Soal Dana Kampanye, Prabowo: Saya Sedih Warga Desa Sumbang Emas dan Uang

Bangun Santoso, Ria Rizki Nirmala Sari

Selasa, 18 Desember 2018 | 15:43 WIB
Soal Dana Kampanye, Prabowo: Saya Sedih Warga Desa Sumbang Emas dan Uang
Cawapres Sandiaga Uno usai salah berjamaah di Masjid Jami Annur, Kapuk, Cikampek, Jakarta Barat. Suara.com/Ria Rizki Nirmala)

Suara.com - Calon Wakil Presiden Nomor Urut 02 Sandiaga Uno enggan menyebut jika penggalangan dana yang dilakukan timses kepada para pendukung dikarenakan dana yang diperolehnya dari pelepasan saham masih belum mencukupi. Sandiaga menegaskan, penggalangan dana tersebut hanya untuk membantu meringankan kampanyenya dari segi logistik.

Diketahui, Sandiaga kembali menjual saham PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) pada Desember 2018. Total dari pelepasan saham yang diperoleh Sandiaga diperkirakan mencapai Rp 64,38 miliar.

Di lain sisi, para anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga terus menggalang dana dari para pendukungnya. Salah satunya dilakukan oleh Neno Warisman yang mengajak pendukung Prabowo-Sandiaga untuk melakukan jihad harta demi meringankan dana kampanye.

"Tentunya partisipasi masyarakat semakin banyak semakin baik dan kita lihat bukan dari segi jumlahnya tapi dari segi keikhlasan untuk meringankan langkah kita," kata Sandiaga di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, Senin (17/12/2018).

Sandiaga mengungkapkan, dirinya akan habis-habisan dalam menggelontorkan dana kampanye. Akan tetapi, Sandiaga sempat terenyuh melihat masifnya para pendukung yang terus merelakan hartanya untuk disumbangkan ke pihak Prabowo-Sandiaga.

"Saya sedih, terenyuh masyarakat di pedesaan menyumbangkan perhiasan cincin, tasbih, uang, ada yang Rp 10 ribu ada yang Rp 5 ribu. Itu bagian dari pada perjuangan, masa kita semua yang sudah diberikan begitu banyak rezeki tidak berkorban untuk berjuang bersama," pungkasnya.

Untuk diketahui, Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional pasangan Prabowo Subianto - Sandiaga Uno, Neno Warisman meminta seluruh warga untuk mengeluarkan hartanya demi kemenangan Capres dan Cawapres nomor urut 02. Neno kemudian menyebut mengeluarkan harta untuk kemenangan Prabowo - Sandiaga merupakan bentuk jihad.

Inisiator gerakan #2019GantiPresiden ini menerangkan, Prabowo dan Sandiaga tengah melakukan kampanye keliling Indonesia. Namun kampanye saja tidak cukup untuk memenangkan kontestasi Pilpres 2019.

"Pak Sandiaga keliling Indonesia cukup kah? Tidak. Pak Prabowo keliling Indonesia cukup kah? Tidak," kata Neno saat menghadiri Pengajian Kebangsaan di kawasan Petogogan, Jakarta Selatan, Minggu (16/12/2018).

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Gerindra: Salam 2 Jari Anies Bukan Simbol Kampanye Prabowo - Sandiaga

Gerindra: Salam 2 Jari Anies Bukan Simbol Kampanye Prabowo - Sandiaga

News | Selasa, 18 Desember 2018 | 15:28 WIB

Dengar Keluhan Petani Lele, Sandiaga: Doakan Jangan Jadi Politisi Pil KB

Dengar Keluhan Petani Lele, Sandiaga: Doakan Jangan Jadi Politisi Pil KB

News | Selasa, 18 Desember 2018 | 15:08 WIB

Prediksi Indonesia Punah, Tim Jokowi Tuding Prabowo Pakai Politik Teror

Prediksi Indonesia Punah, Tim Jokowi Tuding Prabowo Pakai Politik Teror

News | Selasa, 18 Desember 2018 | 13:12 WIB

KPU Tegaskan Kotak Suara Kardus Siap Digunakan

KPU Tegaskan Kotak Suara Kardus Siap Digunakan

News | Selasa, 18 Desember 2018 | 12:54 WIB

Anies Izin ke Konfernas Prabowo - Sandiaga, Tapi Bukan untuk Kampanye

Anies Izin ke Konfernas Prabowo - Sandiaga, Tapi Bukan untuk Kampanye

News | Selasa, 18 Desember 2018 | 11:23 WIB

Terkini

Teheran Tutup Wilayah Udara Selama Prosesi Pemakaman Ali Khamenei

Teheran Tutup Wilayah Udara Selama Prosesi Pemakaman Ali Khamenei

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 23:24 WIB

Pakar UGM: Wajar Publik Curiga Pengangkatan Komisaris BUMN karena Balas Jasa Politik

Pakar UGM: Wajar Publik Curiga Pengangkatan Komisaris BUMN karena Balas Jasa Politik

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 22:39 WIB

Kronologi Pertemuan Menhut dan Bupati Kuansing, Dari Amplop Sampai Alih Fungsi Hutan

Kronologi Pertemuan Menhut dan Bupati Kuansing, Dari Amplop Sampai Alih Fungsi Hutan

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 22:28 WIB

Penguatan Fiskal hingga Digitalisasi Layanan Masuk 10 Rekomendasi untuk Kota di Indonesia

Penguatan Fiskal hingga Digitalisasi Layanan Masuk 10 Rekomendasi untuk Kota di Indonesia

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 21:39 WIB

Bukan Provokasi, Boikot Pajak Dinilai jadi Hak Pembangkangan Sipil

Bukan Provokasi, Boikot Pajak Dinilai jadi Hak Pembangkangan Sipil

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 21:20 WIB

Minta Bantuan Dana Parpol Naik, ICW Tantang Partai Buka Laporan Keuangan

Minta Bantuan Dana Parpol Naik, ICW Tantang Partai Buka Laporan Keuangan

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 20:59 WIB

Perludem Usul Sistem e-Banpol, Publik Bisa Pantau Penggunaan Dana Partai Secara Real-Time

Perludem Usul Sistem e-Banpol, Publik Bisa Pantau Penggunaan Dana Partai Secara Real-Time

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 20:37 WIB

Vonis Seumur Hidup untuk Priyo, Eksekutor Keji yang Habisi 5 Nyawa di Indramayu

Vonis Seumur Hidup untuk Priyo, Eksekutor Keji yang Habisi 5 Nyawa di Indramayu

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 20:35 WIB

Korban Penyekapan 3 Tahun Bakal Jalani Operasi Bertahap, Begini Kondisinya Kini

Korban Penyekapan 3 Tahun Bakal Jalani Operasi Bertahap, Begini Kondisinya Kini

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 20:05 WIB

Bayar Rp200 Ribu Sebulan Bisa Naik Transjakarta Setiap Hari? Begini Skemanya

Bayar Rp200 Ribu Sebulan Bisa Naik Transjakarta Setiap Hari? Begini Skemanya

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 19:54 WIB

×