KNKT Belum Bisa Pastikan KM Multi Prima 1 Tenggelam karena Bocor

Pebriansyah Ariefana | Ria Rizki Nirmala Sari | Suara.com

Kamis, 20 Desember 2018 | 13:06 WIB
KNKT Belum Bisa Pastikan KM Multi Prima 1 Tenggelam karena Bocor
Tujuh ABK KM Multi Prima 1 yang Selamat Ikut Basarnas Evakuasi. (Dok, Basarnas)

Suara.com - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) belum bisa memastikan kecelakaan KM Multi Prima 1 diakibatkan kebocoran pada bodi kapal. Pasalnya, berangkat dari data-data yang ditemukan tidak ada tanda-tanda kerusakan pada kapal.

Investigator KNKT Bambang Irawan menjelaskan bahwa hingga detik ini tim investigasi masih melakukan pendalam terkait penyebab tenggelamnnya KM Multi Prima 1 di perairan Selat Bali pada Kamis (22/11/2018) malam. Data-data yang digunakan KNKT berupa dokumen-dokumen yang diperoleh dari pelabuhan termasuk CCTV di sekitar pelabuhan, Vessel Traffic Service (VTS), BMKG hingga perusahaan pelayaran.

"Kita mendapatkan beberapa data kita pastikan termasuk dari perawatan kapal sebelumnya seperti apa," kata Bambang di Kantor KNKT, Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta Pusat, Kamis (20/12/2018).

Sebelumnya terhembus kabar kalau kapal tersebut sebelum digunakan sudah dalam keadaan bocor. Kebocoran itu ditambal dengan menggunakan semen dan soda api agar tetap bisa dilayarkan.

Menanggapi informasi tersebut, Bambang selalu investigator belum bisa memastikan kebenarannya. Pasalnya hal tersebut tidak ditemukan dari hasil pendalaman dokumen juga alat penjunjang investigasi lainnya.

"Bukti tidak kami dapatkan jadi kita tentu tidak bisa mengatakan itu benar karena datanya kita tidak dapat, data yang kita temui tidak ada," ujarnya.

Meskipun begitu, Bambang menegaskan bahwa pihaknya masih terus melakukan investigasi terhadap penyebab karamnya KM Multi Prima 1. Bambang menyebut bahwa pihaknya bekerja sama dengan pakar dari Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Institut Teknologi Surabaya (ITS) untuk menguatkan data-data yang sudah diperoleh sebelumnya.

"Kita juga akan simulasikan di ITB atau di ITS bagaimana kapal ini bisa terbalik. Itu kan perlu disimulasikan berapa muatan yang diangkut kapasitasnya berapanya itu juga yang perlu kita masih dipelajari," pungkasnya.

Sebelumnya, KM Multi Prima 1 berangkat dari Surabaya tujuan Kota Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Kapal tersebut dilaporkan membawa 14 Anak Buah Kapal (ABK) itu dilaporkan tenggelam di Selat Bali pada Kamis (22/11/2018) malam. Tenggelamnya kapal itu terjadi ketika kondisi cuaca sedang buruk.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Hak-hak Korban KM Multi Prima 1 yang Harus Dipenuhi Perusahaan

Hak-hak Korban KM Multi Prima 1 yang Harus Dipenuhi Perusahaan

News | Selasa, 18 Desember 2018 | 14:26 WIB

Telah Ditemukan: Harley-Davidson Tenggelam. Siapakah Pemiliknya ?

Telah Ditemukan: Harley-Davidson Tenggelam. Siapakah Pemiliknya ?

Otomotif | Senin, 17 Desember 2018 | 21:00 WIB

Nahas, Bocah Tuna Rungu Tewas Tenggelam di Saluran Drainase Kebun Binatang

Nahas, Bocah Tuna Rungu Tewas Tenggelam di Saluran Drainase Kebun Binatang

News | Jum'at, 14 Desember 2018 | 12:02 WIB

Pamit Pergi Mencari Udang, Mardi Pulang Jadi Mayat

Pamit Pergi Mencari Udang, Mardi Pulang Jadi Mayat

News | Jum'at, 14 Desember 2018 | 08:27 WIB

Pemilik Kapal Tolak Bantu Cari Korban KM Multi Prima 1 yang Masih Hilang

Pemilik Kapal Tolak Bantu Cari Korban KM Multi Prima 1 yang Masih Hilang

News | Kamis, 06 Desember 2018 | 18:27 WIB

Terkini

Lebanon Tegaskan Negosiasi Gencatan Senjata Sendiri dengan Israel, Tak Terkait Iran dan AS

Lebanon Tegaskan Negosiasi Gencatan Senjata Sendiri dengan Israel, Tak Terkait Iran dan AS

News | Selasa, 14 April 2026 | 10:15 WIB

Donald Trump Hanya Bikin Kegagalan Baru dengan Blokade Selat Hormuz, Ini Analisanya

Donald Trump Hanya Bikin Kegagalan Baru dengan Blokade Selat Hormuz, Ini Analisanya

News | Selasa, 14 April 2026 | 10:12 WIB

Ketika Tuhan Dihina, Klimaks Blunder Gambar Yesus Donald Trump

Ketika Tuhan Dihina, Klimaks Blunder Gambar Yesus Donald Trump

News | Selasa, 14 April 2026 | 09:52 WIB

Kelakuan Zionis! Militer Israel Tewaskan 3 Warga Gaza, Puluhan Ditangkap di Tepi Barat

Kelakuan Zionis! Militer Israel Tewaskan 3 Warga Gaza, Puluhan Ditangkap di Tepi Barat

News | Selasa, 14 April 2026 | 09:36 WIB

Seenaknya Blokade Selat Hormuz, Iran Sebut AS Seperti Perompak di Mata Dunia

Seenaknya Blokade Selat Hormuz, Iran Sebut AS Seperti Perompak di Mata Dunia

News | Selasa, 14 April 2026 | 09:33 WIB

Benjamin Netanyahu Koar-koar Sebut Israel Serang Iran Demi Cegah Holocaust Kedua

Benjamin Netanyahu Koar-koar Sebut Israel Serang Iran Demi Cegah Holocaust Kedua

News | Selasa, 14 April 2026 | 09:31 WIB

Tak Cukup Andalkan Polisi, Sosiolog Dorong Warga Jakarta Kompak Lawan Premanisme

Tak Cukup Andalkan Polisi, Sosiolog Dorong Warga Jakarta Kompak Lawan Premanisme

News | Selasa, 14 April 2026 | 09:30 WIB

Lakukan Penistaan Gegara Foto Yesus, Donald Trump Bela Diri Salahkan Media

Lakukan Penistaan Gegara Foto Yesus, Donald Trump Bela Diri Salahkan Media

News | Selasa, 14 April 2026 | 09:26 WIB

Panduan Lengkap IDAI: Cara Benar Menangani Anak Tersedak dan Teknik RJP untuk Orang Awam

Panduan Lengkap IDAI: Cara Benar Menangani Anak Tersedak dan Teknik RJP untuk Orang Awam

News | Selasa, 14 April 2026 | 09:25 WIB

Iran Tertawakan Blokade AS di Selat Hormuz: Mereka akan Rindukan Harga Bensin 4 Dolar

Iran Tertawakan Blokade AS di Selat Hormuz: Mereka akan Rindukan Harga Bensin 4 Dolar

News | Selasa, 14 April 2026 | 09:23 WIB