Polisi Bongkar Makam Korban Kapal Tenggelam di Selat Malaka, Ada Apa?

Bangun Santoso

Jum'at, 21 Desember 2018 | 15:20 WIB
Polisi Bongkar Makam Korban Kapal Tenggelam di Selat Malaka, Ada Apa?
Ilustrasi garis polisi. (Shutterstocks)

Suara.com - Polda Riau memutuskan untuk membongkar salah satu kuburan korban kapal tenggelam di Selat Melaka. Korban tersebut diketahui sebagai Tenaga Kerja Indonesia alias TKI yang bekerja di Negeri Jiran Malaysia.

Kepala Sub Direktorat Pelayanan Medis Rumah Sakit Bhayangkaya Polda Riau, Kompol Supriyanto di Pekanbaru, Kamis (20/12/2018) mengatakan, pembongkaran itu dilakukan setelah tim Disaster Victim Identification (DVI) berhasil mengidentifikasi jenazah yang dimakamkan sejak akhir November 2018 lalu.

"Hasil identifikasi menggunakan sidik jari, korban berhasil diketahui identitasnya bernama Muklis, laki-laki, usia 35 tahun dan berasal dari Provinsi Sumatera Barat," kata Supriyanto seperti diwartakan Riauonline.co.id.

Setelah berhasil mengantongi identitas korban, ia mengatakan, jajarannya segera menghubungi pihak keluarga. Dari keluarga sendiri selanjutnya meminta agar makam korban yang sebelumnya di Taman Pemakaman Umum (TPU) Marga Sarana, Bagan Besar, Dumai dipindah ke kampung halaman ke Kabupaten Pesisir Selatan, Sumbar.

"Keluarga meminta agar jasad korban dipindahkan dan dikuburkan di kampungnya di Sumbar. Selanjutnya juga dilakukan prosesi penyerahan sertifikat kematian, sertifikat jenazah, dan lain-lain," jelasnya.

Lebih jauh, Polres Bengkalis yang sejak awal menangani perkara tersebut juga akan meminta keterangan keluarga korban, sebagai bagian dari penyidikan.

Sejauh ini, Polres Bengkalis telah menetapkan dua orang tersangka masing-masing Hamid alias Boboi (31) dan Jamal (38).

Penetapan kedua tersangka tersebut sekaligus menguak teka-teki temuan 11 mayat yang ditemukan mengapung di Selat Malaka, tepatnya di perairan pesisir Bengkalis, Dumai hingga Meranti sejak 22 November hingga 4 Desember 2018 lalu.

Mayat-mayat misterius itu ditemukan dalam kondisi mengenaskan, dengan sebagian besar organ tubuhnya sudah tak lagi utuh. Dari 11 mayat terdiri dari empat perempuan dan tujuh laki-laki dewasa tersebut, enam di antaranya berhasil diidentifikasi.

baca juga

Mereka adalah Mimi Dewi, wanita berusia 32 tahun dan Ujang Chaniago (48) berasal Sumatera Barat. Selanjutnya Marian Suhadi (24) dan Paisal Ardianto (24) yang keduanya berasal dari Sumatera Utara. Kemudian Fahrurrazi (27) asal Aceh dan terakhir Muklis.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jelang Natal, Densus 88 Bekuk 3 Terduga Teroris di Riau

Jelang Natal, Densus 88 Bekuk 3 Terduga Teroris di Riau

News | Jum'at, 21 Desember 2018 | 11:50 WIB

Apes, Penyiar Radio Ini Harus Bayar Tarif Parkir Rp 1,2 Juta

Apes, Penyiar Radio Ini Harus Bayar Tarif Parkir Rp 1,2 Juta

Bisnis | Jum'at, 21 Desember 2018 | 10:25 WIB

Miris, Penyu Hijau Jadi Hidangan di Kota Cebu

Miris, Penyu Hijau Jadi Hidangan di Kota Cebu

Lifestyle | Kamis, 20 Desember 2018 | 09:30 WIB

Partai Demokrat: Ada Institusi Siluman dalam Aksi Perusakan Atribut

Partai Demokrat: Ada Institusi Siluman dalam Aksi Perusakan Atribut

News | Selasa, 18 Desember 2018 | 22:40 WIB

Demokrat Duga Polisi Tutupi Dalang Terkait Perusakan Atribut di Pekanbaru

Demokrat Duga Polisi Tutupi Dalang Terkait Perusakan Atribut di Pekanbaru

News | Selasa, 18 Desember 2018 | 22:14 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×