bukan Cuma Perut Kenyang, Pakar UGM: Kasih Kailnya, Bukan Ikan

Sukses Negara Bukan Cuma Perut Kenyang, Pakar UGM: Kasih Kailnya, Bukan Ikan

News | Senin, 02 November 2026 | 14:52 WIB

Popularitas Kuliner Bali Mendunia, Ikan Tilapia Ini Berpeluang Jadi Menu Andalan Restoran

Popularitas Kuliner Bali Mendunia, Ikan Tilapia Ini Berpeluang Jadi Menu Andalan Restoran

Lifestyle | Senin, 02 November 2026 | 14:51 WIB

×